Guru memerlukan panduan yang jelas. Panduan tersebut dikenal sebagai Program Tahunan (Prota) yang sangat penting. Ia menjadi dasar untuk aktivitas pembelajaran. Tanpa Prota kurikulum merdeka, pembelajaran kehilangan arah dan tujuan.

Oleh karena itu, setiap guru perlu membuat Prota Al-Qur’an Hadis kelas 9 Madrasah Tsanawiyah (MTs) fase D memerlukan perencanaan yang baik. Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan dalam membuat. Namun, meskipun ada kebebasan, struktur tetap harus diperhatikan.
Mata pelajaran ini mempunyai ciri khas yang unik. Al-Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah mengajarkan kitab suci dan hadis. Murid di kelas 9 berada pada fase D. Fase D mencakup tuntutan untuk kelas 7, 8, dan 9. Murid di kelas 9 berusia antara 14 dan 15 tahun. Mereka berada dalam tahap awal masa remaja. Kemampuan untuk berpikir secara abstrak mulai ada.
Oleh sebab itu, materi yang diajarkan menjadi lebih rumit. Murid diarahkan untuk memahami makna dari ayat-ayat. Mereka juga belajar untuk menganalisis hadis secara sederhana. Tujuannya adalah untuk membentuk karakter yang berbasis Qur’ani. Kurikulum merdeka menekankan pentingnya dimensi profil lulusan. Maka, Prota kurikulum merdeka perlu memadukan nilai-nilai tersebut.
Prota Al-Qur’an Hadis kelas 9 MTs fase D kurikulum merdeka mempunyai beberapa komponen penting. Yang pertama adalah identitas mata pelajaran. Identitas mencakup informasi tentang nama Madrasah Tsanawiyah dan kelas. Yang kedua adalah Capaian Pembelajaran (CP) per fase. CP tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah. Yang ketiga adalah materi pokok yang dibahas dalam setiap semester. Materi ini dibuat dengan urutan yang logis.
Keempat, alokasi waktu untuk setiap topik. Alokasi waktu dihitung dalam jam pelajaran. Kelima, jumlah minggu yang efektif untuk pembelajaran. Minggu efektif adalah waktu yang tidak termasuk ujian atau libur. Keenam, keterangan tambahan mengenai aktivitas proyek. Semua komponen ini perlu terintegrasi dengan baik.
Dalam membuat Prota Al-Qur’an Hadis kelas 9 fase D kurikulum merdeka, diperlukan langkah-langkah yang tepat. Pertama, guru harus menganalisis capaian pembelajaran. CP Al-Qur’an Hadis kelas 9 MTs fase D. Kedua, guru menetapkan tujuan pembelajaran. Tujuan ini berasal dari capaian pembelajaran. Ketiga, guru membuat peta alokasi waktu. Hitung berapa jumlah minggu efektif dalam setahun.
Keempat, guru membagi materi ke dalam dua semester. Semester ganjil dan semester genap. Kelima, guru merumuskan indikator pencapaian. Indikator tersebut harus mudah diukur dan spesifik. Keenam, guru perlu melakukan revisi secara teratur. Revisi tersebut dilakukan jika ada perubahan dalam kebijakan. Finally, Prota kelas 9 siap digunakan sebagai pedoman.
Analisis waktu sangat penting dalam Prota kurikulum merdeka. Pertama, tentukan total minggu dalam setahun. Umumnya, satu tahun ajaran berkisar antara 40-44 minggu. Kedua, kurangi dengan jumlah minggu yang tidak efektif. Minggu yang tidak efektif antara lain adalah liburan sekolah. Termasuk juga minggu ujian tengah semester. Kemudian minggu ujian akhir semester. Dan minggu untuk aktivitas keagamaan. Hasilnya adalah minggu efektif.
Untuk kelas 9, jumlah minggu efektif berkisar antara 32-36 minggu. Selanjutnya, hitung berapa jam pelajaran per minggu. Alokasi untuk Al-Qur’an Hadis kelas 9 Madrasah Tsanawiyah biasanya sekitar 2-3 jam. Kalikan jumlah minggu yang efektif dengan jam per minggu. Itu adalah total jam pelajaran dalam setahun. Bagi total jam tersebut menjadi dua semester. Pastikan distribusinya seimbang.
Pembuatan Prota Al-Qur’an Hadis kelas 9 MTs fase D kurikulum merdeka tidak selalu mudah.
Namun, meskipun demikian, para guru harus tetap menjaga profesionalisme.
Berbagai pendekatan bisa dilaksanakan oleh guru.
Dengan langkah-langkah tersebut, pembuatannya menjadi lebih lancar.