Program Semester atau Promes Seni Musik kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka membantu guru merencanakan pembelajaran selama satu semester. Dokumen ini mencakup tujuan, materi, kegiatan, dan alokasi waktu. Dengan dokumen tersebut, guru mudah mempersiapkan pembelajaran dan menjaga kesinambungan antara tujuan dan kegiatan musik.

Pembuatannya juga perlu disesuaikan dengan kalender pendidikan. Kelas VII sampai IX berada pada fase D, sehingga kelas 9 SMP/MTs menyelesaikan pembelajaran Seni Musik di fase ini. Promes kurikulum merdeka berfungsi sebagai peta kerja guru, memungkinkan pengaturan materi dan waktu untuk teori, praktik, apresiasi, dan refleksi.
Promes Seni Musik kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka harus memuat komponen yang terhubung. Guru harus mengatur pembelajaran sistematis selama satu semester dengan menghubungkan tujuan pembelajaran, materi, kegiatan, asesmen, dan waktu. Perencanaan perlu berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan tujuan pembelajaran yang relevan. Setiap tujuan memperhatikan alokasi waktu sesuai karakter kompetensi dan kebutuhan murid.
Komponen pertama dalam Promes kurikulum merdeka adalah identitas pembelajaran. Bagian ini biasanya mencantumkan nama satuan pendidikan (SMP/MTs), mata pelajaran (Seni Musik), fase (D), kelas (IX), semester (Ganjil/Genap), dan tahun pelajaran. Identitas membantu guru dan pihak sekolah mengenali dokumen secara cepat. Selain itu, identitas membuat dokumen lebih mudah dikelompokkan bersama perangkat pembelajaran lainnya. Karena itu, guru perlu menulis identitas secara lengkap dan konsisten.
Guru juga dapat menambahkan tahun pelajaran sesuai kalender akademik sekolah. Jika sekolah menggunakan format khusus, maka guru bisa mengikuti format tersebut. Namun, format identitas sebaiknya tetap sederhana dan mudah dibaca. Dengan demikian, guru bisa langsung menemukan informasi utama tanpa membuka bagian lain.
Komponen berikutnya adalah Capaian Pembelajaran (CP). CP menjadi acuan dalam menentukan arah kompetensi yang perlu dikembangkan murid. Pada Seni Musik kelas 9 SMP/MTs fase D, pembelajaran mencakup pengalaman bermusik, refleksi, proses artistik, penciptaan, dan dampak musik. Karena kelas 9 berada pada akhir fase D, guru perlu memastikan pembelajaran mengarah pada perkembangan kompetensi fase tersebut.
Guru tidak harus menyalin seluruh CP ke dalam setiap baris Promes Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka. Sebaliknya, guru bisa menggunakan CP sebagai dasar untuk merumuskan tujuan pembelajaran. Kemudian, tujuan tersebut mudah guru petakan ke dalam materi dan kegiatan. Cara tersebut membuat Promes kelas 9 lebih ringkas dan tetap mempunyai keterkaitan dengan CP. Dengan demikian, setiap kegiatan mempunyai alasan pembelajaran yang jelas.
Tujuan Pembelajaran (TP) menjadi komponen penting dalam Promes Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka. Karena itu menjelaskan kemampuan yang perlu murid capai. Guru mudah merumuskan tujuan menggunakan kata kerja operasional yang mudah diamati. Misalnya, guru bisa menggunakan kata mengidentifikasi, menjelaskan, menganalisis, memainkan, menyanyikan, membuat, menyajikan, dan merefleksikan.
Tujuan pembelajaran sebaiknya tidak hanya berfokus pada kemampuan memainkan alat musik. Seni Musik kelas 9 SMP/MTs juga mengembangkan kemampuan mengapresiasi, mencipta, bekerja sama, dan merefleksikan pengalaman artistik. Karena itu, guru perlu membuat tujuan secara seimbang. Murid mudah belajar memahami musik sekaligus mengalami proses bermusik secara langsung. Pendekatan tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih utuh.
Materi pembelajaran menjelaskan topik yang guru gunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru mudah memilih materi berdasarkan ciri khas murid dan kondisi sekolah. Materi bisa memuat unsur musik, musik Nusantara, vokal, instrumen, ansambel, aransemen, kreasi musik, dan pertunjukan. Guru juga bisa menghubungkan materi dengan budaya musik di lingkungan murid.
