Kurikulum merdeka merupakan sebuah inovasi. Ia memberikan kebebasan untuk guru dan murid. Seni Musik diakui sebagai salah satu pelajaran yang sangat penting. Kelas 7 SMP/MTs fase D merupakan periode perubahan yang signifikan. Maka dari itu, guru harus melakukan perencanaan dengan baik. Program semester (Promes) menjadi salah satu sarana yang digunakan.

Program Semester merupakan rencana pembelajaran untuk enam bulan. Guru membuatnya sebelum tahun ajaran dimulai. Tujuannya adalah untuk mengarahkan aktivitas belajar mengajar. Dokumen ini mencakup distribusi waktu untuk setiap materi. Ia juga mencantumkan capaian pembelajaran yang ingin dicapai. Dengan adanya Promes kurikulum merdeka, guru bisa mengatur tempo kelas. Dia juga bisa mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul.
Kurikulum merdeka memberikan lebih banyak fleksibilitas. Meski begitu, fleksibilitas masih memerlukan suatu struktur. Promes kurikulum merdeka adalah suatu struktur mingguan yang mudah diterapkan. Ia tidak kaku seperti sebelumnya. Guru bisa menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan murid. Selain itu, ia juga bisa melakukan revisi di tengah semester. Inilah salah satu keunggulan dari kurikulum merdeka.
Promes Seni Musik kelas 7 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka terdiri dari beberapa komponen penting. Pertama, informasi mengenai sekolah dan guru. Kedua, semester serta tahun ajaran. Ketiga, total alokasi waktu. Keempat, unit atau topik yang akan dipelajari. Kelima, minggu yang efektif dan tidak efektif. Keenam, jadwal untuk setiap unit. Ketujuh, catatan dan penjelasan mengenai revisi.
Setiap komponen harus diisi dengan teliti. Guru secara aktif menetapkan target pencapaian. Selanjutnya, ia menghitung total jam pembelajaran. Umumnya, Seni Musik kelas 7 SMP/MTs mendapatkan 2 jam dalam seminggu. Satu semester berlangsung sekitar 18-20 minggu efektif. Dengan demikian, total jamnya berada di kisaran 36-40 jam. Angka ini perlu dibagi ke dalam beberapa unit.
Pertama, guru perlu menganalisis kalender akademik. Tandai hari-hari libur serta aktivitas ujian sekolah. Kedua, hitung jumlah minggu efektif dalam semester ganjil. Misalnya, dari Juli hingga Desember. Ketiga, tentukan jumlah unit berdasarkan ATP kurikulum merdeka. Keempat, alokasikan jam untuk setiap unit. Kelima, siapkan jadwal mingguan yang masuk akal. Keenam, sisakan waktu untuk peninjauan dan penilaian. Ketujuh, mintalah pendapat dari rekan sejawat. Terakhir, selesaikan dan tanda tangani.
Mari kita coba dengan sebuah contoh. Semester ganjil kelas 7 SMP/MTs dimulai pada minggu kedua bulan Juli. Terdapat 20 minggu dari Juli hingga Desember. Namun, dikurangi dengan libur nasional (3 minggu) dan asesmen tengah semester (1 minggu). Jadi, minggu efektif tersisa adalah 16 minggu. Total jam = 16 x 2 = 32 jam.
Selanjutnya, kita akan membagi 32 jam ke dalam 4 unit. Unit 1: Bernyanyi Solo (8 jam). 2: Bermain Alat Musik Sederhana (8 jam). 3: Bernyanyi Bersama (8 jam). 4: Bermain Ensambel (8 jam). Dengan demikian, setiap unit mempunyai durasi 4 minggu. Ini merupakan contoh yang ideal.
Pertama, pengajar memulai semester dengan unit pertama. Kedua, murid secara aktif menjelajahi suara di sekitar mereka. Ketiga, mereka mengenali perbedaan antara suara dan keheningan. Keempat, pengajar memberikan umpan balik secara langsung. Kelima, kelas berlanjut ke unit kedua mengenai ritme. Keenam, murid membuat pola irama menggunakan tubuh mereka. Ketujuh, mereka berlatih dalam pasangan.
Kedelapan, pengajar mencatat perkembangan masing-masing murid. Kesembilan, di unit ketiga, murid mempelajari melodi. Kesepuluh, mereka memainkan alat musik sederhana. Kesebelas, pengajar melakukan asesmen tengah semester. Kedua belas, murid memperbaiki kesalahan berdasarkan umpan balik yang diterima. Ketiga belas, unit keempat merupakan puncak kolaborasi. Keempat belas, setiap kelompok menampilkan satu lagu. Kelima belas, pengajar dan murid bersama-sama merefleksikan proses yang telah dilakukan.
