KKTP IPAS Kelas 5 SD/MI Fase C Kurikulum Merdeka

Dalam kurikulum merdeka, salah satu elemen penting yang diperhatikan dalam pembelajaran adalah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). KKTP kurikulum merdeka berfungsi sebagai panduan bagi guru untuk mengevaluasi sejauh mana siswa telah memenuhi Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah ditentukan.

KKTP IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka

Dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas 5 SD/MI fase C, kurikulum merdeka memposisikan siswa sebagai individu yang aktif dalam pembentukan pengetahuan mereka sendiri. Oleh karena itu, KKTP kurikulum merdeka menjadi alat krusial untuk memastikan bahwa setiap kegiatan belajar benar-benar berkontribusi pada pencapaian yang berarti dan relevan.

Struktur Penyusunan KKTP IPAS Kelas 5 Fase C

Pembuatan KKTP IPAS kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka adalah langkah penting dalam menjamin pembelajaran berlangsung dengan terarah, terukur, dan bermakna. Struktur Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) harus dibuat secara sistematis sebagai panduan untuk guru dalam melakukan asesmen yang autentik dan menyeluruh.

Berikut adalah rincian struktur dan langkah-langkah dalam penyusunan KKTP IPAS kelas 5 SD/MI secara mendetail:

Mengidentifikasi Capaian Pembelajaran (CP) Fase C

Langkah awal dalam penyusunan KKTP kurikulum merdeka adalah memahami Capaian Pembelajaran (CP) IPAS untuk fase C (kelas 4–6). CP berfungsi sebagai panduan utama yang menggambarkan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada akhir fase tersebut.

Sebagai contoh, salah satu CP IPAS kelas 5 SD/MI fase C menunjukkan bahwa siswa bisa menjelaskan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan dampak kegiatan manusia terhadap keseimbangan ekosistem.

Dari CP inilah guru bisa merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih terperinci dan bersifat operasional, sehingga mudah dinilai melalui KKTP.

Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP)

Tujuan Pembelajaran (TP) terdiri dari rincian kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam satu unit atau topik tertentu. Penyusunan TP harus spesifik, terukur, relevan, dan realistis. Contoh TP:

“Peserta didik dapat mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.”

TP tersebut akan menjadi dasar untuk menyusun indikator capaian, alat asesmen, dan kriteria ketercapaian yang jelas.

Menentukan Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran

Indikator adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa siswa telah mencapai TP tertentu. Indikator dirumuskan dalam bentuk perilaku atau hasil kerja yang bisa dilihat dan diukur. Contohnya:

  1. Menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan.
  2. Menjelaskan bagaimana kegiatan manusia memengaruhi ekosistem.
  3. Menyusun laporan tentang pengamatan perubahan lingkungan.

Indikator yang baik harus mencerminkan proses dan capaian pembelajaran, bukan hanya aspek kognitif, tetapi juga sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor).

Menyusun Kriteria Ketercapaian

Kriteria ketercapaian adalah inti dari KKTP kelas 5 SD/MI fase C. Kriteria tersebut merinci tingkat kemampuan siswa berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.
Biasanya, kriteria dibagi menjadi empat kategori deskriptif:

  • Sangat Baik (SB): Siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam, bisa menjelaskan konsep dengan baik, dan menerapkannya dalam konteks nyata.
  • Baik (B): Siswa memahami konsep dasar dan bisa memberikan contoh atau penjelasan yang sederhana.
  • Cukup (C): Siswa memahami sebagian konsep, tetapi belum bisa menerapkannya dengan tepat.
  • Perlu Bimbingan (PB): Siswa belum menunjukkan pemahaman yang cukup terhadap materi yang dipelajari.

Kriteria tersebut membantu guru dalam melakukan asesmen formatif dan sumatif secara objektif.

Menentukan Teknik dan Instrumen Asesmen

KKTP kelas 5 SD/MI fase C harus dilengkapi dengan penentuan teknik dan alat asesmen yang sesuai dengan karakteristik tujuan pembelajaran. Beberapa bentuk asesmen yang dapat digunakan dalam Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) antara lain:

  1. Observasi langsung: Untuk mengevaluasi keterampilan praktis dan sikap ilmiah siswa.
  2. Penilaian proyek: Untuk menilai kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan berkolaborasi saat mengatasi masalah nyata.
  3. Tes tertulis atau lisan: Untuk mengevaluasi penguasaan konsep serta kemampuan analisis.
  4. Portofolio: Untuk merekam perkembangan hasil kerja siswa secara berkelanjutan.
  5. Jurnal refleksi: Untuk menilai kesadaran dan tanggung jawab siswa dalam belajar.

Pemilihan metode penilaian harus memperhatikan kesesuaian dengan indikator dan karakteristik siswa.

Menyusun Rubrik Penilaian

Rubrik penilaian berfungsi sebagai pedoman dalam menilai hasil pekerjaan atau kinerja siswa sesuai dengan tingkat pencapaian yang telah ditentukan dalam KKTP IPAS kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka. Rubrik yang efektif harus mencakup:

  • Kriteria yang jelas (misalnya: ketepatan, kelengkapan, kreativitas, dan sikap ilmiah).
  • Deskripsi untuk setiap tingkat pencapaian (misalnya: sangat baik, baik, cukup, perlu bimbingan).
  • Skala penilaian atau deskripsi kualitatif.

Komponen Utama KKTP Kelas 5 Fase C

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang komponen utama KKTP IPAS kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka.

1. Aspek Kognitif (Pengetahuan dan Pemahaman Konsep)

Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan intelektual siswa dalam memahami, mengingat, dan menerapkan konsep yang telah dipelajari. Dalam Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), aspek tersebut mencakup pemahaman mengenai fenomena alam dan sosial serta kemampuan berpikir secara logis, analitis, dan reflektif. Komponen kognitif ini bisa diukur melalui kemampuan siswa untuk:

  • Mengidentifikasi kejadian alam dan sosial di sekitar mereka.
  • Menjelaskan hubungan sebab akibat antara lingkungan dan kehidupan organisme.
  • Menganalisis data dari observasi sederhana.
  • Menyimpulkan berdasarkan hasil eksperimen atau pengamatan.

2. Aspek Afektif (Sikap, Nilai, dan Karakter Ilmiah)

Aspek afektif mengevaluasi sikap dan perilaku siswa dalam kegiatan pembelajaran, baik terhadap materi pelajaran, teman sebaya, guru, maupun lingkungan. Dalam mata pelajaran IPAS kelas 5 SD/MI fase C, aspek tersebut sangat penting karena berkontribusi pada pembentukan karakter ilmiah dan sosial siswa, seperti rasa ingin tahu, tanggung jawab, kejujuran, kerjasama, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kurikulum merdeka menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan siswa yang berpengetahuan, tetapi juga siswa yang peka, reflektif, dan etis dalam berpikir dan bertindak. Contoh sikap yang dievaluasi dalam aspek afektif Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) antara lain:

  • Menunjukkan rasa ingin tahu terhadap fenomena alam dan sosial.
  • Menghargai pendapat teman saat berdiskusi dalam kelompok.
  • Menunjukkan disiplin saat melaksanakan kegiatan eksperimen.
  • Menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

3. Aspek Psikomotorik (Keterampilan Proses dan Aplikasi Ilmiah)

Aspek psikomotorik berkaitan dengan kemampuan siswa dalam melakukan tindakan yang nyata, melibatkan keterampilan fisik dan mental. Dalam pelajaran IPAS kelas 5 SD/MI, aspek ini bisa dilihat dalam kegiatan eksperimen, observasi, pengumpulan data, serta penyusunan laporan dari hasil pengamatan.

Aspek ini menilai bagaimana siswa menerapkan pengetahuan dan sikap dalam tindakan ilmiah dan sosial yang spesifik. Kegiatan yang bisa digunakan untuk mengukur aspek psikomotorik meliputi:

  • Melakukan percobaan sederhana untuk memahami konsep gaya, energi, atau siklus air.
  • Mengamati kondisi lingkungan sekitarnya (tanaman, tanah, air, cuaca).
  • Mengklasifikasikan hasil pengamatan ke dalam tabel atau grafik.
  • Menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk laporan atau presentasi kelompok.

Download KKTP IPAS kelas 5 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini

Kesimpulan

KKTP IPAS kelas 5 SD/MI fase C adalah bagian vital dari sistem evaluasi dalam kurikulum merdeka. Dengan penerapan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang efektif, guru bisa menghasilkan pengalaman belajar yang asli, berarti, dan menyenangkan. Di sisi lain, siswa memperoleh pengalaman belajar yang meningkatkan rasa penasaran, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.

You might also like
KKTP Matematika Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

KKTP Matematika Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

KKTP Fisika Kelas 11 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

KKTP Fisika Kelas 11 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

KKTP IPA Kelas 7 SMP/MTs Fase D Kurikulum Merdeka

KKTP IPA Kelas 7 SMP/MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 5 MI

Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 5 MI

Perangkat Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 5 MI

Perangkat Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 5 MI

Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 5 MI

Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 5 MI