Penerapan kurikulum merdeka mengakibatkan perubahan signifikan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu perubahan yang menonjol adalah penerapan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). KKTP kurikulum merdeka berperan sebagai rujukan untuk menilai seberapa berhasil murid dalam belajar.

Para guru bisa memanfaatkan KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) fase E kurikulum merdeka untuk menilai kemampuan murid dengan cara yang lebih objektif dan terarah. Oleh karena itu, pembuatan KKTP kelas 10 harus dilakukan dengan teliti supaya hasil penilaian benar-benar mencerminkan kemampuan murid.
Pembuatan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) tidak bisa dilakukan sembarangan. Guru perlu memahami komponen-komponen penting yang menjadi dasar dalam menilai keberhasilan murid. Setiap komponen mempunyai peranan yang saling melengkapi untuk menghasilkan sistem penilaian yang objektif, terukur, dan selaras dengan prinsip kurikulum merdeka. Komponen dalam KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah fase E kurikulum merdeka membantu guru dalam mengevaluasi kemampuan murid secara menyeluruh, mencakup pengetahuan hingga penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami komponen utama KKTP kurikulum merdeka, guru bisa membuat kriteria yang lebih jelas dan mudah diterapkan. Hal ini juga memberikan murid gambaran konkret tentang target pembelajaran yang harus dicapai. Oleh karena itu, setiap komponen perlu dibuat berdasarkan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan supaya proses asesmen bisa berlangsung dengan efektif dan membawa manfaat maksimal bagi semua pihak.
Indikator pencapaian tujuan pembelajaran adalah komponen pertama yang harus diperhatikan dalam merumuskan KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka. Ia berfungsi sebagai penanda keberhasilan murid dalam mencapai kompetensi yang diinginkan. Guru harus merumuskan indikator dengan spesifik supaya mudah diamati dan diukur melalui berbagai metode asesmen. Semakin jelas indikator yang dibuat, semakin mudah bagi guru untuk menentukan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran.
Dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah, indikator bisa mencakup kemampuan membaca ayat Al-Qur’an dengan benar, menjelaskan makna hadis, mengenali nilai-nilai akhlak, hingga menganalisis pesan dalam suatu ayat atau hadis. Setiap indikator harus merepresentasikan kemampuan yang bisa ditunjukkan murid selama kegiatan belajar. Dengan demikian, guru mempunyai dasar yang kuat untuk melakukan penilaian.
Indikator yang baik seharusnya menggunakan kata kerja operasional yang jelas. Contohnya adalah menjelaskan, mengidentifikasi, menganalisis, menyimpulkan, atau menerapkan. Penggunaan kata kerja yang tepat membantu menghindari berbagai penafsiran saat melakukan asesmen. Selain itu, indikator juga harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan murid supaya target yang ditetapkan menjadi realistis dan mudah dicapai.
Adanya indikator yang mudah diukur membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih terarah. Guru bisa mendesain strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Di sisi lain, murid akan lebih memahami kemampuan yang perlu mereka kuasai selama kegiatan pembelajaran. Kondisi tersebut akan membuat keterhubungan yang kuat antara tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, dan hasil asesmen.
Komponen selanjutnya dalam KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 10 fase E kurikulum merdeka adalah kriteria ketuntasan yang jelas dan bisa diukur. Kriteria tersebut digunakan untuk menentukan batasan keberhasilan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kurikulum merdeka, kriteria ketuntasan tidak selalu harus berupa angka. Dalam situasi ini, guru bisa menggunakan deskripsi capaian pembeajaran, rubrik penilaian, atau interval nilai sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang ada.
Kriteria yang jelas sangat penting untuk membantu guru dalam menilai hasil belajar dengan cara yang objektif. Dengan adanya kriteria, murid mudah memahami standar yang harus mereka capai sejak awal kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, dalam merumuskan kriteria, perlu dipertimbangkan kompleksitas materi, karakteristik murid, dan juga keadaan lingkungan belajar. Dengan pendekatan tersebut, KKTP kelas 10 yang ditetapkan akan menjadi lebih relevan dan mudah diterapkan dengan lebih efektif.
Di dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 10 MA, guru bisa menetapkan kriteria berdasarkan seberapa baik pemahaman murid terhadap materi yang diajarkan. Misalnya, murid dikatakan berhasil mencapai tujuan pembelajaran jika mereka mampu menjelaskan isi ayat dengan benar, menghubungkan pesan ayat dengan kehidupan sehari-hari, serta menunjukkan sikap yang sejalan dengan nilai-nilai yang telah dipelajari. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh dibandingkan hanya melihat hasil tes tertulis.
Kriteria yang mudah diukur juga mempermudah guru dalam memberikan masukan kepada murid. Dengan demikian, guru bisa menjelaskan mana saja aspek yang telah dikuasai dan mana yang masih perlu diperbaiki. Sebagai hasilnya, kegiatan pembelajaran tidak hanya berhenti pada pemberian nilai, tetapi juga melanjutkan dengan upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi murid secara berkelanjutan.