Guru seharusnya tidak bersikap pasif terhadap Promes Seni Musik kelas 7 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka. Ia secara aktif memantau penerapan setiap minggu. Ia juga dengan aktif mencatat segala penyimpangan dari rencana. Misalnya, jika satu unit mengalami keterlambatan karena murid mengalami kesulitan. Maka, guru akan dengan aktif mengurangi alokasi untuk unit lainnya. Atau, ia bisa memberikan waktu tambahan di luar jadwal yang sudah ada. Begitu juga, jika suatu unit selesai lebih cepat. Guru secara aktif menyisipkan aktivitas pengayaan atau proyek kecil. Singkatnya, guru merupakan pengemudi Promes kelas 7 SMP/MTs.
Kurikulum merdeka mengarahkan pembelajaran difersensiasi. Oleh sebab itu, Program Semester perlu mempunyai ruang untuk penyesuaian. Guru aktif dalam membedakan kecepatan belajar murid. Murid yang cepat bisa diberikan tantangan lebih banyak. Murid yang lambat akan mendapatkan pendampingan yang lebih khusus. Promes kurikulum merdeka yang efektif bisa memfasilitasi semua aspek ini.
Tantangan pertama adalah ketersediaan alat musik yang terbatas. Banyak sekolah tidak mempunyai instrumen yang lengkap. Solusinya, pengajar bisa dengan aktif memanfaatkan benda-benda di sekitar. Botol plastik, kaleng, atau meja dapat dijadikan alat musik.
Tantangan kedua adalah kurangnya motivasi dari murid. Beberapa murid menganggap musik tidak punya arti penting. Solusinya, pengajar secara aktif mengaitkan musik dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan menggunakan lagu-lagu yang sedang viral di media sosial.
Tantangan ketiga adalah waktu yang terbatas. Satu semester terasa cepat berlalu. Solusinya, pengajar dengan aktif mengintegrasikan musik ke dalam pelajaran lain. Misalnya, membuat ritme dari puisi Bahasa Indonesia.
Selanjutnya, tantangan keempat adalah penilaian yang bersifat subjektif. Seni musik sulit diukur dengan angka. Solusinya, pengajar menggunakan rubrik deskriptif secara aktif. Rubrik tersebut mengevaluasi proses dan usaha yang dilakukan murid.
Akhirnya, tantangan kelima adalah kurangnya pelatihan untuk pengajar. Banyak pengajar non-musik yang mengajar seni musik. Solusinya, pengajar aktif belajar secara mandiri melalui internet. Ia juga bergabung dalam komunitas pengajar musik untuk saling berbagi ilmu.
Setiap akhir semester, guru perlu mengevaluasi Promes Seni Musik kelas 7 fase D kurikulum merdeka yang telah dibuat. Apakah target yang ditetapkan sudah tercapai?, unit mana yang paling efektif?, unit mana yang menemui banyak masalah?, guru aktif mengumpulkan data dari nilai-nilai murid. Ia juga meminta pendapat dari murid. Kemudian, guru akan merevisi Promes kelas 7 SMP/MTs untuk semester berikutnya. Revisi tersebut bisa berupa perubahan alokasi waktu. Bisa juga pergantian urutan unit. Atau, penambahan metode belajar yang baru.
Proses revisi tersebut sangat penting demi peningkatan kualitas. Program Semester bukanlah dokumen yang tidak berubah. Ia berkembang sejalan dengan pengalaman guru. Dengan demikian, Promes Seni Musik kelas 7 fase D kurikulum merdeka untuk semester yang kedua akan lebih baik. Siklus ini terus berlangsung setiap tahunnya. Guru senior bisa mewariskan Promes kelas 7 SMP/MTs yang sudah matang. Selanjutnya, guru junior hanya perlu menyesuaikannya dengan konteks yang ada.
Download Promes Seni Musik kelas 7 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Promes Seni Musik kelas 7 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka merupakan perangkat penting dalam perencanaan. Ini memberikan panduan yang tepat untuk aktivitas pembelajaran. Guru terlibat secara aktif dalam membuat, melaksanakan, dan memperbarui dokumen tersebut. Dengan adanya Promes kurikulum merdeka yang baik, pengalaman belajar Seni Musik pun menjadi lebih berarti. Murid tidak hanya mempelajari teori. Mereka juga terlibat dalam membuat karya, kolaborasi, dan melakukan refleksi. Kurikulum merdeka memberikan kesempatan untuk berkreasi. Oleh karena itu, mulailah dengan Promes kelas 7 yang ringkas tetapi efektif. Jangan ragu untuk mencoba hal-hal baru.