BerandaKelas 3Promes IPAS Kelas 3 SD/MI Fase B Kurikulum Merdeka
Promes IPAS Kelas 3 SD/MI Fase B Kurikulum Merdeka
2 menit membaca
Share this:
Strategi Penyusunan Promes IPAS Kelas 3 yang Kontekstual dan Fleksibel
Berdasar pada CP dan Buku Panduan Guru: Gunakan CP sebagai acuan utama dan manfaatkan buku panduan guru untuk mendapatkan ide-ide penting.
Menganalisis Kalender Pendidikan: Atur hari-hari efektif dengan baik, berikan penandaan untuk hari libur, supaya alokasi waktu menjadi realistis.
Prinsip “Mulai dari yang Mudah ke Sulit, dan Konkret ke Abstrak”: Mulailah dengan tema yang paling dekat serta mudah diamati oleh siswa (seperti lingkungan sekolah dan tubuh mereka sendiri) sebelum beralih ke konsep yang lebih kompleks.
Integrasi yang Alami: Jangan memaksakan integrasi. Temukan pertemuan yang alami. Contohnya, saat belajar tentang tanaman (alam), integrasikan dengan cara petani (sosial) bertani untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Sertakan Proyek dan Asesmen Berkelanjutan: Rencanakan proyek kecil yang bisa dilakukan secara bertahap. Asesmen formatif harus dilaksanakan secara terus menerus supaya pemahaman siswa bisa dipantau.
Fleksibilitas: Promes IPAS kelas 3 SD/MI harus dianggap sebagai rencana yang dinamis. Bersiaplah untuk menyesuaikan kecepatan sesuai dengan respons serta minat siswa di kelas. Jika suatu topik sangat menarik, tidak ada salahnya untuk memperpanjang waktu eksplorasi.
Kolaborasi dengan Guru Kelas Lain: Jika memungkinkan, bekerjasamalah dengan guru kelas lain untuk berbagi sumber serta ide, dan juga dengan guru PJOK atau Seni Budaya untuk kegiatan yang bersifat fisik dan kreatif.
Download Promes IPAS kelas 3 fase B kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Kesimpulan
Penyusunan Promes IPAS kelas 3 SD/MI fase B kurikulum merdeka sejatinya merupakan langkah mendesain pengalaman belajar. Dokumen ini berperan sebagai panduan yang memberikan arahan dan tujuan yang jelas, namun tetap memberikan kesempatan bagi guru untuk berinovasi dan merespons aktivitas belajar siswa dengan spontan. Promes kelas 3 yang berkualitas akan membuat guru merasa lebih percaya diri dan terarah, sementara siswa akan menikmati aktivitas pembelajaran yang terencana tetapi tetap fleksibel, kaya akan penemuan, dan relevan dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tidak hanya untuk menghafal fakta, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk memahami dan menghargai dunia di sekitar, serta membangun rasa ingin tahu yang menjadi pondasi kuat bagi pembelajar sepanjang hayat. Pada akhirnya, Promes kurikulum merdeka adalah manifestasi nyata dari kebebasan guru dalam mengajar, sebuah peta yang disusun oleh navigator untuk menjelajahi lautan pengetahuan bersama murid-muridnya.