Setelah Prota Seni Rupa kelas 12 fase F kurikulum merdeka dibuat, langkah berikutnya adalah pelaksanaan di kelas. Guru menurunkannya menjadi Program Semester dan modul ajar. Setiap modul ajar terdiri dari rencana pembelajaran untuk satu sesi. Guru harus memastikan bahwa modul ini sejalan dengan Prota kelas 12 SMA/MA yang telah dibuat. Keselarasan tersebut penting untuk mempertahankan pencapaian akhir yang telah ditetapkan. Guru juga bisa melakukan penyesuaian selama aktivitas pembelajaran berlangsung.
Penyesuaian mungkin dilakukan mengingat dinamika di kelas. Misalnya, jika ada murid yang memerlukan lebih banyak waktu untuk berlatih, atau ada materi yang bisa disampaikan lebih cepat karena pemahaman murid yang baik. Prota kurikulum merdeka menetapkan waktu tertentu tetapi tetap memberikan ruang untuk fleksibilitas. Fleksibilitas ini mencerminkan semangat dari kurikulum merdeka sendiri. Peran guru adalah sebagai fasilitator yang responsif terhadap kebutuhan murid.
Evaluasi secara berkala atas pelaksanaan Prota kurikulum merdeka sangat dianjurkan. Guru bisa melakukan refleksi pada akhir bulan atau semester. Aktivitas refleksi ini membantu menemukan hambatan serta kendala yang muncul di lapangan. Hambatan bisa berupa kurangnya bahan atau alat yang tidak berfungsi. Selanjutnya, guru bisa mencari solusi untuk perbaikan di masa mendatang. Prota kelas 12 SMA/MA juga bisa direvisi jika diperlukan untuk tahun ajaran berikutnya. Proses perbaikan yang berkelanjutan ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pembuatan Prota Seni Rupa kelas 12 fase F kurikulum merdeka menghadapi beberapa tantangan. Tantangan pertama adalah kompleksitas materi yang sangat luas; seni rupa meliputi berbagai bidang seperti lukisan, patung, grafis, dan kriya, sehingga guru harus cermat dalam memilih materi yang sesuai. Solusinya adalah melakukan pemetaan minat murid melalui angket atau wawancara untuk menentukan prioritas materi, misalnya dengan fokus pada grafis bagi murid yang tertarik pada seni digital.
Tantangan kedua adalah keterbatasan waktu dan sarana prasarana, di mana banyak sekolah kekurangan studio seni. Guru perlu menggunakan kreativitas untuk memanfaatkan sumber daya yang ada, seperti ruang terbuka di sekolah atau bahan yang bisa didaur ulang.
Tantangan ketiga adalah penilaian capaian pembelajaran yang obyektif. Karena sifat seni rupa yang subjektif, guru perlu mengembangkan kriteria penilaian yang mencakup teknik, konsep, dan orisinalitas untuk memastikan penilaian yang fair dan bisa dipertanggungjawabkan.
Download Prota Seni Rupa kelas 12 fase F kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Prota Seni Rupa kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka lebih dari sekedar dokumen administratif. Dengan Program Tahunan yang baik, aktivitas pembelajaran menjadi lebih terarah dan mudah diukur. Guru mempunyai petunjuk yang jelas untuk setiap tahap pengajaran. Murid juga merasakan pengalaman belajar yang sistematis dan bermakna. Kreativitas tidak bisa berkembang dalam kekacauan, tetapi dalam struktur yang bersifat fleksibel. Oleh karena itu, guru Seni Rupa dituntut untuk serius dalam membuat Prota kurikulum merdeka. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi para guru seni di seluruh Indonesia. Selamat berkarya untuk masa depan yang lebih cerah.