Kurikulum merdeka membawa perubahan signifikan. Perubahan tersebut mempengaruhi banyak aspek dalam aktivitas pembelajaran. Salah satunya adalah pembuatan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Para guru perlu memahami ATP Seni Rupa kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka dengan seksama. Ia sangat vital dalam aktivitas belajar mengajar.

Sebelum membahas Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), pahami terlebih dahulu karakteristik dari fase D. Fase D adalah periode peralihan menuju masa dewasa. Murid di kelas 9 umumnya berusia antara 14 hingga 15 tahun. Mereka mulai mengembangkan cara berpikir yang kritis. Selain itu, keterampilan motorik halus mereka semakin berkembang. Mereka juga dapat bekerja sama dalam kelompok.
Murid di kelas 9 sudah bisa menghargai seni. Mereka tidak hanya menyalin, tetapi juga membuat. Ungkapan diri menjadi sangat penting pada tahap ini. Oleh karena itu, ATP Seni Rupa kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka perlu mengakomodasi hal-hal tersebut. Guru harus membuat aktivitas belajar yang bisa menantang. Pembelajaran tersebut harus bisa mengarahkan kreativitas yang tinggi.
Selanjutnya, mari kita lihat komponen penting dari ATP kurikulum merdeka. Komponen pertama adalah capaian pembelajaran (CP) fase D. Capaian ini berasal dari pedoman kurikulum. CP Seni Rupa kelas 9 SMP/MTs fase D meliputi berbagai elemen. Elemen-elemen tersebut meliputi menggambar, melukis, dan mematung. Termasuk juga elemen mencetak dan kerajinan tangan. Setiap elemen mempunyai tujuan yang jelas. Kedua adalah tujuan pembelajaran mingguan. Tujuan ini lebih terperinci dibandingkan dengan CP.
Selanjutnya, yang ketiga adalah indikator untuk mengukur pencapaian tujuan. Indikator tersebut membantu guru dalam melakukan evaluasi. Keempat adalah alokasi waktu. Guru harus menentukan durasi untuk setiap tujuan belajar. Keempat komponen tersebut saling berhubungan. Tanpa salah satu komponen, ATP kelas 9 SMP/MTs tidak akan lengkap.
Setelah membuat ATP Seni Rupa kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka, guru akan mengimplementasikannya di kelas. Langkah pertama, guru menjelaskan tujuan pembelajaran kepada murid. Menyampaikan tujuan dengan jelas bisa meningkatkan semangat belajar. Murid menjadi sadar tentang apa yang ingin mereka capai. Selanjutnya, guru membuat aktivitas sesuai dengan urutan tujuan pembelajaran. Sebagai contoh:
Ketiga, guru melakukan asesmen secara berkelanjutan. Asesmen tersebut digunakan untuk mengukur pencapaian tiap tujuan. Hindari hanya mengandalkan ujian diakhir. Lakukan penilaian sepanjang proses. Terakhir, guru melakukan refleksi bersama murid. Refleksi ini membantu mengetahui kekuatan dan kelemahan. Hasil dari refleksi bisa menjadi umpan balik untuk memperbaiki ATP kurikulum merdeka.
Tentu ada tantangan dalam membuat ATP Seni Rupa kelas 9 fase D kurikulum merdeka. Tantangan pertama adalah menentukan urutan yang tepat. Urutan yang tidak tepat bisa membuat murid merasa frustasi. Solusinya, guru perlu memahami peta kompetensi. Peta tersebut menunjukkan tingkat kesulitan materi. Mulailah dengan materi yang lebih mudah sebelum beralih ke yang lebih sulit. Kedua adalah keterbatasan waktu. Satu tahun ajaran terkesan sangat singkat. Solusinya, guru perlu memprioritaskan tujuan yang penting. Tidak semua tujuan perlu diajarkan dengan mendalam. Pilihlah tujuan yang paling berdampak pada kemampuan akhir.
Tantangan yang ketiga adalah perbedaan kemampuan di antara murid. Murid kelas 9 mempunyai tingkat kemampuan yang bervariasi. Solusinya, guru harus mengadakan aktivitas yang berbeda-beda. Aktivitas tersebut harus bisa mengakomodasi murid yang lambat dan yang cepat. Dengan demikian, ATP kelas 9 SMP/MTs akan menjadi lebih fleksibel dan mudah disesuaikan.
