Dalam era pembelajaran inovatif, modul ajar Seni Tari kelas 10 fase E pada kurikulum merdeka mempunyai peran yang sangat penting untuk mendukung guru dan siswa mencapai tujuan pembelajaran secara efektif di tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas). Dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi, pembelajaran ini dirancang untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya menjadi penari yang terampil, tetapi juga generasi yang mampu melestarikan budaya sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Modul ajar Seni Tari kelas 10 SMA/MA fase E disusun secara sistematis guna mendukung pengalaman belajar yang holistik, kreatif, dan berbasis budaya. Berikut adalah struktur utamanya:
Modul ajar SMA ini dikelompokkan dalam ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif:
Modul ajar kelas 10 SMA/MA disusun dalam tiga fase utama yang saling terintegrasi:
Materi pokok dalam modul ajar Seni Tari kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka meliputi:
Perpaduan antara kearifan lokal dan teknologi menjadi kunci penting dalam modul ajar kurikulum merdeka untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan, menarik, dan mendalam. Modul ajar Seni Tari kelas 10 SMA/MA tidak hanya mencakup pengayaan wawasan budaya siswa, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi era digital. Berikut adalah beberapa strategi penerapannya:
Modul ajar kelas 10 SMA/MA mendorong siswa untuk mempelajari tari tradisional dari daerah mereka sendiri atau daerah lain, seperti Tari Lenggang Betawi, Tari Kecak Bali, atau Tari Piring Minang. Penekanan pada makna filosofis, kostum, dan konteks sosial-historisnya. Pelibatan komunitas lokal untuk pengalaman langsung belajar dari seniman atau penari tradisional juga sangat dianjurkan.
Modul ajar SMA mengajak siswa untuk menciptakan koreografi yang terinspirasi dari cerita rakyat, ritual adat, atau isu lingkungan di daerah mereka. Misalnya, karya tari bertema “Pelestarian Hutan Mangrove” untuk siswa di wilayah pesisir. Penggunaan alat musik daerah, seperti kendang dan angklung, atau properti tari seperti kipas dan selendang dalam pertunjukan sangat dianjurkan.
Modul ajar Seni Tari kelas 10 SMA/MA juga bisa menyertakan penari atau koreografer tradisional sebagai pembicara tamu untuk berbagi teknik serta kisah inspiratif dalam pelestarian budaya. Selain itu, penyelenggaraan pentas seni bersama masyarakat lokal, seperti festival sekolah atau acara adat, bisa menjadi sarana yang efektif untuk mendekatkan siswa dengan budaya.
Dalam modul ajar SMA ini, teknologi bisa dimanfaatkan secara maksimal melalui platform seperti YouTube atau aplikasi pengeditan video seperti CapCut dan Kinemaster. Siswa bisa mengobservasi detail gerakan tari yang kompleks dengan lebih baik menggunakan tools seperti Dance Designer atau Coach’s Eye untuk memperbaiki postur, kecepatan, dan sinkronisasi gerakan.
Siswa juga diajak untuk membuat blog, saluran YouTube, atau akun Instagram khusus untuk mengunggah video latihan, proses kreatif, dan pertunjukan akhir. Aplikasi Augmented Reality (AR), seperti Artivive, bisa digunakan untuk menampilkan informasi visual mengenai sejarah tari saat siswa tampil.