Kurikulum merdeka merupakan terobosan baru dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pendekatan tersebut fokus pada pembelajaran yang berpusat kepada murid. Peran guru sebagai pendamping yang aktif dalam aktivitas pembelajaran sangat penting. Salah satu perangkat utama dalam kurikulum tersebut adalah KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran). Guru menggunakan KKTP SKI kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) fase C kurikulum merdeka untuk menilai keberhasilan belajar murid secara adil.

KKTP SKI kelas 5 fase C kurikulum merdeka terbuat dari beberapa komponen penting diantaranya:
Capaian Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) fase C di Madrasah Ibtidaiyah sangat luas dan mendetail. Murid kelas 5 telah masuk pada fase C dalam perkembangan kognitif mereka. Mereka mulai bisa berpikir secara lebih abstrak dan urut dalam waktu.
CP SKI kelas 5 MI fase C terdiri dari beberapa elemen utama. Pertama, murid memahami sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kedua, murid belajar mengenai periode Mekkah dan Madinah. Ketiga, murid mempelajari kepemimpinan khulafaurrasyidin. Keempat, murid mengenali perkembangan Islam di Nusantara. Kelima, murid belajar menghargai peninggalan sejarah Islam yang ada di Indonesia.
Capaian tersebut membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam dibanding sekadar menghafal. Murid diarahkan untuk mengambil pelajaran dari sejarah. Mereka juga diharapkan meneladani figur-figur dalam sejarah Islam. Guru perlu mengimplementasikan CP ini ke dalam KKTP SKI kelas 5 fase C kurikulum merdeka yang praktis.
Indikator berfungsi sebagai tanda yang spesifik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap tujuan pembelajaran biasanya mempunyai beberapa indikator yang mendukung. Indikator tersebut harus mudah untuk diukur dan diobservasi. Contohnya, “Murid dapat menyebutkan nama pasukan dalam Perang Uhud.” Contoh lainnya adalah “Murid dapat mengurutkan peristiwa Fathu Makkah dengan benar.” Indikator juga bisa berupa keterampilan proses, misalnya, “Murid dapat membuat peta konsep mengenai Khulafaurrasyidin.” Atau “Murid dapat mempresentasikan hasil diskusi tentang kedatangan Islam.”
Indikator yang baik mencakup berbagai tingkat kognitif, mulai dari pengingatan (C1) sampai penciptaan (C6). Guru SKI kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah perlu memastikan bahwa indikator mencakup seluruh ranah. Ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik harus terwakili. Indikator yang bervariasi akan menghasilkan penilaian yang lebih objektif dan adil.
Kriteria pencapaian mencerminkan tingkat penguasaan yang dimiliki murid. Umumnya, kriteria tersebut dibagi dalam beberapa level. Dalam kurikulum merdeka, terdapat istilah “cukup”, “baik”, dan “sangat baik”. Setiap level mempunyai deskripsi yang spesifik dan berbeda. Deskripsi “cukup” menunjukkan bahwa murid memenuhi sebagian dari indikator yang ada. Level “baik” deskripsinya menunjukkan bahwa murid memenuhi seluruh indikator yang ditetapkan. Deskripsi “sangat baik” mengindikasikan bahwa murid telah melampaui kriteria yang ditentukan. Jika diperlukan, guru bisa menambahkan kategori “perlu bimbingan”.
Penentuan kriteria harus dilakukan secara bersama-sama. Guru SKI kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah bisa berdiskusi dengan rekan-rekannya. Diskusi tersebut membantu menjamin konsistensi penilaian di berbagai kelas. Kriteria juga harus dijelaskan kepada murid sejak awal. Murid akan mengetahui target yang perlu mereka capai. Kejelasan kriteria bisa meningkatkan motivasi belajar murid.
Pembuatan KKTP SKI kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka tidak lepas dari tantangan yang ada. Tantangan yang pertama adalah menentukan indikator yang sesuai. Sering kali, indikator yang dihasilkan terlalu mudah atau terlalu sulit. Solusi untuk masalah ini adalah melakukan analisis CP secara menyeluruh. Guru juga perlu memahami sifat-sifat murid kelas 5.
Tantangan kedua adalah keterbatasan waktu dan sumber daya. Guru sering kali merasa terbebani oleh tugas administratif. Solusi untuk hal ini adalah mendesain KKTP kelas 5 dengan cara yang sederhana namun tetap efektif. Selanjutnya, guru bisa menggunakan format yang telah disediakan oleh pemerintah.
Tantangan ketiga adalah menjaga konsistensi penilaian antar guru. Perbedaan dalam pemahaman bisa menyebabkan ketidakadilan. Solusinya adalah melaksanakan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Akhirnya, MGMP menjadi ruang untuk berbagi praktik baik dalam pembuatan KKTP kelas 5. Kerja sama antar guru sangat dianjurkan dalam kurikulum merdeka.
Ada beberapa teknik yang bisa digunakan guru dalam membuat KKTP SKI kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka, diantaranya adalah:
KKTP SKI kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka tidak bersifat statis dan kaku. Selanjutnya, guru perlu melakukan evaluasi secara rutin. Evaluasi bisa dilakukan di akhir setiap semester. Guru meninjau kembali efektivitasnya yang telah diterapkan.
Umpan balik dari murid dan orang tua sangat bernilai. Guru juga harus mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Revisi akan dilakukan jika ditemukan kekurangan atau ketidaksesuaian.
Contoh dari revisi tersebut misalnya menyederhanakan indikator yang terlalu rumit. Atau misalnya, menambah kriteria untuk keterampilan di abad 21. KKTP kurikulum merdeka yang telah direvisi akan menjadi lebih baik dan akurat. Hasilnya, proses revisi ini mencerminkan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan. Guru yang reflektif selalu memperbarui perangkat ajarnya.
Download KKTP SKI kelas 5 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) merupakan perangkat utama dalam kurikulum merdeka. Kemudian, KKTP SKI kelas 5 MI fase C memberikan pedoman yang jelas. Setelah itu, penerapannya memerlukan dedikasi dan kerja keras. Namun, hasil yang diperoleh sebanding dengan usaha yang dilakukan. Hasilnya, aktivitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Karakter Islami murid juga berkembang dengan lebih baik. Mari kita terus mengembangkan diri dan berinovasi dalam membuat KKTP kurikulum merdeka. Akhirnya, pendidikan yang berkualitas adalah investasi untuk masa depan bangsa.