ATP Seni Rupa kelas 9 fase D kurikulum merdeka tidak bersifat terpisah. Ia sangat berkaitan dengan modul ajar. Modul ajar adalah petunjuk untuk melaksanakan aktivitas belajar. Guru membuat modul ajar berdasarkan alur. Konten modul ajar lebih terperinci dibandingkan dokumen ini. Modul ajar mencakup langkah-langkah yang harus dilakukan setiap hari. Selain itu, modul ajar juga dilengkapi dengan lembar kerja bagi murid. Tak hanya itu, modul ajar mengandung instrumen penilaian.
Oleh karena itu, ATP kurikulum merdeka harus dibuat terlebih dahulu. Setelah selesai, barulah buat modul ajar Seni Rupa kelas 9 SMP/MTs. Proses tersebut tidak boleh dibalik. Perangkat ini merupakan dasar untuk modul ajar. Dasar yang kokoh menghasilkan aktivitas pembelajaran yang berkualitas.
ATP Seni Rupa kelas 9 fase D kurikulum merdeka bersifat fleksibel, bukan tetap. Guru perlu melakukan evaluasi secara rutin. Evaluasi sebaiknya dilakukan setiap akhir semester. Caranya adalah dengan mengumpulkan data pencapaian murid. Data tersebut bisa menggambarkan keberhasilan setiap tujuan. Jika terdapat banyak murid yang tidak mencapai tujuan, maka perlu dilakukan revisi. Mungkin urutan tujuan terlalu sulit. Mungkin juga alokasi waktu tidak tepat.
Revisi tidak harus berubah secara menyeluruh. Cukup dengan mengubah urutan atau menambah waktu. Setelah itu, coba terapkan ATP kelas 9 SMP/MTs yang telah direvisi. Proses tersebut dikenal sebagai siklus perbaikan yang berkelanjutan. Dengan evaluasi yang rutin, kualitasnya akan meningkat. Kualitas yang baik akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar murid.
Guru Seni Rupa kelas 9 SMP/MTs tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan guru lain sangat dianjurkan. Bentuklah kelompok kerja guru seni rupa. Di dalam kelompok tersebut, para guru bisa berbagi pengalaman dalam membuat ATP kurikulum merdeka. Seorang guru mungkin mempunyai ide urutan yang menarik. Guru yang lain mungkin juga mengalami masalah serupa. Diskusikan solusinya bersama-sama dengan aktif.
Selain itu, minta pendapat dari guru pelajaran lainnya. Misalnya, guru bahasa Indonesia bisa membantu dalam merumuskan kalimat. Guru matematika bisa membantu dalam pengurutan yang logis. Kolaborasi antar disiplin ilmu bisa memperkaya alur. Hasilnya, ATP kelas 9 SMP/MTs akan menjadi lebih menyeluruh dan terintegrasi.
ATP Seni Rupa kelas 9 fase D kurikulum merdeka tidak hanya berguna untuk guru. Murid juga mendapatkan manfaat darinya. Pertama, murid mempunyai tujuan belajar yang jelas. Mereka tidak bingung harus mulai dari mana. Kedua, murid mudah belajar secara mandiri. Urutan tujuan yang logis membantu mereka belajar di rumah.
Ketiga, murid merasa lebih termotivasi. Setiap kali mereka mencapai tujuan kecil, mereka merasa bangga. Keempat, murid bisa melakukan refleksi diri. Mereka bisa menilai apakah sudah memahami tiap tujuan. Kelima, murid siap menghadapi ujian. Karena ujian didasarkan pada tujuan yang telah mereka pelajari. Jadi, ATP kurikulum merdeka membuat pengalaman belajar yang positif.
Download ATP Seni Rupa kelas 9 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah inti dari kurikulum merdeka. ATP Seni Rupa kelas 9 SMP/MTs fase D harus dibuat dengan hati-hati. Hal ini supaya aktivitas pembelajaran seni rupa menjadi lebih efektif. Murid kelas 9 juga siap untuk berkarya dengan rasa percaya diri. Akhir kata, mari kita wujudkan pendidikan seni yang mempunyai makna.