(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 11
2 menit membaca
Share this:
2. Fase Eksplorasi dan Perancangan (Joyful & Meaningful):
Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk saling berbagi kain perca dan mendiskusikan ide produk (Joyful).
Mereka melakukan riset kecil mengenai teknik quilting dan appliqué melalui video tutorial, lalu bereksperimen dengan membuat sampel kecil (Joyful).
Setiap siswa (atau kelompok) kemudian merancang produk mereka sendiri, membuat sketsa, serta menyusun daftar bahan dan alat yang diperlukan. Mereka juga diminta untuk menuliskan “cerita” yang ingin mereka sampaikan melalui karya mereka (Meaningful).
3. Fase Kreasi (Mindful & Joyful):
Dalam suasana kelas yang mendukung, mungkin dengan musik instrumental mengalun, siswa mulai membuat karya mereka (Mindful).
Guru berkeliling untuk memberikan bantuan teknis, namun lebih berfungsi sebagai fasilitator yang mengajak eksplorasi. Pertanyaan seperti, “Coba rasakan, jahitan seperti apa yang menurutmu paling kuat dan menarik?” bisa diajukan (Mindful).
Suasana bengkel kerja yang aktif dan penuh kerjasama dibentuk. Siswa bebas bertukar ide dan meminta pendapat satu sama lain (Joyful).
4. Fase Refleksi dan Presentasi (Meaningful & Joyful):
Setelah produk selesai, siswa menghitung biaya produksi dan menetapkan harga jual dengan mempertimbangkan nilai usaha dan waktu yang dihabiskan (Meaningful).
Diadakan “Galeri Keberlanjutan” di dalam kelas. Setiap siswa memamerkan karya mereka dan mempresentasikannya kepada “tamu” (guru dan siswa lain). Mereka menceritakan tentang inspirasi, proses, tantangan, dan makna karya tersebut dari perspektif lingkungan (Meaningful & Joyful).
Sesi refleksi akhir: “Apa pelajaran paling berharga yang kalian dapatkan dari proyek ini? Bagaimana perasaan kalian melihat limbah bisa disulap menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat?” (Mindful).
Silahkan download modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 11 kurikulum merdeka klik disini
Penutup
Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 11 SMA/MA fase F kurikulum merdeka yang dilaksanakan dengan pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning tidak hanya bertujuan untuk memenuhi persyaratan kurikulum. Ini merupakan sebuah investasi dalam membentuk generasi yang bukan hanya handal, tetapi juga mempunyai kesadaran, empati, berpikir kritis, dan kreatif. Mereka mempelajari tentang kehidupan, tentang keberlanjutan, tentang menghargai proses, serta tentang potensi mereka sendiri untuk menciptakan perubahan, diawali dari selembar kain perca, sepotong kayu, atau sehelai rotan.