Kurikulum merdeka telah membawa dampak yang luar biasa. Dampak tersebut terutama terlihat dalam cara penilaian dilakukan. Kini, para guru tidak hanya bergantung pada KKM. Konsep baru yang muncul adalah KKTP, yang berarti Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran.

Sosiologi kelas 12 SMA/MA fase F mempunyai ciri khas tertentu. Materi yang diajarkan dalam fase ini cukup rumit. Murid belajar mengenai perubahan dalam masyarakat. Mereka juga akan mempelajari tentang pengaruh globalisasi. Selain itu, ada juga pembahasan tentang ketidakadilan sosial. Kemudian, murid mendalami aspek pemberdayaan masyarakat. Semua topik tersebut memerlukan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang sesuai. Berikut adalah elemen-elemen krusial dari KKTP Sosiologi kelas 12 fase F kurikulum merdeka.
Pertama, kriteria harus didasarkan pada kompetensi. Kompetensi tersebut mencakup pemahaman, keterampilan, dan sikap. Guru tidak hanya memperhatikan hafalan. Murid diharapkan bisa menganalisis fenomena sosial. Mereka juga harus mempunyai keterampilan dalam melakukan penelitian sederhana. Sikap kritis dan empati juga menjadi bagian dari penilaian. Kedua, kriteria harus menggunakan kata kerja yang jelas. Misalnya: menjelaskan, menganalisis, mengevaluasi, atau merekomendasikan. Istilah-istilah ini mudah diukur, sehingga guru tidak perlu menebak kemampuan murid.
Ketiga, KKTP kurikulum merdeka memuat tiga level penilaian. Tingkat pertama adalah “cukup”. Di sini, murid telah memenuhi indikator minimum. Tingkat kedua adalah “baik”. Murid menunjukkan indikator tambahan yang menunjukkan pemahaman lebih mendalam. Tingkat ketiga adalah “sangat baik”. Murid bisa melampaui ekspektasi yang ditetapkan. Mereka mampu menerapkan konsep dalam situasi yang berbeda. Keempat, harus bersifat komunikatif. Baik guru maupun murid harus memahaminya. Murid harus tahu apa yang diharapkan dari mereka, sehingga mereka bisa belajar secara mandiri.
Pembuatan KKTP Sosiologi kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka harus mengikuti prosedur yang teratur. Guru tidak bisa sembarangan dalam membuatnya. Pertama, guru perlu menganalisis capaian pembelajaran (CP). CP Sosiologi kelas 12 fase F terdiri dari beberapa elemen. Elemen-elemen tersebut mencakup sosiologi dasar, perubahan sosial, dan penelitian sosial. Setelah itu, guru harus menguraikan CP menjadi tujuan pembelajaran. Setiap tujuan pembelajaran harus jelas dan spesifik. Contoh tujuan tersebut bisa berbunyi: “Murid dapat menganalisis dampak globalisasi terhadap budaya lokal.” Tujuan tersebut tepat karena mengandung kata kerja analisis.
Selanjutnya, guru menetapkan indikator pencapaian. Indikator tersebut berfungsi sebagai bukti ketercapaian. Untuk tujuan yang telah disebutkan, indikatornya bisa berupa: “Murid mampu mengidentifikasi tiga dampak positif globalisasi.” Indikator lainnya: “Murid mampu menjelaskan dua dampak negatif globalisasi terhadap budaya.” Setelah itu, guru membuat kriteria untuk setiap tingkatan. Pada tingkat cukup, murid hanya memenuhi beberapa indikator. Pada tingkat baik, murid memenuhi semua indikator yang ada. Sedangkan untuk tingkat sangat baik, murid tidak hanya memenuhi indikator tetapi juga memberikan contoh yang kontekstual.
Selanjutnya, guru harus mempertimbangkan tingkat kesulitan materi. Materi tentang perubahan sosial bisa dikategorikan sebagai sedang hingga sulit. Oleh karena itu, guru perlu menyesuaikan target. Pastikan kriteria tidak terlalu gampang. Namun, jangan juga sampai terlalu sulit. Guru perlu menguji KKTP kelas 12 SMA/MA ini terlebih dahulu. Ujilah pada satu kelas kecil dan amati apakah kriteria tersebut layak. Jika diperlukan, lakukan perbaikan. Proses ini berlangsung secara berulang, sehingga guru bisa lebih memahami kemampuan murid.
Setelah KKTP Sosiologi kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka dibuat, guru akan menggunakannya untuk asesmen Sosiologi, yang bisa berupa ujian tertulis, proyek penelitian, atau presentasi kelompok. Guru membuat instrumen penilaian sesuai dengan indikator, seperti soal uraian untuk mengukur kemampuan analisis. Dia juga membuat rubrik penilaian yang lebih menggambarkan kualitatif daripada angka, sehingga lebih mudah dipahami oleh orang tua. Asesmen formatif dilakukan setiap minggu untuk memantau kemajuan murid, dengan umpan balik yang jelas berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) untuk memotivasi murid.
Kurikulum merdeka memanfaatkan rapor dengan format yang baru, menghilangkan angka KKM. Rapor sekarang terdiri dari deskripsi pencapaian berdasarkan KKTP Sosiologi kelas 12 fase F kurikulum merdeka. Setiap pelajaran mempunyai beberapa tujuan pembelajaran, dan pencapaian tersebut dinyatakan dalam tiga kategori: cukup, baik, dan sangat baik.
Contoh laporan untuk Sosiologi kelas 12 SMA/MA dengan jelas mencerminkan kemampuan murid, termasuk aspek-aspek yang perlu diperbaiki. Dengan cara tersebut, murid dan orang tua dapat melihat profil kompetensi yang lebih menyeluruh, bukan hanya satu angka gabungan. Sistem ini mendukung perbaikan yang berkelanjutan.