Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah (MI) memegang posisi penting dalam pembentukan karakter. Mata pelajaran tersebut mengembangkan dasar keimanan dan perilaku baik. Anak-anak di kelas 1 berada pada fase A yang sangat penting. Fase ini adalah waktu yang krusial untuk perkembangan moral anak. Guru membutuhkan petunjuk evaluasi yang tepat dan adil. Petunjuk ini dikenal sebagai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

KKTP Akidah Akhlak kelas 1 MI fase A kurikulum merdeka berfungsi sebagai tolok ukur keberhasilan belajar murid. Guru bisa mendesain kriteria sesuai dengan kondisi murid masing-masing. Namun, ada prinsip yang harus dijaga dengan baik. Prinsip tersebut adalah keadilan dan relevansi dalam penilaian.
Materi Akidah Akhlak kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah bersifat dasar dan nyata. Anak-anak dikenalkan pada enam rukun iman. Mereka juga belajar lima rukun Islam sekaligus. Penanaman akhlak terpuji dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. Misalnya, anak belajar mengucapkan salam dan bersikap jujur. Mereka diajak mengenal asmaul husna dengan cara yang mudah. Anak-anak belajar untuk mencintai Allah dan Rasulullah secara alami. Pembelajaran berfokus pada pengenalan, bukan pada hafalan yang rumit.
Metode yang digunakan adalah belajar sambil bermain dengan cara aktif. Cerita dan lagu berfungsi sebagai media yang efektif di kelas. KKTP kurikulum merdeka harus sesuai dengan pendekatan yang menyenangkan ini. Kriteria tidak boleh mengharapkan kemampuan kognitif yang tinggi. Tujuan utama adalah perubahan sikap anak dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengamati perilaku anak dalam interaksi sosial yang nyata.
Tahap pertama adalah menentukan tujuan pembelajaran utama. Guru harus menuliskan tujuan dengan kalimat yang jelas dan mudah diukur. Tujuan tersebut harus bisa diamati pelaksanaannya dengan mudah. Selanjutnya, guru harus menentukan bukti pencapaian yang konkret di dalam kelas. Misalnya, tujuan mengenai mengenal Allah melalui ciptaan-Nya. Buktinya adalah anak bisa menyebutkan ciptaan Allah yang ada di sekitarnya.
Contoh lain tentang akhlak terpuji kepada teman adalah anak mau berbagi makanan. Setiap tujuan perlu dipecah menjadi beberapa indikator kunci. Indikator tersebut harus dibuat dari yang paling mudah ke yang lebih sulit. Guru juga harus menentukan rentang nilai atau predikat kualitatif. Predikat bisa berupa “Baik”, “Cukup”, atau “Perlu Bimbingan”.
Pembuatan KKTP Akidah Akhlak kelas 1 fase A kurikulum merdeka harus mencerminkan kemampuan rata-rata murid. Tetapi guru tidak boleh menetapkan kriteria yang terlalu tinggi atau rendah. Kriteria yang realistis akan mengarahkan anak untuk belajar.
Aspek pertama adalah sikap (afektif) yang paling penting. Akidah Akhlak kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai agama yang dalam. Guru mengamati kejujuran anak ketika melakukan tugas sehari-hari. Guru mencatat kesopanan anak saat berbicara dengan orang dewasa.
Kemudian, pengetahuan (kognitif) yang sederhana. Anak diharapkan mudah mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Namun, hafalan bukanlah tujuan utama dari pembelajaran. Pemahaman makna lebih ditekankan dibandingkan sekadar mengingat teks.
Selanjutnya, keterampilan (psikomotorik) praktis. Anak menunjukkan cara berwudhu atau shalat dengan bimbingan. Mereka juga melatih membaca doa harian secara sendiri. Ketiga aspek tersebut saling terkait dalam setiap rumusan KKTP kelas 1. Guru melakukan penilaian menyeluruh selama aktivitas belajar mengajar.
Implementasi KKTP Akidah Akhlak kelas 1 MI fase A kurikulum merdeka memerlukan teknik khusus. Lalu, guru wajib membuat catatan anekdot setiap hari secara teratur. Catatan tersebut memuat perilaku menonjol dari masing-masing murid. Portofolio karya murid juga berfungsi sebagai bukti pembelajaran yang autentik. Contohnya, lukisan pemandangan sebagai ciptaan Sang Pencipta. Hasil mewarnai kaligrafi yang sederhana juga mempunyai nilai penilaian. Guru menggunakan ceklis untuk mencatat pencapaian indikator tertentu. Ceklis ini memudahkan pemantauan perkembangan individu secara berkala.
Guru turut melibatkan orang tua lewat komunikasi yang aktif. Orang tua memberikan laporan mengenai perilaku anak di rumah. Informasi itu melengkapi penilaian yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah. Guru tidak hanya memusatkan perhatian pada hasil akhir semester. Aktivitas pembelajaran setiap hari sangat diperhatikan dengan cermat. Diskusi di kelas berfungsi untuk menggali pemahaman murid. Pertanyaan pemantik mengarahkan anak-anak untuk merespons dengan antusias.