Pemilihan materi perlu mengikuti urutan kemampuan. Guru sebaiknya memberikan materi dasar sebelum masuk pada kegiatan yang lebih kompleks. Misalnya, murid perlu memahami ritme sebelum memainkan pola ansambel. Selanjutnya, mereka bisa mempelajari struktur musik sebelum membuat aransemen sederhana. Dengan urutan tersebut, pembelajaran bergerak secara bertahap dari pemahaman menuju praktik.
Komponen selanjutnya dalam Promes Seni Musik kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka adalah kegiatan pembelajaran. Bagian ini menggambarkan kegiatan yang murid lakukan untuk mencapai tujuan. Dalam Seni Musik kelas 9, kegiatan bisa berbentuk menyimak, bernyanyi, memainkan instrumen, berdiskusi, mengeksplorasi bunyi, mencipta, berlatih, dan menampilkan karya.
Guru sebaiknya memberikan ruang yang cukup untuk kegiatan praktik. Musik merupakan bidang seni yang membutuhkan pengalaman langsung. Karena itu, pembelajaran tidak sebaiknya didominasi penjelasan teori. Guru mudah mengombinasikan penjelasan singkat dengan demonstrasi dan praktik. Setelah itu, guru bisa memberikan umpan balik supaya murid memperbaiki keterampilannya.
Alokasi waktu menunjukkan jumlah Jam Pelajaran (JP) yang tersedia untuk setiap tujuan atau materi. Guru perlu menghitung jumlah minggu efektif sebelum menentukan pembagian waktu. Selanjutnya, guru bisa mempertimbangkan agenda sekolah yang berpotensi mengurangi waktu pembelajaran.
Pembagian waktu perlu memperhatikan tingkat kesulitan kegiatan. Materi yang membutuhkan praktik kelompok biasanya memerlukan waktu lebih panjang. Sebagai contoh, kegiatan ansambel membutuhkan waktu untuk pembagian kelompok, latihan, evaluasi, dan penyajian. Sebaliknya, kegiatan pengenalan konsep musik mungkin membutuhkan waktu lebih singkat. Dengan perhitungan tersebut, Promes kelas 9 menjadi lebih realistis.
Promes Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka juga perlu mempertimbangkan asesmen pembelajaran. Asesmen membantu guru mengetahui perkembangan kemampuan murid. Dalam Seni Musik kelas 9 SMP/MTs, guru mudah menilai pengetahuan, keterampilan, kreativitas, kerja sama, dan kemampuan refleksi.
Guru bisa menggunakan berbagai bentuk asesmen. Misalnya, guru bisa menggunakan observasi, praktik, proyek, portofolio, penampilan, presentasi, dan tes tertulis. Pemilihan asesmen perlu mengikuti tujuan pembelajaran. Jika tujuan menekankan keterampilan memainkan instrumen, maka asesmen praktik lebih sesuai daripada tes tertulis.
Komponen pengayaan dan remedial membantu guru mengakomodasi perbedaan kemampuan murid. Tidak semua murid mencapai tujuan pada waktu yang sama. Karena itu, guru perlu menyiapkan tindak lanjut berdasarkan hasil asesmen.
Murid yang sudah mencapai tujuan mudah memperoleh kegiatan pengayaan. Mereka bisa membuat aransemen lebih kompleks atau mengeksplorasi instrumen tambahan. Sementara itu, murid yang masih mengalami kesulitan bisa memperoleh latihan tambahan. Dengan cara tersebut, Promes kurikulum merdeka mendukung pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan individu.
Guru juga bisa memetakan distribusi materi berdasarkan minggu atau pertemuan. Pemetaan tersebut membantu guru mengetahui materi yang perlu diselesaikan pada periode tertentu. Guru mudah menempatkan tujuan pembelajaran secara berurutan dari awal hingga akhir semester.
Distribusi tersebut tetap perlu bersifat fleksibel. Kondisi kelas mudah berubah karena berbagai faktor. Misalnya, kegiatan sekolah bisa mengurangi jumlah pertemuan. Selain itu, murid mungkin membutuhkan waktu tambahan untuk menguasai keterampilan tertentu. Karena itu, guru bisa melakukan penyesuaian tanpa mengubah arah utama Promes Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka.
Download Promes Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Dengan demikian, komponen Promes Seni Musik kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka perlu membentuk satu kesatuan. Guru bisa memulai dari CP, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran. Setelah itu, guru memilih materi, menentukan kegiatan, dan membagi alokasi waktu. Selanjutnya, guru menyiapkan asesmen serta tindak lanjut pembelajaran. Pola tersebut membuat Promes kurikulum merdeka tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi petunjuk kerja yang membantu guru mengelola pembelajaran Seni Musik secara efektif.