ATP berfungsi sebagai peta rinci yang menghubungkan CP dengan tujuan pembelajaran pada setiap pertemuan. Dalam metode pembelajaran mendalam yang berlandaskan cinta, ATP Al-Qur’an Hadis kelas 9 dibuat dengan langkah-langkah yang menjadikan siswa lebih manusiawi. Contohnya, pada tema “Toleransi dalam Islam (QS. Al-Kafirun)”:
Modul ajar adalah perwujudan nyata dari ATP. Modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 9 Madrasah Tsanawiyah yang diintegrasikan dengan deep learning kaya akan jenis aktivitas (kecerdasan jamak), memanfaatkan sumber belajar primer (mushaf, kitab hadis) serta sekunder (artikel, video dokumenter), dan menyediakan rubrik penilaian yang adil. Beberapa contoh aktivitas:
Modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 9 ini juga harus memperhatikan kondisi psikologis siswa (difabel, lambat belajar, berbakat) dengan memberikan dukungan (scaffolding) dan pengayaan (enrichment) yang sesuai, sebuah manifestasi cinta dalam pengajaran.
Dalam konteks ini, KKTP tidak dapat mengandalkan hanya pada tes pilihan ganda. Penilaian harus bersifat autentik dan mempunyai banyak dimensi. KKTP perlu mencakup:
Rubrik penilaian harus dibuat dengan jelas dan disampaikan kepada siswa sejak awal, sehingga menciptakan keadilan dan transparansi, sebuah bentuk cinta dalam evaluasi.
Silahkan download perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 9 MTs klik disini
Pembuatan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 9 MTs yang dipadukan dengan pembelajaran mendalam (deep learning) pada dasarnya merupakan upaya untuk mempersiapkan generasi muslim yang tidak sekedar “tahu” tentang agama mereka, tetapi juga “memahami dengan mendalam” dan “mencintai” sepenuh hati. Melalui perangkat ajar KBC kelas 9 yang hidup dan manusiawi, pembelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah akan menjadi penerang yang menerangi pikiran dan menggerakkan hati, menuntun setiap siswa dalam perjalanan panjang untuk menjadi manusia yang utuh dan bermanfaat. Inilah inti dari pendidikan Islam yang transformasional: menggabungkan keunggulan intelektual dengan kelembutan spiritual, dalam ikatan cinta kepada Tuhan dan sesama.