Dalam proses pelaksanaan kurikulum merdeka, pembuatan rencana pembelajaran yang matang dan relevan menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan. Salah satu dokumen perencanaan yang krusial, terutama di tingkat sekolah, adalah Program Semester (Promes).

Untuk mata pelajaran yang mengandung nilai dan karakter yang kuat seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas 2 SD fase A, penyusunan Promes kurikulum merdeka tidak hanya merupakan tanggung jawab administratif, tetapi juga sebuah proses untuk merancang roadmap yang dapat membantu pengembangan akhlak baik dan pemahaman agama yang menyenangkan bagi siswa.
Program Semester (Promes) merupakan rencana kerja yang disusun untuk satu semester yang menjelaskan lebih rinci tentang Program Tahunan (Prota). Promes kurikulum merdeka mencakup gambaran umum kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, termasuk waktu alokasi, materi inti, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Promes kurikulum merdeka berfungsi sebagai “jaminan” bahwa capaian pembelajaran (CP) yang ditetapkan untuk suatu fase bisa diraih melalui serangkaian aktivitas belajar yang terorganisir, fleksibel, dan sesuai dengan konteks siswa.
Kurikulum merdeka berfokus pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, diferensiasi metode pengajaran, serta pengembangan kompetensi dan karakter. Oleh sebab itu, Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 2 fase A kurikulum merdeka harus dibuat tidak hanya untuk menyampaikan pengetahuan agama (ilmu), tetapi juga untuk membentuk sikap dan perilaku (amal) sehari-hari. Promes kelas 2 menjadi jembatan penghubung antara Capaian Pembelajaran (CP) fase A dengan pengalaman konkret siswa dan lingkungan sekitarnya.
Siswa kelas 2 SD/MI umumnya berusia antara 7 hingga 8 tahun dan berada dalam Fase A. Ciri perkembangan mereka berada pada tahap operasional konkret, di mana pembelajaran paling efektif melalui pengalaman langsung, permainan, cerita, dan contoh nyata. Mereka mulai mengembangkan kemampuan berpikir logis sederhana namun masih sangat terhubung dengan benda fisik. Capaian Pembelajaran (CP) PAI dan dan Budi Pekerti kelas 2 fase A berfokus pada:
Dari CP tersebut, guru harus mengubahnya menjadi materi pembelajaran yang konkret dan menyenangkan selama satu semester.
Guru perlu memahami secara menyeluruh CP Fase A. Selanjutnya, materi untuk satu semester (misalnya Semester Ganjil) dipetakan berdasarkan elemen Pendidikan Agama Islam (Akidah, Fikih, dan lainnya). Perhatikan urutan yang logis dan sesuai dengan psikologi siswa. Misalnya, memulai dengan penguatan akhlak di awal semester sebagai dasar, lalu melanjutkan dengan pembelajaran Fikih dan Al-Qur’an.
Setiap topik diubah menjadi Tujuan Pembelajaran yang jelas, terukur, dan fokus pada aktivitas siswa. Contoh TP: “Setelah melihat gambar ciptaan Tuhan, siswa mampu menyebutkan minimal tiga nikmat Allah dengan baik”. Alokasi waktu disesuaikan dengan tingkat kesulitan materi. Satu TP bisa dicapai dalam 1-2 sesi atau lebih.
Ini adalah inti dari kurikulum merdeka. Aktivitas belajar harus bervariasi, aktif, dan relevan. Metode seperti bercerita, bernyanyi, bermain peran (drama sederhana), proyek kecil (membuat kartu ucapan terima kasih untuk orangtua), mengamati lingkungan, dan permainan edukatif sangat dianjurkan. Pembelajaran tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas.
PAI dan Budi Pekerti kelas 2 fase A mempunyai hubungan yang erat dengan dimensi profil lulusan, khususnya “Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia” serta “Kolaborasi” dan “Kewargaan”. Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 2 fase A kurikulum merdeka bisa menyediakan waktu atau menghubungkan materi dengan tema proyek (kokurikuler) yang sesuai, seperti “Kearifan Lokal” atau “Bangunlah Jiwa dan Raganya”.
Penilaian dalam kurikulum merdeka bersifat formatif dan mengutamakan proses. Teknik penilaian untuk PAI dan Budi Pekerti kelas 2 fase A bisa berupa observasi sikap (lembar pengamatan perilaku jujur di kelas), demonstrasi (mempraktikkan wudu, melafalkan bacaan salat), portofolio (kumpulan karya tulisan huruf hijaiyah), dan penilaian diri yang sederhana. Penilaian harus mampu menangkap perkembangan moral siswa, bukan hanya sekadar hafalan.
Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 2 fase A kurikulum merdeka harus mencakup rencana penggunaan sumber belajar yang dekat dengan siswa. Buku ajar hanyalah salah satu referensi. Guru bisa menggunakan video animasi pendek, gambar yang menarik, lagu anak islami, flora dan fauna di sekitar sekolah, serta sumber informasi (ustadz, orang tua siswa yang mempunyai pengetahuan).
Tantangan yang umum dihadapi meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa (diferensiasi), serta penilaian aspek budi pekerti yang sulit diukur. Beberapa solusi adalah:
Download Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 2 SD fase A kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Penyusunan Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 2 SD fase A dalam kurikulum merdeka adalah suatu seni dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Hal ini harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang karakter anak usia dini, Capaian Pembelajaran (CP) fase A, dan prinsip pembelajaran yang memerdekakan. Promes kurikulum merdeka yang baik tidak hanya memetakan “apa yang akan diajarkan”, tetapi juga lebih penting, “bagaimana menumbuhkan iman, pengetahuan, dan amal baik dengan cara yang menyenangkan”. Dengan Promes kelas 2 yang dinamis, kontekstual, dan berfokus pada siswa, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti akan menjadi dasar yang kuat dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga unggul dalam akhlak dan nilai-nilai luhur. Akhirnya, tujuan tertinggi pendidikan agama adalah membuat anak-anak yang mencintai Allah, Rasul-Nya, dan sesama makhluk, dan semua itu bisa dimulai melalui perencanaan yang terwujud dalam Program Semester (Promes) yang visioner.