Program Semester (Promes) merupakan dokumen yang wajib dibuat oleh guru sebagai rencana pengajaran. Dokumen tersebut mengatur semua aktivitas pembelajaran. Aktivitas pembelajaran dilakukan selama enam bulan. Para guru kelas 3 sangat memerlukan dokumen tersebut. Promes kurikulum merdeka berfungsi sebagai petunjuk dalam aktivitas belajar. Petunjuk ini mengarahkan setiap langkah yang diambil. Proses mengajar menjadi lebih terarah dan sistematis. Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan dalam mendesain aktivitas belajar. Namun, keleluasaan ini juga membawa tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab guru adalah membuatnya dengan tepat.

Tepat dalam konteks ini berarti sesuai dengan fase B. Fase B merupakan tahap kemajuan murid. Murid kelas 3 sedang dalam tahap perkembangan yang cepat. Maka dari itu, Promes Akidah Akhlak kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) fase B kurikulum merdeka perlu didesain dengan spesifik. Spesifik di sini untuk memenuhi kebutuhan kognitif murid. Kognitif mereka telah mulai berada pada tahap operasional konkret.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membaca Capaian Pembelajaran (CP). CP adalah singkatan dari capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. CP Akidah Akhlak kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah sudah tersedia untuk diakses. Guru perlu membaca CP dengan teliti. CP berisi kompetensi yang diharapkan pada akhir semester. Kompetensi ini menjadi sasaran utama.
Sasaran utama mencakup aspek kognitif dan afektif. Aspek afektif mempunyai peran penting dalam pembelajaran akidah. Guru perlu mengidentifikasi elemen-elemen dalam CP. Elemen-elemen tersebut termasuk rukun iman. Elemen lainnya berisi akhlak sehari-hari. Praktik akhlak sehari-hari sangat penting untuk dikuasai. Memahami CP menjadi landasan bagi pembuatan Promes Akidah Akhlak kelas 3 fase B kurikulum merdeka. Landasan yang kokoh akan menghasilkan rencana yang baik.
Setelah memahami CP, guru melanjutkan dengan menentukan Tujuan Pembelajaran (TP). TP adalah tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran harian. Setiap Capaian Pembelajaran menghasilkan beberapa Tujuan Pembelajaran. Banyaknya TP ditentukan oleh cakupan materi Akidah Akhlak kelas 3 MI yang diajarkan. Guru menuliskan TP menggunakan kata kerja yang operasional. Kata kerja tersebut antara lain menyebutkan dan menjelaskan. Contoh lainnya adalah menerapkan dan membedakan. Penggunaan kata kerja tersebut mempermudah dalam pengukuran hasil pembelajaran. Pengukuran hasil belajar akan lebih objektif.
Guru mengelompokkan TP ke dalam beberapa modul ajar Akidah Akhlak kelas 3 MI. Modul adalah kelompok TP yang saling berhubungan. Pengelompokan tersebut mempermudah dalam pembuatan alur pelajaran. Alur pembelajaran yang dihasilkan menjadi lebih teratur dan logis. Sistematis berarti tahapan yang dilakukan teratur dan tersusun dengan baik.
Selanjutnya, guru membuat alur tujuan pembelajaran. Alur ini dikenal dengan istilah ATP. ATP berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan CP dengan Promes kelas 3. Program Semester mengacu pada ATP kurikulum merdeka sebagai dasar dalam pembuatan. Dasar tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh kompetensi dapat tercapai.
Promes Akidah Akhlak kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka memuat kolom untuk alokasi waktu. Kolom tersebut berisikan jumlah jam pelajaran yang akan dilaksanakan. Satu jam pelajaran setara dengan 35 menit. Guru menghitung total jam efektif untuk semesternya. Jam efektif adalah waktu yang tidak terpengaruh oleh libur. Libur mencakup hari besar dan ujian. Perhitungan ini perlu dilakukan dengan sangat teliti. Kesalahan dalam perhitungan bisa mengganggu keseluruhan rencana.
Guru akan mendistribusikan jam ke setiap TP. Distribusi harus berdasarkan tingkat kesulitan dari materi Akidah Akhlak kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah. Materi yang sulit mendapatkan jatah lebih banyak. Sebaliknya, materi yang lebih mudah mendapatkan jatah lebih sedikit. Proporsi tersebut harus dilakukan secara adil dan realistis. Realistis berarti materi tersebut mudah diterapkan di dalam kelas. Selain itu, guru juga harus menyediakan waktu cadangan. Waktu cadangan berguna untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.