BerandaKelas 10Prota Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Prota Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Program Tahunan (Prota) adalah dokumen perencanaan jangka panjang yang berisi penjadwalan waktu dan daftar materi inti selama satu tahun akademik. Penyusunan Prota kurikulum merdeka yang benar sangat penting sebagai langkah awal supaya kegiatan pembelajaran terlaksana secara teratur, tujuan pembelajaran bisa dicapai, dan asesmen hasil belajar siswa menjadi lebih mudah.
Komponen Prota Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran (CP) Fase E
Mencatat secara lengkap CP Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA fase E yang sesuai prinsip kurikulum merdeka sebagai panduan utama dalam pengembangan program. (Dapat dilampirkan atau direferensikan)
Tujuan Pembelajaran (TP)
Rumusan Tujuan: Menguraikan CP fase E menjadi tujuan pembelajaran spesifik yang ingin dicapai oleh siswa secara bertahap selama satu tahun di kelas 10 SMA/MA.
Fokus: Meliputi pengembangan keterampilan literasi (mendengarkan, membaca, berbicara, menulis), analisis teks (fiksi dan nonfiksi), apresiasi sastra, serta penerapan bahasa dalam konteks yang bermakna.
Contoh Tujuan Pembelajaran:
“Siswa dapat menganalisis struktur, penggunaan bahasa, dan tujuan dari teks prosedur yang kompleks serta menyusun teks prosedur dengan topik yang relevan secara teratur.”
“Siswa bisa mengartikan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita pendek dan novel modern Indonesia serta mempresentasikan hasil analisis yang dilakukan.”
Alokasi Waktu
Distribusi waktu untuk setiap elemen Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA fase E:
Mendengarkan dan Memirsa: 20 JP
Membaca dan Memirsa: 20 JP
Berbicara dan Mempresentasikan: 20 JP
Menulis: 20 JP
Kebahasaan (Tata Bahasa dan Kosakata): 20 JP
Sastra (Apresiasi dan Kreativitas): 20 JP
Pemetaan Materi Pokok dan Tema
Daftar materi utama yang akan diajarkan sepanjang tahun, disusun secara logis (bisa secara kronologis, tematik, atau berdasarkan tingkat kesulitan). Tema/unsur pembelajaran (Opsional, jika menggunakan pendekatan tematik/kontekstual). Contoh materi pokok kelas 10 SMA/MA:
Menghubungkan materi pokok dengan alokasi jam dan perkiraan waktu (Bulan/Minggu).
Teks Prosedur Kompleks: 20 JP, Agustus Minggu 1-3
Teks Eksposisi: 20 JP, Agustus – September (Minggu 4-8)
Cerita Pendek: 20 JP, September – Oktober
Kebahasaan (Terintegrasi): 20 JP, Sepanjang Semester
Novel: 20 JP, November – Desember
Strategi Pembelajaran Umum
Penjelasan singkat mengenai pendekatan utama yang diterapkan (misalnya, Berbasis Proyek/PBL, Berbasis Teks, Pembelajaran Penemuan, Diskusi, Presentasi, Pembelajaran yang Berbeda).
Penekanan pada pembelajaran diferensiasi dan berpusat pada siswa.
Asesmen (Penilaian)
Jenis Asesmen: Pemetaan jenis asesmen yang akan digunakan secara utama untuk setiap materi/tujuan (misalnya, Asesmen Diagnostik, Asesmen Formatif: Observasi, Diskusi, Portofolio Draf Tulis, Kuis Kebahasaan; Asesmen Sumatif: Proyek Menulis Teks, Ujian Analisis Teks, Presentasi, Portofolio Akhir).
Prinsip: Asesmen untuk kegiatan pembelajaran, asesmen sebagai bagian dari pembelajaran, dan asesmen hasil pembelajaran.
Tahapan Penyusunan Prota Kurikulum Merdeka
Menyusun Prota kurikulum merdeka yang berkualitas memerlukan pendekatan yang terstruktur agar rencana pembelajaran selama satu tahun ajaran berlangsung dengan efektif dan efisien. Berikut tahapan utama yang harus dilalui oleh guru dalam menyusun Prota Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka:
Analisis Kondisi Sekolah dan Siswa
a. Pengumpulan Data Sekolah
Akreditasi dan Visi-Misi Sekolah: Mengetahui status akreditasi serta visi-misi sekolah penting untuk menyesuaikan tujuan Prota kelas 10 dengan standar kualitas dan arah pengembangan institusi.
Sarana dan Prasarana: Inventarisasi sarana (perpustakaan, laboratorium bahasa, akses internet) diperlukan untuk mengidentifikasi sumber-sumber pembelajaran serta cara-cara pengajaran yang bisa diterapkan.
Kebijakan Lokal dan Karakteristik Budaya Sekolah: Memahami peraturan dari kepala sekolah, budaya institusi (nilai-nilai setempat), dan aktivitas ekstrakurikuler dapat memperkaya tema dan metode pengajaran.
b. Profil Siswa
Aspek Akademik: Menganalisis hasil belajar dari tahun sebelumnya, nilai ujian akhir SMP, serta data asesmen CP (literasi, numerasi) memberikan gambaran kemampuan awal siswa.
Aspek Psikososial: Mempelajari minat, bakat, dan cara belajar siswa melalui kuesioner, diskusi, dan observasi dari guru bisa membantu dalam merancang kegiatan yang lebih sesuai dan menarik.
Keberagaman Latar Belakang: Mengidentifikasi perbedaan sosial, budaya, dan ekonomi dalam keluarga siswa membantu dalam pemilihan contoh teks dan konteks pembelajaran yang inklusif.
c. Penetapan Kebutuhan Pembelajaran
Mengidentifikasi selisih antara capaian pembelajaan (CP) dan kondisi aktual siswa.
Menentukan prioritas materi yang harus dikuasai lebih awal supaya mendukung TP yang lebih lanjut.