Modul ajar merupakan inti dari pelaksanaan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC). Setiap elemen modul ajar KBC SKI kelas 12 Madrasah Aliyah mengandung integrasi:
Tujuan Pembelajaran: Diambil langsung dari ATP yang sudah terintegrasi.
Apersepsi: Dibangun dengan pengantar yang menyentuh emosi dan rasa penasaran. Contoh, memperlihatkan gambar megahnya Masjid Cordoba bersamaan dengan video kondisi terkini suatu konflik di dunia Islam, lalu diajukan pertanyaan reflektif: “Apa yang membuat satu peradaban dapat tumbuh dan bertahan? Di manakah posisi kita saat ini?”
Kegiatan Inti:
Fase Eksplorasi (Joyful dan Cinta Ilmu): Murid diminta “mengunjungi” era tersebut melalui sumber digital primer, tur virtual situs bersejarah, atau analisis artefak dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
Fase Interpretasi (Mindful dan Cinta kepada Allah/Rasul): Diskusi dan analisis tentang penyebab, dampak, serta hikmah dari peristiwa. Pertanyaan diarahkan pada refleksi: “Apa yang bisa kita pelajari tentang kebijaksanaan Allah? Bagaimana teladan Nabi atau sahabat tercermin dalam keputusan sulit ini?” Teknik bermain peran atau hot seat bisa digunakan untuk membangkitkan empati.
Fase Kreasi dan Aksi (Meaningful dan Cinta kepada Sesama/Lingkungan): Murid diajak untuk membuat sesuatu yang berarti. Misalnya: membuat podcast “Hikmah Sejarah” untuk kalangan muda, membuat infografis “Nilai Toleransi di Masa Keemasan Andalusia”, atau proposal proyek sosial terinspirasi dari konsep baitul maal.
Penilaian: Penilaian otentik yang selaras dengan KKTP.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Mengukur Kedalaman dan Kepekaan
KKTP menjadi petunjuk bagi guru dan murid untuk mengetahui tingkat pencapaian. KKTP Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tidak hanya mengukur “pemahaman”, tetapi juga “penghayatan” dan “aplikasi nilai”.
Level “Emerging” (Mulai Berkembang): Murid bisa menyebutkan fakta sejarah dengan tepat.
Level “Developing” (Berkembang): Murid bisa menganalisis hubungan sebab-akibat dan menyebutkan nilai yang terkandung.
Level “Proficient” (Mahir): Murid bisa melakukan analisis kritis, menarik hikmah dengan kesadaran penuh (mindful), serta menunjukkan sikap empati atau teladan dalam diskusi.
Level “Exemplary” (Contoh): Murid tidak hanya mahir dalam analisis dan sikap, tetapi juga bisa membuat karya atau melakukan aksi nyata (meaningful) yang mencerminkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Panca Cinta dari rangkaian peristiwa sejarah tersebut.
Silahkan download perangkat ajar KBC SKI kelas 12 MA klik disini
Kesimpulan
Mengintegrasikan Panca Cinta dengan pendekatan Deep Learning dalam perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 12 Madrasah Aliyah adalah upaya untuk menghidupkan kembali esensi sejarah. Pembelajaran seharusnya mencakup pencapaian yang menyeluruh, tujuan yang reflektif, modul ajar yang dinamis, dan nilai-nilai sensitif. Ini akan membantu murid memahami diri mereka dan menentukan kontribusi mereka sebagai generasi Muslim yang mencintai dengan kesadaran serta penuh kebahagiaan. Sejarah Kebudayaan Islam menjadi sesuatu yang hidup, dengan murid sebagai pelakunya.