Setelah tujuan ditetapkan, guru menentukan urutan materi Akidah Akhlak kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah. Urutan materi harus memfasilitasi murid dalam belajar secara bertahap. Guru bisa menggunakan prinsip kedekatan pengalaman. Materi yang sesuai dengan kehidupan murid sebaiknya diajarkan lebih awal. Contohnya, adab kepada orang tua dan guru. Setelah itu, guru bisa memperluas materi ke lingkungan yang lebih besar. Selain itu, guru juga bisa menerapkan prinsip tingkat kesulitan. Materi yang lebih mudah disampaikan sebelum materi yang rumit.
Dalam Akidah Akhlak kelas 5 MI, urutan materi harus memperhatikan hubungan antara nilai-nilai. Akidah bisa menjadi dasar untuk akhlak, dan akhlak menjadi dasar untuk adab. Cerita teladan bisa menguatkan semua nilai ini. Dengan urutan seperti ini, pembelajaran menjadi lebih menyeluruh. Guru bisa merencanakan materi untuk semester ganjil dan genap.
Namun, guru tetap harus menjaga kesinambungan antara materi yang satu dengan yang lain. Murid memerlukan pemahaman yang jelas mengenai alur materi. Mereka perlu mengetahui alasan di balik pembelajaran yang dilakukan. Guru bisa menjelaskan hubungan tersebut di awal setiap sesi. Dengan demikian, murid merasa lebih siap dan memahami bahwa setiap pertemuan mempunyai tujuan. Pembelajaran tidak terasa terpisah-pisah.
ATP Akidah Akhlak kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka yang baik harus terhubung dengan asesmen dan kegiatan. Guru tidak seharusnya membuat ATP kelas 5 hanya untuk urusan administrasi. Rencana pembelajaran seharusnya benar-benar mendukung kegiatan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, setiap tujuan harus mempunyai kegiatan pendukung. Setiap tujuan juga perlu mempunyai bentuk asesmen yang relevan.
Jika tujuan mengharuskan murid untuk menjelaskan, guru bisa menggunakan tanya jawab. Tujuan mengarahkan murid untuk mengidentifikasi, guru bisa menggunakan lembar kerja. Jika tujuan meminta murid untuk mempraktikkan, maka observasi bisa digunakan. Apabila tujuan meminta murid untuk merefleksikan, jurnal sederhana bisa digunakan. Penyesuaian tersebut membuat pembelajaran lebih adil. Murid dinilai sesuai dengan kemampuan yang sedang dilatihkan.
Guru juga bisa menggunakan asesmen formatif secara berkala. Asesmen formatif membantu guru dalam memahami perkembangan murid. Jika banyak murid belum memahami suatu materi, guru bisa menjelaskan ulang. Jika murid sudah siap, guru bisa melanjutkan ke materi berikutnya. Dalam Akidah Akhlak kelas 5 MI, asesmen sikap perlu dilakukan dengan hati-hati. Guru harus mengamati kebiasaan murid dan tidak terburu-buru dalam menilai. Guru juga perlu memberikan umpan balik yang konstruktif. Umpan balik yang baik membantu murid melakukan perbaikan diri. Dengan demikian, asesmen menjadi bagian dari pembinaan akhlak di Madrasah Ibtidaiyah.
Download ATP Akidah Akhlak kelas 5 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
ATP Akidah Akhlak kelas 5 MI fase C dalam kurikulum merdeka memberikan dukungan kepada pengajar dalam mendesain pembelajaran yang fokus. Alur Tujuan Pembelajaran berfungsi sebagai penghubung antara tujuan pembelajaran dan kegiatan di kelas. ATP kurikulum merdeka seharusnya menjadi alat bantu yang bermanfaat dalam proses mengajar. Dengan pembuatan yang tepat oleh guru, pembelajaran Akidah Akhlak akan terasa lebih bermakna. Murid akan merasakan kehadiran agama dalam tindakan sehari-hari. Pada akhirnya, Madrasah Ibtidaiyah bisa membentuk generasi yang percaya, sopan, dan berakhlak baik.