Membuat asesmen diagnostik di awal, asesmen formatif (kuis, observasi, catatan anekdotal, portofolio) selama aktivitas belajar, dan asesmen sumatif di akhir satu unit. Asesmen harus bisa menilai tidak hanya aspek kognitif (pemahaman), tetapi juga aspek afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan membaca).
Menunjukkan hubungan antara materi Al-Qur’an dan Hadis dengan tema proyek / kokurikuler. Misalnya, dalam tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya”, materi mengenai pola makan dan kesehatan dari perspektif Hadis bisa disoroti sebagai kontribusi.
Pelaksanaan Prota Al-Qur’an Hadis kelas 8 MTs fase D kurikulum merdeka di lapangan mungkin menghadapi berbagai tantangan, seperti terbatasnya waktu, perbedaan kemampuan baca Al-Qur’an di antara siswa, atau kurangnya sarana penunjang. Beberapa strategi untuk mengatasinya adalah:
Download Prota Al-Qur’an Hadis kelas 8 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Prota Al-Qur’an Hadis kelas 8 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dalam kurikulum merdeka fase D merupakan alat penting yang mengubah pembelajaran dari sekadar menyampaikan teks menjadi proses penghayatan nilai. Program Tahunan (Prota) ini merupakan wujud kebebasan guru untuk merancang materi yang kontekstual, mendalam, dan berarti bagi kehidupan siswa. Penyusunan Prota kurikulum merdeka yang teliti, dengan memperhatikan prinsip berorientasi pada siswa, relevansi, dan fleksibilitas, akan membuat pelajaran Al-Qur’an Hadis bukan sekadar beban hafalan, melainkan sebagai sumber inspirasi dan pencerahan yang bisa menerangi langkah generasi muda muslim di tengah kompleksitas zaman. Dengan Prota kelas 8 yang aktif dan dinamis, guru Al-Qur’an Hadis mampu menjalankan perannya sebagai murabbi (pendidik) yang mengarahkan siswa untuk mencintai, memahami, dan menerapkan petunjuk Ilahi dalam kehidupan sehari-hari.