Program Semester (Promes) adalah dokumen yang merinci rencana pembelajaran untuk tingkat semester, mencakup pembagian waktu, materi, dan strategi belajar. Promes kurikulum merdeka memberikan dukungan terhadap fleksibilitas serta relevansi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan lokal dan karakteristik siswa. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan pencapaian capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, serta memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar perilaku dan sikap warga negara yang baik.

Komponen Promes Pendidikan Pancasila Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Berikut ini adalah komponen-komponen dari Promes Pendidikan Pancasila kelas 5 SD/MI fase C dalam kurikulum merdeka, yang disusun sesuai dengan kerangka operasional pendidikan:
Capaian Pembelajaran (CP) Fase C
CP fase C Pendidikan Pancasila kelas 5 kurikulum merdeka:
“Siswa akan menganalisis hubungan antara simbol-simbol Pancasila dan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam interaksi sosial, menghargai keberagaman, serta menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas.”
Tujuan Pembelajaran (TP) per Semester
Contoh untuk Semester 1:
- Menganalisis makna dari setiap simbol dalam Pancasila.
- Memberikan contoh penerapan sila pertama sampai dengan sila kelima di sekolah.
- Menyampaikan pentingnya menghargai keberagaman agama dan budaya yang ada di Indonesia.
- Memahami dan mengenali bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban di rumah dan di sekolah
- Merancang aksi sederhana yang didasarkan pada nilai Pancasila (contoh: proyek gotong royong).
Contoh untuk Semester 2:
- Menerapkan nilai keadilan (sila kelima) dalam diskusi kelompok.
- Menganalisis contoh pelanggaran hak anak dan hubungannya dengan Pancasila.
- Menjelaskan peran Pancasila dalam mempertahankan persatuan bangsa Indonesia.
- Mengenal karakteristik tempat tinggal yang merupakan bagian dari kabupaten/kota
- Menyusun presentasi mengenai teladan tokoh nasional yang mencerminkan Pancasila.
Alokasi Waktu dan Materi
- Minggu 1–2
- Materi Utama: Simbol Pancasila dan Maknanya
- Substansi Nilai Pancasila: Sila 1–5 (Simbol dan Nilai)
- Alokasi Waktu: 4 JP
- Minggu 3–4
- Materi Utama: Keberagaman Agama/Budaya di Indonesia
- Substansi Nilai Pancasila: Sila 1 dan 3 (Toleransi, Persatuan)
- Alokasi Waktu: 4 JP
- Minggu 5–6
- Materi Utama: Hak dan Kewajiban Anak
- Substansi Nilai Pancasila: Sila 2 dan 5 (Kemanusiaan, Keadilan)
- Alokasi Waktu: 4 JP
- Minggu 7–8
- Materi Utama: Gotong Royong dalam Masyarakat
- Substansi Nilai Pancasila: Sila 2, 3, dan 5 (Kerjasama, Adil)
- Alokasi Waktu: 4 JP
Kegiatan Pembelajaran
Contoh Model Pembelajaran:
- Diskusi: Menganalisis kasus sehari-hari berdasarkan nilai Pancasila.
- Proyek: “Aksi Pancasila” (misalnya: kampanye anti-bullying, penanaman pohon).
- Peragaan: Simulasi dalam menyelesaikan konflik dengan prinsip musyawarah.
- Studi Media: Analisis iklan atau berita yang tidak sesuai dengan Pancasila.
Asesmen
- Asesmen Diagnostik: Kuis pra-pembelajaran untuk mengukur pemahaman tentang simbol Pancasila.
- Asesmen Formatif:
- Observasi sikap (rubrik kerjasama, toleransi).
- Portofolio refleksi harian.
- Presentasi proyek kelompok.
- Asesmen Sumatif:
- Proyek akhir: “Desain Kampanye Pancasila”.
- Tes tertulis (esai analitis kasus).
Strategi dan Metode Pembelajaran
Ketika merancang Promes Pendidikan Pancasila kelas 5 SD/MI fase C dalam kurikulum merdeka, strategi dan metode pembelajaran perlu dipilih dengan hati-hati agar kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dapat tercapai. Beberapa strategi dan metode yang bisa digunakan antara lain:
Pendekatan Tematik Integratif
1. Konsep Tematik
Pendekatan ini mengintegrasikan pembelajaran Pancasila dengan tema sentral yang relevan untuk kehidupan siswa sehari-hari. Contohnya, tema “Gotong Royong di Sekolah” bisa meminta siswa untuk memahami sila ketiga (Persatuan Indonesia) melalui kegiatan bersama membersihkan lingkungan sekolah.
2. Keunggulan
Meningkatkan keterhubungan antar mata pelajaran, sehingga siswa tidak hanya melihat Pancasila sebagai satu materi, tetapi sebagai nilai yang terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan.
3. Langkah Pelaksanaan
- Menentukan tema besar untuk semester.
- Mengidentifikasi CP/TP Pendidikan Pancasila yang bisa diintegrasikan.
- Merancang kegiatan tematik yang menggabungkan diskusi nilai, praktik sosial, dan refleksi.
Metode Diskusi dan Proyek
- Diskusi Terstruktur: Guru memfasilitasi diskusi kelompok kecil mengenai contoh-contoh penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kelompok kemudian akan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
- Proyek Berdasarkan Nilai: Para siswa diberikan tugas untuk mengerjakan proyek nyata seperti kampanye kebersihan lingkungan atau panduan etika yang berfokus pada sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) yang kemudian dipublikasikan di papan pengumuman kelas atau media sekolah.
- Manfaat: Memacu keterlibatan siswa secara aktif, berpikir kritis, dan mengembangkan kreativitas mereka, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila.