PAI dan Budi Pekerti kelas 2 fase A mempunyai hubungan yang erat dengan dimensi profil lulusan, khususnya “Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia” serta “Kolaborasi” dan “Kewargaan”. Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 2 fase A kurikulum merdeka bisa menyediakan waktu atau menghubungkan materi dengan tema proyek (kokurikuler) yang sesuai, seperti “Kearifan Lokal” atau “Bangunlah Jiwa dan Raganya”.
Penilaian dalam kurikulum merdeka bersifat formatif dan mengutamakan proses. Teknik penilaian untuk PAI dan Budi Pekerti kelas 2 fase A bisa berupa observasi sikap (lembar pengamatan perilaku jujur di kelas), demonstrasi (mempraktikkan wudu, melafalkan bacaan salat), portofolio (kumpulan karya tulisan huruf hijaiyah), dan penilaian diri yang sederhana. Penilaian harus mampu menangkap perkembangan moral siswa, bukan hanya sekadar hafalan.
Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 2 fase A kurikulum merdeka harus mencakup rencana penggunaan sumber belajar yang dekat dengan siswa. Buku ajar hanyalah salah satu referensi. Guru bisa menggunakan video animasi pendek, gambar yang menarik, lagu anak islami, flora dan fauna di sekitar sekolah, serta sumber informasi (ustadz, orang tua siswa yang mempunyai pengetahuan).
Tantangan yang umum dihadapi meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa (diferensiasi), serta penilaian aspek budi pekerti yang sulit diukur. Beberapa solusi adalah:
Download Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 2 SD fase A kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Penyusunan Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 2 SD fase A dalam kurikulum merdeka adalah suatu seni dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Hal ini harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang karakter anak usia dini, Capaian Pembelajaran (CP) fase A, dan prinsip pembelajaran yang memerdekakan. Promes kurikulum merdeka yang baik tidak hanya memetakan “apa yang akan diajarkan”, tetapi juga lebih penting, “bagaimana menumbuhkan iman, pengetahuan, dan amal baik dengan cara yang menyenangkan”. Dengan Promes kelas 2 yang dinamis, kontekstual, dan berfokus pada siswa, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti akan menjadi dasar yang kuat dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga unggul dalam akhlak dan nilai-nilai luhur. Akhirnya, tujuan tertinggi pendidikan agama adalah membuat anak-anak yang mencintai Allah, Rasul-Nya, dan sesama makhluk, dan semua itu bisa dimulai melalui perencanaan yang terwujud dalam Program Semester (Promes) yang visioner.