Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 7 MTs

Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) mempunyai tujuan yang signifikan untuk membangun identitas keislaman siswa dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan peradaban Islam. Namun, dalam pelaksanaannya, sering kali pembelajaran hanya terfokus pada penghafalan tanggal, nama-nama tokoh, dan peristiwa tanpa adanya hubungan emosional atau relevansi dengan kehidupan siswa saat ini di era digital.

Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 7

Di sinilah kurikulum berbasis cinta dan deep learning (pembelajaran mendalam) muncul sebagai jawaban dan tantangan. Pengintegrasian kedua pendekatan tersebut harus diwujudkan tidak hanya sebagai aturan, tetapi secara nyata dan terukur dalam seluruh perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 7 MTs, mulai dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, hingga Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

Landasan Filosofis: Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dalam Kerangka SKI Kelas 7

Kurikulum berbasis cinta (KBC) dalam Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) menekankan nilai-nilai seperti rahmatan lil ‘alamin, keteladanan, penghargaan terhadap kemanusiaan, dan rasa syukur dalam aktivitas belajar. Ini lebih dari sekadar cara; ini adalah metode untuk mengubah sejarah menjadi nilai-nilai yang bisa dialami dan diterapkan. Siswa diarahkan untuk tidak hanya mengenal Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin, tetapi juga merasakan cinta serta memahami konsep-konsep seperti keadilan dan toleransi.

Deep learning (pembelajaran mendalam) mengutamakan siswa untuk memperluas pemahaman mereka melalui penelitian, pemikiran kritis, dan kerjasama. Dalam pelajaran SKI kelas 7 MTs, siswa didorong untuk menganalisis pertanyaan penting mengenai sejarah alih-alih hanya mengetahui fakta-fakta dasar. Sebagai contoh, mereka akan mempertimbangkan mengapa taktik Nabi Muhammad SAW di Badar berhasil dan bagaimana nilai persaudaraan antara Muhajirin dan Anshar berperan dalam memperkuat ikatan sosial.

Kombinasi keduanya menciptakan perangkat ajar KBC SKI kelas 7 MTs yang lebih manusiawi dan reflektif. Sejarah tidak hanya sekadar angka, tetapi menjadi penghubung antara masa lalu dan tantangan saat ini.

Operasionalisasi dalam Perangkat Ajar Kelas 7

Penerapan filosofi ini memerlukan desain berjenjang dalam semua perangkat ajar KBC SKI kelas 7 Madrasah Tsanawiyah.

1. Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes): Peta Perjalanan Berbasis Cinta

Prota kelas 7 kini tidak hanya membagikan materi setiap minggu, tetapi menjadi peta besar untuk menggali nilai sepanjang tahun. Setiap semester mempunyai tema besar tentang cinta, seperti “Cinta dan Keteguhan Hati: Melacak Jejak Dakwah di Mekkah” untuk semester pertama dan “Cinta dan Pembangunan Peradaban: Meneladani Piagam Madinah” untuk semester kedua.

Promes menggambarkan pembelajaran dengan metode project-based learning pada setiap tema. Di akhir semester kedua, kelompok siswa diajak untuk membuat “Proposal Revitalisasi Semangat Piagam Madinah dalam Kehidupan Sosial Sekolah.” Promes kelas 7 juga mencakup waktu untuk refleksi, diskusi nilai, kunjungan ke lokasi sejarah, serta wawancara dengan tokoh masyarakat, semua ini merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran mendalam.

2. Capaian Pembelajaran (CP): Menjabarkan Dimensi Profil Lulusan

CP SKI kelas 7 perlu dipahami kembali. Selain kompetensi pengetahuan faktual, CP juga harus mencakup aspek sikap dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Contoh perumusan CP yang menggabungkan panca cinta dan pembelajaran mendalam adalah: “Di akhir fase D, siswa akan menunjukkan rasa cinta dan penghargaan yang mendalam terhadap keteladanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat melalui kemampuan mereka dalam menganalisis strategi dakwah, menyajikan hasil studi tentang nilai-nilai toleransi dalam sejarah awal Islam, serta merefleksikan relevansinya untuk mengatasi masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.”

3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Jalan Setapak Menuju Pemahaman Mendalam

ATP merupakan langkah yang logis dan teratur dalam menuju CP. ATP mengenai topik “Dakwah Nabi di Mekkah” tidak bersifat linier lagi: Tahap 1: Menghafal nama-nama individu pertama yang memeluk Islam, Tahap 2: Menghafal tantangan yang dihadapi oleh kaum Quraisy. ATP dibuat sebagai jalur pembelajaran mendalam yang menyatu dengan nilai-nilai:

Siswa diawal mendengarkan cerita atau menonton video tentang keadaan sosial di Mekkah sebelum kedatangan Islam. Mereka lalu mengidentifikasi isu kemanusiaan seperti praktik diskriminasi, sembari membangun rasa empati terhadap ketidakadilan yang terjadi.

Dalam fase penelitian, siswa dibagi menjadi kelompok untuk mempelajari taktik dakwah secara rahasia dan terbuka serta respons kaum Quraisy, dengan menggunakan beragam sumber.

Pada fase analisis dan diskusi, siswa mengevaluasi alasan di balik dimulainya dakwah secara rahasia serta menggali hubungan antara prinsip bijaksana dalam berdakwah dengan metode awal yang diterapkan, membahas nilai kesabaran dan keterampilan komunikasi.

Terakhir, siswa merenungkan tantangan yang dihadapai oleh remaja muslim sekarang, seperti tekanan dari teman sebaya dan merencanakan langkah-langkah kecil untuk mengatasi masalah ini, dapat melalui poster, video, atau tulisan.

Pages: 1 2
You might also like
KKTP Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

KKTP Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Promes Fikih Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Promes Fikih Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

KKTP Al-Qur’an Hadis Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

KKTP Al-Qur’an Hadis Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

ATP Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

ATP Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Promes Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Promes Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Prota SKI Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Prota SKI Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka