ATP kurikulum merdeka tidak akan efektif tanpa adanya strategi pembelajaran dan penilaian yang baik. Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah menggabungkan tujuan pembelajaran dengan rencana asesmen serta pendekatan pembelajaran di kelas.
Guru perlu memilih jenis asesmen yang sesuai untuk setiap tujuan pembelajaran, membuat strategi belajar yang aktif dan menyenangkan, serta memastikan keselarasan antara tujuan, kegiatan, dan asesmen. Integrasi tersebut sangat penting supaya ATP PJOK kelas 5 SD/MI menjadi bagian yang nyata dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Langkah terakhir adalah melakukan validasi dan penyesuaian untuk ATP PJOK kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka yang telah dibuat. Validasi bisa dilakukan melalui diskusi dengan rekan sejawat, forum MGMP, atau tim pengembang kurikulum di sekolah.
Tujuannya supaya ATP kurikulum merdeka relevan dengan konteks di sekolah dan keadaan nyata murid, realistis untuk diterapkan dalam batasan waktu, fasilitas, dan sarana yang tersedia, serta sesuai dengan kebijakan dan pedoman kurikulum yang berlaku.
Penyesuaian kontekstual tersebut menunjukkan bahwa ATP kelas 5 bukanlah dokumen yang kaku, tetapi alat yang dinamis yang bisa terus diperbaiki seiring dengan refleksi dan pengalaman dalam praktik pembelajaran.
Download ATP PJOK kelas 5 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
ATP PJOK kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka merupakan dasar penting dalam membuat pembelajaran yang mempunyai makna, terarah, dan berfokus pada murid. Ini membantu guru dalam membuat tujuan, materi, strategi, dan asesmen menjadi satu kesatuan yang utuh. Dengan ATP kurikulum merdeka yang dibuat dengan teliti dan diterapkan secara fleksibel, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) bukan hanya sekadar mata pelajaran yang meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membentuk karakter, sikap, dan kebiasaan hidup sehat murid. Pada akhirnya, ATP kelas 5 bukan hanya dokumen administratif, melainkan peta yang mengarah pada pembelajaran yang lebih bermakna dan membebaskan.