Kriteria ketuntasan menjadi komponen penting dalam KKTP Fikih kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka. Pendidik perlu menetapkan batas pencapaian yang realistis sesuai dengan kemampuan murid. Dalam kurikulum merdeka, ketuntasan tidak selalu dinyatakan dalam bentuk angka. Pendidik bisa menggunakan kategori seperti “mulai berkembang”, “berkembang sesuai harapan”, dan “sangat berkembang”.
Pendekatan tersebut membuat penilaian terasa lebih fleksibel dan manusiawi. Murid tidak lagi terbebani dengan pencarian angka tinggi. Mereka lebih termotivasi untuk memahami kegiatan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan secara bertahap. Pendidik juga lebih mudah memberikan umpan balik yang konstruktif.
Kriteria ketuntasan harus dibuat berlandaskan karakteristik materi dan kondisi murid. Materi praktik biasanya memerlukan standar penilaian yang berbeda dibandingkan materi teori. Oleh karena itu, pendidik perlu menyesuaikan kriteria ketuntasan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Komponen terakhir yang juga sangat penting adalah umpan balik pembelajaran. Setelah melakukan asesmen, guru sebaiknya memberikan masukan yang jelas kepada murid. Umpan balik membantu murid mengenali kekuatan dan kelemahan mereka dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam pembelajaran Fikih kelas 10 MA, umpan balik bisa diberikan secara lisan atau tertulis. Guru bisa memberikan penghargaan kepada murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran. Di sisi lain, guru juga perlu memberikan bimbingan kepada murid yang masih menghadapi kesulitan. Pendekatan ini membantu murid meningkatkan motivasi belajar.
Umpan balik yang baik akan menjalin hubungan positif antara guru dan murid. Murid merasa diperhatikan dan dibimbing selama kegiatan pembelajaran. Keadaan ini membuat lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif. Pada akhirnya, penerapan KKTP kurikulum merdeka yang lengkap dan terstruktur bisa meningkatkan kualitas pembelajaran Fikih di Madrasah Aliyah.
Download KKTP Fikih kelas 10 fase E kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
KKTP Fikih kelas 10 MA fase E dalam kurikulum merdeka berperan penting dalam cara mengajar masa kini. Sistem ini memudahkan pengajar untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pendidikan dengan lebih komprehensif. Pengajar tidak hanya fokus pada hasil akhir. Pengajar juga menilai cara murid belajar. Metode ini menjadikan kegiatan pembelajaran di Madrasah Aliyah lebih bersifat manusiawi dan sesuai dengan tuntutan zaman.