Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 12 MA

Pembelajaran Fikih kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) menghadapi berbagai tantangan dan kesempatan. Murid berada dalam tahap krusial menjelang masuk ke perguruan tinggi, yang memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai materi seperti Muamalah Maliyah dan Ushul Fikih. Namun, ada bahaya bahwa pembelajaran tersebut akan hanya menjadi hafalan tanpa pemahaman, sehingga sangat penting untuk memperbaharui metode pengajaran supaya lebih relevan dengan kehidupan serta mempunyai nilai spiritual dan emosional.

Perangkat Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Fikih Kelas 12 MA

Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 12 Madrasah Aliyah yang didasari oleh Panca Cinta dengan metode Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful), dimulai dari Capaian Pembelajaran (CP) hingga Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

Landasan Filosofis: Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

Sebelum membuat perangkat ajar KBC Fikih kelas 12 Madrasah Aliyah, sangat penting untuk memahami dua dasar utama ini.

1. Kurikulum Berbasis Cinta dengan Panca Cinta

Panca Cinta merupakan nilai pokok yang diperkenalkan oleh Kementerian Agama RI, yang terdiri dari: Cinta Ilmu, Cinta Al-Qur’an dan Sunnah, Cinta Kebersihan, Cinta Sesama, dan Cinta Tanah Air. Nilai-nilai tersebut bukan hanya sekedar simbol, melainkan jiwa yang harus hadir dalam setiap aktivitas pembelajaran. Dalam pelajaran Fikih kelas 12 MA, Cinta Ilmu menginspirasi sikap kritis terhadap kekayaan fikih; Cinta Al-Qur’an dan Sunnah menjadikan kedua sumber utama ini sebagai acuan utama; Cinta Kebersihan bisa dihubungkan dengan thaharah dan ekologi; Cinta Sesama berperan sebagai dasar pemahaman muamalah dan keadilan sosial; serta Cinta Tanah Air membimbing fikih dalam konteks kebangsaan dan kewarganegaraan.

2. Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)

Pendekatan ini berfokus pada tiga dimensi:

  • Mindful learning mendorong murid untuk berkonsentrasi, reflektif, dan mengaitkan materi dengan diri mereka serta situasi sosial.
  • Meaningful learning menghubungkan materi Fikih kelas 12 MA dengan kehidupan nyata dan pengalaman murid, sehingga hukum fikih menjadi solusi atas permasalahan manusia.
  • Joyful learning bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inovatif, memberikan keuntungan dan kebahagiaan dalam proses belajar.

Penggabungan keduanya membentuk sebuah ekosistem dalam perangkat ajar KBC Fikih kelas 12 MA yang tidak hanya meningkatkan pemahaman (fiqh al-aqli), tetapi juga membangun karakter dan komitmen (fiqh al-qalbi).

Merancang Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 12 yang Terintegrasi

Berikut adalah penerapan integrasi tersebut dalam setiap elemen perangkat ajar KBC Fikih kelas 12 Madrasah Aliyah:

Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

CP fase F Fikih kelas 12 MA harus melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam bahasan “Muamalah Maliyah (Kontrak Bisnis Syariah),” contoh untuk aspek kognitif adalah menganalisis akad muamalah seperti murabahah dan musyarakah. Untuk aspek afektif, murid menunjukkan sikap kritis, menghargai kejujuran, dan peduli terhadap pengembangan ekonomi syariah. Aspek psikomotor mencakup simulasi akad yang sah dan berargumen dengan baik.

Dari CP, dibuat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang berurutan untuk mengintegrasikan materi Fikih kelas 12 MA dengan pendekatan Deep Learning, termasuk mengidentifikasi isu ekonomi kontemporer, menganalisis dalil syariah, memahami akad sebagai instrumen keadilan, dan berinovasi dalam proposal bisnis syariah.

Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes)

Prota dan Promes berfungsi sebagai kalender untuk pelaksanaan aktivitas pembelajaran. Pengintegrasian Panca Cinta dan Deep Learning dilakukan dengan menekankan nilai tertentu pada setiap tema serta membuat kegiatan besar yang mencerminkan pendekatan deep learning, yakni Mindful, Meaningful, dan Joyful.

Contoh untuk Promes Semester Gasal mencakup:

  • Minggu 1-4 yang membahas Thaharah dan Haji, di mana fokus pada Cinta Kebersihan dan Mindful Learning melalui refleksi terhadap simbol-simbol haji.
  • Minggu 5-10 mengupas Muamalah Maliyah, menekankan pada Cinta Sesama dan Cinta Ilmu, serta Meaningful dan Joyful Learning lewat studi kasus dan simulasi.
  • Minggu 11-16 membahas Ushul Fikih, dengan perhatian pada Cinta Al-Qur’an dan Sunnah serta Mindful dan Meaningful Learning, melacak metode ijtihad ulama terkait isu-isu kontemporer.

Pages: 1 2
You might also like
KKTP Matematika Tingkat Lanjut Kelas 12 SMA/MA Fase F

KKTP Matematika Tingkat Lanjut Kelas 12 SMA/MA Fase F

Promes Akidah Akhlak Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka

Promes Akidah Akhlak Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka

Prota Sosiologi Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

Prota Sosiologi Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

Promes Antropologi Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

Promes Antropologi Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

Promes Sosiologi Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

Promes Sosiologi Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

Promes Geografi Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

Promes Geografi Kelas 12 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka