BerandaDeep Learning(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Rekayasa Kelas 12 SMA/MA
(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Rekayasa Kelas 12 SMA/MA
2 menit membaca
Share this:
Contoh Penerapan Modul Ajar Deep Learning Prakarya Rekayasa Kelas 12
Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas, berikut adalah contoh kegiatan yang bisa dilaksanakan dalam modul ajar deep learning Prakarya Rekayasa kelas 12 kurikulum merdeka:
Topik: Desain Sistem Pendeteksi Kebocoran Gas Secara Otomatis
Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menganalisis cara kerja sensor gas dan mendesain alat pendeteksi kebocoran gas yang berbasis mikrokontroler Arduino.
Langkah-Langkah Kegiatan:
Eksplorasi
Siswa melakukan penelitian tentang kasus kebocoran gas LPG dalam rumah.
Guru memulai dengan video fenomena tersebut dan diskusi mengenai dampak lingkungan serta keselamatan.
Analisis Konsep
Siswa mempelajari fungsi sensor MQ-2, relay, dan buzzer.
Diskusi dilaksanakan untuk memahami hubungan antara sensor, arus listrik, dan sistem peringatan otomatis.
Sintesis dan Penerapan
Kelompok siswa membuat alat pendeteksi kebocoran gas dengan menggunakan mikrokontroler.
Pengujian dilakukan untuk memastikan alat berfungsi sesuai dengan desain yang diinginkan.
Refleksi dan Presentasi
Siswa mencatat proses kerja mereka dalam portofolio.
Setiap kelompok menyampaikan presentasi mengenai hasil dan pembelajaran yang didapat.
Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mengasah empati, rasa tanggung jawab sosial, dan kesadaran akan pentingnya keselamatan serta inovasi yang berkelanjutan.
Silahkan download modul ajar deep learning Prakarya Rekayasa kelas 12 kurikulum merdeka klik disini
Penutup
Penerapan modul ajar deep learning Prakarya Rekayasa kelas 12 SMA/MA fase F merupakan langkah strategis untuk mencapai tujuan kurikulum merdeka, yakni membuat pembelajar yang mampu belajar sepanjang hayat, kreatif, reflektif, dan berinovasi.
Dengan memahami konsep secara mendalam, menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, serta menerapkan proses reflektif di setiap tahap pembelajaran, siswa tidak hanya menjadi ahli di bidang teknologi, tetapi juga penghasil solusi inovatif yang mempunyai karakter dan etika.