Transformasi pendidikan melalui kurikulum merdeka telah membawa perubahan dalam cara pandang guru terhadap penilaian. Sebelumnya, penilaian lebih terpusat pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang umumnya bersifat seragam. Saat ini, telah diperkenalkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), yang lebih menekankan pada kedalaman pemahaman kompetensi yang telah dikuasai.

Bagi guru, KKTP Bahasa Arab kelas 12 fase F kurikulum merdeka bukan sekadar alat ukur, melainkan juga acuan dalam aktivitas pembelajaran guna mencapai dimensi profil lulusan yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Arab di Madrasah Aliyah (MA), memahami bacaan sastra dan keagamaan, serta menghargai budaya Arab.
Sebelum membuat instrumen penilaian, sangat penting untuk memahami bahwa Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) bersifat fleksibel dan kontekstual. Tidak ada pengukuran nasional yang baku untuk tingkat ketuntasan. KKTP kurikulum merdeka ditentukan oleh guru atau lembaga pendidikan sesuai dengan tingkat kesulitan materi, dukungan yang tersedia, serta karakteristik murid.
Dalam pelajaran Bahasa Arab kelas 12 Madrasah Aliyah fase F, terdapat tiga pendekatan utama dalam menetapkan KKTP kurikulum merdeka:
Pendekatan deskriptif rubrik adalah yang paling dianjurkan untuk Bahasa Arab kelas 12 MA fase F. Mengapa? Karena kemampuan bahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, menulis) tidak bisa disimplifikasi hanya menjadi angka tanpa disertai penjelasan kualitatif mengenai apa yang bisa dilakukan murid.
Kelas 12 fase F adalah tahap akhir dari pembelajaran Bahasa Arab di jenjang Madrasah Aliyah (MA). Berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru, fokus pembelajaran pada fase ini meliputi:
Oleh karena itu, KKTP Bahasa Arab kelas 12 fase F kurikulum merdeka harus mencakup keempat keterampilan ini dengan indikator yang terukur.
Langkah pertama dalam menetapkan tujuan pembelajaran adalah memecah capaian pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran yang spesifik dan terukur.
Setelah TP ditetapkan, langkah berikutnya adalah mendefinisikan “apa yang diharapkan” sebagai bukti pencapaian. Sebagai contoh, untuk kelas 12, murid diharapkan bisa merangkum pesan moral dari biografi tokoh Islam, mempresentasikan fenomena sosial dalam bahasa Arab, dan menyusun surat pembaca mengenai isu lingkungan. Penting untuk merumuskan kriteria untuk setiap tujuan pembelajaran supaya pencapaian bisa diukur. Kriteria tersebut bisa mencakup elemen seperti pengucapan, terjemahan, dan ringkasan. Deskripsi pencapaian tidak selalu perlu berupa angka, namun bisa menggunakan istilah seperti “Baru Berkembang”, “Lancar”, atau “Mahir”.
Membuat KKTP Bahasa Arab kelas 12 fase F kurikulum merdeka mempunyai tantangan tersendiri. Murid berada di tahap transisi menuju pendidikan lebih tinggi atau dunia kerja. Guru harus menjamin bahwa KKTP kelas 12 tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga keterampilan abad ke-21 (4C).
KKTP kelas 12 yang sempurna dimulai dari pemetaan awal. Sebelum menetapkan kriteria, penting untuk melakukan asesmen diagnostik guna memahami kemampuan awal murid. Apakah sebagian besar murid telah menguasai fi’il madhi/mudhari’? Apakah mereka masih mengalami kesulitan dalam membedakan isim nakirah dan ma’rifah? Informasi tersebut akan memengaruhi apakah kriteria yang kita tetapkan terlalu tinggi atau rendah.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) tidak bisa diukur hanya melalui ujian tulis pada akhir semester. Dalam fase F, sangat dianjurkan untuk menggunakan portofolio.
Setiap tugas proyek ini harus disertai dengan rubrik KKTP Bahasa Arab kelas 12 Madrasah Aliyah yang spesifik. Contohnya, dalam proyek vlog, kriterianya bisa mencakup: pengucapan (makhraj), intonasi (nagham), struktur kalimat (tarkib), dan keragaman kosakata (mufradat).
Salah satu keuntungan dari kurikulum merdeka adalah adanya pembelajaran yang diferensiasi. KKTP Bahasa Arab kelas 12 Madrasah Aliyah yang baik harus bisa memenuhi kebutuhan belajar murid yang bervariasi.
Misalnya, TP-nya adalah “Membuat kalimat sempurna (jumlah mufidah) dengan pola Fi’il + Fa’il + Maf’ul bih”.
Di sini KKTP kelas 12 berfungsi sebagai alat untuk instruksi yang berbeda. Guru tidak membandingkan hasil murid A dengan murid B, tetapi membandingkan hasil murid A dengan titik awal dan target yang sudah ditentukan untuknya.
Dalam praktiknya, banyak guru merasa kesulitan dalam membuat KKTP Bahasa Arab kelas 12 Madrasah Aliyah fase F kurikulum merdeka. Berikut ini adalah tantangan umum beserta solusinya:
Download KKTP Bahasa Arab kelas 12 fase F kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
KKTP Bahasa Arab kelas 12 Madrasah Aliyah fase F kurikulum merdeka tidak berfungsi sebagai alat hukuman untuk murid dengan nilai rendah, melainkan sebagai cerminan yang menunjukkan perkembangan mereka dalam belajar bahasa Arab. Bagi murid, ini merefleksikan sejauh mana mereka telah belajar, dan bagi guru, ini menunjukkan seberapa efektif metode pengajaran mereka. Saat murid meninggalkan sekolah, mereka akan lebih diingat untuk kemampuan membaca teks Arab, berkomunikasi dengan teman dari Mesir, dan menulis doa dalam huruf Arab daripada sekadar nilai di rapor. Oleh karena itu, KKTP kurikulum merdeka harus dibuat dengan makna yang lebih dalam, menjadi gambaran pertumbuhan dan bukan hanya angka. Dengan pendekatan yang kontekstual, adaptif, dan humanis, diharapkan pembelajaran Bahasa Arab kelas 12 MA bisa menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara linguistik, tetapi juga mencintai keindahan bahasa Al-Qur’an dan peradabannya.