BerandaATPATP PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
ATP PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian siswa. Sesuai dengan kurikulum merdeka, mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas 10 SMA fase E tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi lebih kepada pengembangan kompetensi spiritual, sosial, dan moral yang harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perencanaan pembelajaran yang terstruktur dan terukur, sehingga Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) berfungsi sebagai panduan utama.
Apa Itu Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)?
Sebelum membahas kelas 10 SMA/MA secara khusus, kita perlu memahami tempat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dalam susunan kurikulum. Kurikulum merdeka memiliki komponen sebagai berikut:
Capaian Pembelajaran (CP): Kompetensi yang harus diraih siswa di akhir setiap fase (Fase A hingga F). Fase E setara dengan kelas 10 SMA/MA.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Serangkaian tujuan yang dibuat secara berurutan dan sistematis untuk membantu guru dan siswa dalam mencapai CP. ATP kurikulum merdeka menggambarkan tahapan pencapaian kompetensi sepanjang waktu (misalnya per semester atau tahun).
Modul Ajar: Rencana pembelajaran rinci yang dibuat oleh guru berdasarkan ATP kurikulum merdeka mencakup kegiatan, materi, dan penilaian.
Dengan demikian, ATP PAI dan Budi Pekerti kelas 10 fase E kurikulum merdeka adalah panduan operasional yang mengatur urutan pembelajaran supaya siswa bisa memenuhi semua kompetensi di CP. ATP kelas 10 fase E berfungsi sebagai “jalur” yang menghubungkan siswa dari titik awal mereka menuju tujuan akhir (CP).
Karakteristik dan Fokus Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas 10
Siswa kelas 10 SMA berada dalam fase awal remaja yang sedang membangun identitas dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan. Fase E dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti dibuat untuk memenuhi kebutuhan ini dengan beberapa ciri khas:
Pendalaman dan Kontekstualisasi: Materi yang diajarkan melampaui sekadar pengenalan, melainkan dengan mendalami ajaran Islam melalui pendekatan yang lebih relevan. Siswa didorong untuk mengaitkan teks Al-Qur’an dan Hadis dengan kondisi kehidupan modern.
Penguatan Akidah dan Filosofi: Pemahaman akan akidah (tauhid) ditingkatkan dari sekadar menghafal rukun iman menjadi pemahaman tentang penerapan tauhid dalam kehidupan, misalnya dalam menolak korupsi, kejujuran ilmiah, dan tanggung jawab sosial.
Penajaman Analisis Hukum dan Moral (Fikih-Akhlak): Diskusi tentang fikih mencakup bukan hanya tata cara ibadah mahdhah, tetapi juga aspek muamalah seperti etika dalam media sosial, hak dan kewajiban dalam persahabatan, serta prinsip-prinsip ekonomi dalam Islam. Akhlak juga dianalisis secara mendalam, bukan sekadar daftar perilaku baik dan buruk.
Pendekatan Sejarah yang Reflektif: Sejarah peradaban Islam (tarikh) dipelajari untuk mengambil pelajaran berharga, memahami elemen-elemen yang memengaruhi kemajuan dan kemunduran, serta menginspirasi kontribusi bagi peradaban saat ini.
Komponen dan Contoh ATP PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Fase E
Berikut adalah contoh pengembangan ATP PAI dan Budi Pekerti kelas 10 SMA untuk satu elemen, misalnya “Al-Qur’an dan Hadis” dalam CP fase E:
Capaian Pembelajaran (CP) Fase E (Abstrak)
Siswa dapat memahami arti dan isi dari Q. S. Ali Imran (3): 190-191 dan Q. S. Ali Imran (3): 159 serta Hadis yang berkaitan dengan berpikir kritis, bersikap demokratis, dan menjaga keberlanjutan alam serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Turunan menjadi ATP Kurikulum Merdeka (Lebih Operasional dan Berurutan)
Tujuan Pembelajaran 1 (Pertemuan 1-2):
Siswa dapat membaca Q. S. Ali Imran (3): 190-191 dan Q. S. Ali Imran (3): 159 dengan tartil dan tepat.
Siswa dapat mengenali hukum tajwid yang terdapat dalam ayat-ayat tersebut.
Tujuan Pembelajaran 2 (Pertemuan 3-4):
Siswa dapat menyalin kedua ayat dengan tepat dan menjelaskan arti dari kosakata utama.
Siswa dapat menguraikan inti dari Q. S. Ali Imran (3): 190-191 mengenai tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang berakal.
Tujuan Pembelajaran 3 (Pertemuan 5-6):
Siswa dapat menganalisis isi dari Q. S. Ali Imran (3): 159 mengenai prinsip musyawarah, sikap lembut, dan permohonan ampunan.
Siswa dapat menghubungkan makna ayat dengan hadis-hadis yang mendukung pentingnya musyawarah.
Tujuan Pembelajaran 4 (Pertemuan 7-8):
Siswa dapat membahas contoh penerapan sikap demokratis (hasil musyawarah) dan berpikir kritis (merenungkan ciptaan Allah) dalam kehidupan sekolah (contohnya: organisasi OSIS, diskusi kelompok).
Siswa menyusun rencana sederhana untuk menjaga lingkungan sekolah sebagai bentuk implementasi motivasi untuk melestarikan alam (tafakur).
Tujuan Pembelajaran 5 (Pertemuan 9):
Siswa menyampaikan hasil diskusi dan rencana aksi.
Siswa melakukan refleksi tentang perubahan sikap dan pengetahuan yang telah diperoleh.