Kurikulum merdeka didesain untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu perangkat penting dalam kurikulum ini adalah KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran). Para guru memerlukan KKTP Bahasa Arab kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) fase C kurikulum merdeka sebagai pedoman dalam penilaian.

Murid diharapkan dapat memahami ungkapan-ungkapan sederhana. Ungkapan tersebut berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, seperti ucapan selamat, pengenalan diri, dan perpisahan. Selain itu, murid bisa merespons instruksi lisan yang sederhana. Murid juga diharapkan bisa melafalkan huruf hijaiyah dengan benar, sesuai dengan makhraj dan sifat hurufnya.
Murid diharapkan dapat membaca teks pendek yang terdiri dari 3-5 kalimat. Teks tersebut bertema keluarga, sekolah, atau lingkungan sekitar. Murid juga akan mengenal kosakata baru yang sesuai dengan tema yang dipelajari. Selain itu, murid akan membaca tulisan Arab tanpa harakat, yang merupakan awal dari pembelajaran mereka.
Murid harus dapat menulis kata dan kalimat yang sederhana. Tulisan mereka harus jelas dan mudah dibaca. Murid juga perlu menyalin teks pendek dengan akurat. Kemudian, mereka akan melengkapi kalimat yang belum lengkap. Aktivitas tersebut membantu mereka memahami struktur kalimat dengan lebih baik dan mengembangkan keterampilan menulis secara bertahap.
Murid akan mempelajari isim, fi’il, dan huruf. Mereka juga akan mengenali dhomir (kata ganti). Dhomir untuk laki-laki dan perempuan akan diperkenalkan. Selain itu, murid akan belajar angka dari 1 hingga 10 dalam bahasa Arab. Pengetahuan tersebut akan mendukung keempat keterampilan berbahasa yang ada.
Pertama, KKTP Bahasa Arab kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah fase C kurikulum merdeka harus jelas dan terukur. Setiap tujuan pembelajaran harus mempunyai kriteria yang spesifik. Kriteria tersebut harus mencerminkan perilaku murid, misalnya, “Murid dapat menyebutkan lima nama anggota keluarga” daripada hanya “Murid memahami anggota keluarga”. Kedua, harus menggunakan kata kerja yang operasional, seperti mengidentifikasi, mencontohkan, atau mempraktikkan.
Ketiga, KKTP kelas 6 harus bersifat informatif. Baik guru maupun murid perlu memahami arti di balik capaian tersebut. Sebagai contoh, istilah “lancar” perlu dijelaskan lebih lanjut. Lancar diartikan sebagai tanpa jeda yang panjang dan tanpa kesalahan yang serius. Keempat, harus mempertimbangkan perkembangan murid. Setiap murid belajar dengan kecepatan yang berbeda-beda, sehingga harus fleksibel namun tetap terarah.
Kelima, harus terhubung erat dengan asesmen. Asesmen seharusnya didesain berdasarkan kriteria yang ada. Hasil asesmen akan dimaknai mengikuti KKTP kurikulum merdeka yang telah ditentukan. Hal tersebut membuat penilaian mempunyai arti dan bermanfaat. Guru bisa memberikan umpan balik yang tepat untuk membantu murid meningkatkan kemampuan mereka.
Guru perlu merencanakan asesmen yang sesuai. Asesmen bisa berupa tes lisan atau tulisan. Misalnya, untuk kemampuan berbicara, guru bisa melakukan percakapan singkat dengan murid. Kinerja murid dicatat berdasarkan rubrik yang merujuk pada KKTP Bahasa Arab kelas 6 fase C kurikulum merdeka yang telah dibuat.
Selanjutnya, untuk kemampuan menulis, guru memberikan lembar kerja kepada murid. Lembar kerja ini berisi tugas untuk menyalin kalimat atau melengkapi dialog yang kosong. Guru kemudian menilai hasil tulisan murid berdasarkan kriteria, yang mencakup kebenaran bentuk huruf, keterbacaan, kerapian, serta ketepatan ejaan dan harakat.
Asesmen juga bisa dilakukan dengan metode portofolio. Murid diminta mengumpulkan karya terbaik mereka, seperti kartu perkenalan, daftar kosakata, atau rekaman suara. Guru akan mengevaluasi portofolio tersebut secara berkala dan memberikan umpan balik tertulis yang merujuk pada KKTP kurikulum merdeka.
Proses asesmen harus berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya di akhir semester. Guru melakukan asesmen formatif setiap minggu untuk memantau kemajuan murid. Hasil dari asesmen akan digunakan untuk memperbaiki aktivitas pembelajaran. Dengan demikian, KKTP kelas 6 berfungsi sebagai alat untuk mengontrol, bukan hanya sekadar alat penilaian di akhir.