Dalam proses pelaksanaan kurikulum merdeka, perencanaan pembelajaran merupakan faktor utama untuk mencapai pengalaman belajar yang mendukung para murid. Salah satu alat perencanaan yang sangat penting, khususnya di tingkat sekolah, adalah Program Semester (Promes).

Untuk pelajaran Biologi kelas 11 SMA/MA yang masuk dalam fase F, Promes kurikulum merdeka bukan hanya sekadar daftar materi dan pembagian waktu, tetapi berperan sebagai panduan strategis yang menggabungkan pencapaian pembelajaran, prinsip diferensiasi, dan pengembangan karakter dimensi profil lulusan.
Sebelum membuat Program Semester (Promes), guru perlu mempunyai pemahaman menyeluruh mengenai posisi murid. Kelas 11 SMA/MA termasuk dalam fase F, yang merupakan fase terakhir pada tingkat pendidikan menengah fokus pada penguatan, pendalaman, dan persiapan untuk jenjang selanjutnya (perguruan tinggi atau kehidupan sosial).
Capaian Pembelajaran (CP) Biologi kelas 11 SMA/MA fase F ditujukan untuk meningkatkan keterampilan murid dalam menguraikan, menganalisis dan menyintesiskan konsep-konsep biologi yang rumit serta hubungannya dengan isu-isu terkini. Ada beberapa fokus utama, yaitu:
Promes kelas 11 adalah dokumen yang mengubah CP yang bersifat umum menjadi rencana tindakan yang spesifik, terukur, dan sesuai dengan karakter sekolah serta murid.
Promes Biologi kelas 11 SMA/MA fase F yang berhasil dalam kurikulum merdeka terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan. Berikut adalah struktur dan penjelasannya:
Berisi nama institusi pendidikan (SMA/MA), mata pelajaran (Biologi), kelas/fase (XI/F), semester (Ganjil/Genap), serta tahun ajaran.
Ringkasan mengenai jumlah minggu efektif dan total jam pelajaran Biologi kelas 11 SMA/MA per minggu dalam satu semester.
Ini merupakan inti dari Promes kurikulum merdeka. Untuk Biologi Kelas 11 SMA/MA, materi umumnya dibagi dalam beberapa unit besar, contohnya:
Kutipan langsung atau parafrase dari CP fase F yang relevan untuk setiap topik.
Penjabaran operasional dari CP. TP dibuat secara spesifik, terukur, dan menjadi sasaran untuk setiap pertemuan atau serangkaian pertemuan. Contoh: “Murid mampu menganalisis data hasil simulasi transport membran untuk menjelaskan perbedaan antara difusi, osmosis, dan transport aktif.”
Penjelasan singkat mengenai aktivitas penting yang akan dilaksanakan. Di sini, prinsip Teaching at the Right Level diterapkan. aktivitas perlu bervariasi, seperti diskusi kasus, praktikum baik nyata maupun virtual, proyek investigasi, studi literatur, atau kunjungan ke lokasi tertentu. Sebagai contoh, dalam topik bioteknologi, aktivitas bisa berupa diskusi panel tentang kelebihan dan kekurangan tanaman transgenik.
Menjelaskan jenis asesmen yang akan digunakan untuk setiap TP. Kurikulum merdeka mengarahkan variasi dalam asesmen (diagnostik, formatif, sumatif). Ini bisa mencakup kuis, laporan praktikum, poster infografis, presentasi proyek, atau ujian tertulis. Asesmen harus bisa mengukur pemahaman terhadap konsep dan keterampilan dalam proses ilmu pengetahuan.
Referensi yang digunakan tidak terbatas pada satu buku teks. Bisa berupa modul ajar, e-book, jurnal ilmiah yang sederhana, video simulasi, platform digital, atau sumber daya di sekitar.
Kolom yang penting untuk menunjukkan bagaimana nilai-nilai dimensi profil lulusan terintegrasi. Contohnya:
Ruang untuk mencatat kemungkinan diferensiasi program, kebutuhan murid dengan kesulitan tertentu, atau rencana tindak lanjut sesuai dengan hasil asesmen diagnostik.