Setelah menetapkan waktu, guru menentukan minggu yang efektif. Setiap minggu yang efektif mempunyai topik khusus untuk diajarkan. Topik tersebut diajarkan dengan cara yang konsisten. Penjadwalan ini membantu guru dalam memantau kemajuan murid. Kemajuan dalam belajar mudah dilihat dari pencapaian TP. Jika terdapat keterlambatan, guru akan segera mengambil langkah untuk mengatasinya. Langkah tersebut bisa berupa penambahan waktu pelajaran di akhir. Penambahan waktu ini perlu mendapatkan izin dari pihak Madrasah Ibtidaiyah.
Madrasah umumnya mengizinkan modifikasi kecil. Guru mencatat semua perubahan dalam Promes kurikulum merdeka. Promes kelas 3 berfungsi sebagai dokumen yang terus berkembang. Dengan jadwal yang jelas, guru bisa tetap berada di jalur yang benar. Fokus pengajaran terus mengarah pada tujuan akhir.
Promes Akidah Akhlak kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka juga mencakup strategi untuk asesmen. Asesmen terdiri dari dua jenis, yaitu formatif dan sumatif. Asesmen formatif dilakukan setelah setiap bab selesai. Bentuk asesmen formatif tersebut meliputi kuis atau observasi. Observasi bertujuan untuk mengukur sikap murid secara langsung. Sementara, asesmen sumatif dilaksanakan di akhir semester. Biasanya, asesmen sumatif berupa tes tertulis. Kedua jenis asesmen sudah didesain dari awal.
Guru mencatat semua rencana tersebut dalam kolom Promes Akidah Akhlak kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka. Selain menjelaskan penilaian, guru juga mencantumkan sumber belajar. Sumber belajar bisa berupa buku teks utama. Buku pengayaan yang diterbitkan juga digunakan. Guru juga memanfaatkan video dan gambar digital. Media digital ini menarik minat murid kelas 3. Ketertarikan mereka meningkat berkat visual yang menarik. Variasi dalam sumber belajar membantu mengatasi kebosanan.
Guru mencantumkan berbagai metode pembelajaran aktif. Pertama, metode ceramah interaktif sangat sesuai digunakan. Kedua, role play bisa diterapkan untuk materi akhlak. Melalui role play, nilai-nilai diajarkan secara langsung. Alhasil, pengalaman nyata ini lebih melekat dalam ingatan. Akhirnya, kombinasi metode pembelajaran membuat lingkungan kelas menjadi lebih hidup.
Kurikulum merdeka mengarahkan adanya pembelajaran yang berbeda-beda. Karena itu, diferensiasi dilakukan sesuai dengan kemampuan setiap murid. Kemudian, guru memberikan aktivitas pengayaan khusus untuk murid yang cepat memahami. Selain itu, guru juga menyediakan aktivitas remedial. Selanjutnya, remedial ditujukan untuk murid yang memerlukan bimbingan tambahan. Hasilnya, semua aktivitas tersebut dicatat dalam Promes kurikulum merdeka. Karena, catatan tersebut bersifat fleksibel dan bisa diperbarui. Guru di Madrasah Ibtidaiyah juga bekerja sama dengan wali kelas. Akibatnya, koordinasi ini membantu mencegah terjadinya tabrakan jadwal ujian.
Download Promes Akidah Akhlak kelas 3 fase B kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Dokumen Promes Akidah Akhlak kelas 3 fase B kurikulum merdeka yang telah siap disimpan dengan rapi. Kemudian, penyimpanan tersebut menjadi arsip berharga untuk Madrasah Ibtidaiyah. Setelah itu, arsip tersebut bisa diperiksa oleh pengawas pendidikan. Selanjutnya, pengawas akan memperhatikan kesesuaian dengan kurikulum nasional. Akibatnya, kesesuaian tersebut menjadi indikasi profesionalisme seorang guru. Dengan adanya Promes kurikulum merdeka yang baik, aktivitas belajar bisa mencapai keberhasilan. Akhirnya, keberhasilan tersebut merupakan kebahagiaan untuk semua pihak yang terlibat.