Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti bukan hanya sekadar pelajaran yang menyampaikan informasi tentang agama Islam. Lebih jauh, pelajaran ini menjadi inti dari pengembangan karakter dan kepribadian siswa secara menyeluruh. Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 6 SD fase C berfungsi sebagai panduan strategis dan menyeluruh, yang memberikan arah dalam pembelajaran supaya mencapai dimensi profil lulusan yang mempunyai keimanan, ketakwaan, dan akhlak yang baik.

Dokumen Program Semester (Promes) yang efektif tidak hanya sekadar berisi list topik dan waktu yang dialokasikan. Ia merupakan dokumen perencanaan yang aktif dan responsif. Berikut adalah elemen-elemen penting yang harus ada dalam Promes kurikulum merdeka tersebut:
Menguraikan informasi tentang lembaga pendidikan (SD), mata pelajaran (PAI dan Budi Pekerti), tingkat kelas (VI), semester (Ganjil/Genap), tahun ajaran, dan fase kurikulum (C).
Ini adalah target akhir yang harus diraih oleh siswa di akhir Fase C. CP menjadi petunjuk utama dalam menyusun tujuan-tujuan lebih kecil untuk setiap materi. Sebagai contoh, CP fase C dalam konteks Al-Qur’an dan Hadis adalah kemampuan siswa untuk memahami arti dari surat-surat pendek yang dipilih dan menerapkan pesan moralnya dalam kehidupan sehari-hari.
Berbasis pada CP, tujuan pembelajaran disusun sesuai dengan masing-masing materi atau per sesi pembelajaran. Tujuan ini harus spesifik, terukur, dan bisa dioperasikan. Contohnya, “Setelah mempelajari Q. S. Al-Mā‘ūn, siswa diharapkan bisa menerangkan pesan utama mengenai ciri-ciri orang yang tidak jujur terhadap agama dan memberikan contoh perilaku yang mencerminkan pelaksanaan surat tersebut dalam interaksi sosial di sekolah.”
Ini adalah bagian terpenting, materi dalam Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 6 fase C kurikulum merdeka biasanya mencakup:
Alokasi waktu untuk setiap materi perlu seimbang, dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan kedalaman pembahasan.
Kurikulum merdeka mendorong penerapan metode yang berfokus pada peserta didik. Promes kelas 6 harus merancang beragam metode, seperti:
Asesmen dalam Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 6 fase C harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup area sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, serta keterampilan.
Ini merupakan kelebihan dari kurikulum merdeka. Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 6 fase C harus secara sengaja mengaitkan materinya dengan tema-tema projek. Contohnya, pada tema “Bhineka Tunggal Ika”, pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas 6 mengenai toleransi (tasamuh) dalam Islam dan kisah Piagam Madinah dapat menjadi basis yang solid. Sedangkan pada tema “Kewirausahaan”, materi fikih muamalah dan akhlak dalam berbisnis bisa dijelaskan lebih dalam.