Dunia pendidikan di Indonesia sedang mengalami perubahan besar dengan diadopsinya kurikulum merdeka. Kurikulum ini fokus pada pembelajaran yang mendalam, relevan dengan kehidupan siswa, serta membebaskan baik bagi guru maupun siswa. Dalam hal mata pelajaran Informatika kelas 9 SMP/MTs fase D, kurikulum ini memberikan kesempatan untuk beralih dari sekadar pengajaran keterampilan teknis (coding) ke pemahaman yang lebih luas tentang pengaruh dan peranan teknologi dalam masyarakat.

Modul ajar kurikulum merdeka menjadi inti dari pembelajaran di sekolah. Ia berfungsi sebagai pedoman praktis bagi guru dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna. Untuk memastikan bahwa pembelajaran Informatika tidak hanya berfokus pada level dasar, penerapan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) menjadi hal yang mutlak. Dalam konteks ini, Deep Learning tidak hanya mencakup kecerdasan buatan, tetapi juga merupakan filosofi belajar yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan penting abad ke-21. Kerangka kerja yang efektif untuk mencapainya adalah dengan menggabungkan tiga elemen utama: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Sebelum merancang modul ajar deep learning Informatika kelas 9 kurikulum merdeka, penting untuk memahami inti dari masing-masing pendekatan ini dan bagaimana ketiganya saling terhubung.
Pendekatan ini menekankan pada kesadaran siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang mereka lakukan. Dalam modul ajar deep learning Informatika kelas 9 SMP/MTs fase D, ini berarti:
Pembelajaran dianggap bermakna ketika pengetahuan baru dihubungkan dengan pengetahuan yang sudah ada pada siswa. Dalam modul ajar deep learning Informatika kelas 9 kurikulum merdeka, hal ini dicapai melalui:
Kebahagiaan adalah pendorong utama bagi pembelajaran yang berkelanjutan. Pembelajaran yang menyenangkan bukan berarti tanpa tantangan, tetapi lebih kepada membuat lingkungan belajar di mana siswa merasa aman untuk mencoba, gagal, dan berhasil.
Ketiga pendekatan tersebut saling melengkapi satu sama lain. Sebuah proyek yang mempunyai makna (misalnya, membuat aplikasi sederhana untuk memecahkan masalah di sekolah) akan lebih mudah dipahami dengan penuh kesadaran jika siswa bisa melihat dampaknya, dan proses pengerjaannya bisa dirancang supaya menjadi pengalaman yang menggembirakan.