Dalam modul ajar kurikulum merdeka ini, siswa menghadapi berbagai tantangan terkait minat yang bervariasi, di mana sebagian besar melihat sejarah sebagai materi yang kurang menarik dan tidak relevan. Berbeda latar belakang pengetahuan agama dan umum juga memengaruhi pemahaman mereka. Selain itu, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep sejarah yang kompleks seperti sistem politik Khulafaur Rasyidin. Di sisi lain, guru juga menghadapi hambatan, seperti kendala waktu untuk membagi antara menjelaskan materi, melakukan aktivitas kreatif, dan asesmen. Selain itu, guru perlu beradaptasi dengan teknologi, mengingat mereka mungkin tidak terbiasa dengan penggunaan platform digital untuk pembelajaran interaktif.
Tantangan dari luar juga mencakup kurangnya akses terhadap sumber belajar sejarah yang autentik, seperti kitab klasik dan artefak digital di beberapa sekolah. Ada juga kesulitan dalam mengaitkan sejarah Islam secara global dengan budaya lokal, seperti sejarah Islam di Nusantara.
Untuk meningkatkan minat siswa, beberapa solusi bisa diterapkan. Pertama, dengan melakukan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan mengaitkan materi pelajaran kepada isu-isu terkini, misalnya dengan membandingkan kepemimpinan Umar bin Khattab dengan pemimpin zaman sekarang. Selain itu, memanfaatkan media populer seperti TikTok edukasi sejarah, podcast, dan komik digital juga sangat dianjurkan. Siswa juga diberikan kebebasan untuk memilih proyek akhir, bisa berupa video, poster, atau presentasi drama.
Untuk guru, pelatihan dan kolaborasi menjadi penting. Mereka bisa mengikuti workshop untuk mengembangkan modul ajar SKI kelas 7 MTs yang berbasis teknologi, seperti penggunaan Canva atau Google Earth. Berbagi sumber belajar antara guru melalui platform seperti Guru Berbagi Kemendikbud juga direkomendasikan, serta memanfaatkan template modul ajar kurikulum merdeka terstruktur untuk manajemen waktu yang lebih efektif.
Modul ajar SKI kelas 7 MTs fase D kurikulum merdeka memberikan kerangka yang komprehensif untuk mengajarkan Sejarah Kebudayaan Islam dengan cara yang interaktif dan bermakna. Modul ajar kelas 7 yang disusun berdasarkan prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa ini tidak hanya menekankan penguasaan kronologi sejarah, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir secara kritis, kreatif, dan reflektif.