Dunia pendidikan di Indonesia terus berkembang dengan cepat, menanggapi tantangan zaman melalui kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada siswa. Kurikulum merdeka muncul dengan filosofi pembelajaran yang signifikan dan relevan, sebagai solusi untuk kebutuhan tersebut. Dalam kerangka kurikulum ini, Program Tahunan (Prota) berfungsi sebagai pedoman strategis yang memandu keseluruhan aktivitas pembelajaran selama satu tahun ajaran.

Prota Bahasa Inggris kelas 6 SD/MI fase C kurikulum merdeka tidak hanya sekadar daftar tema, tetapi juga merupakan peta yang terperinci untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan literasi global sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Fase C dalam kurikulum merdeka umumnya mencakup kelas 5 dan 6 di tingkat Sekolah Dasar (SD/MI). Pada fase tersebut, diharapkan siswa telah membangun dasar yang kuat dari Fase A dan B, sehingga mereka siap untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan cara yang lebih kompleks dan terampil. Capaian Pembelajaran (CP) untuk Bahasa Inggris kelas 6 SD/MI di Fase C difokuskan pada penguasaan keterampilan reseptif (mendengarkan dan membaca) dan produktif (berbicara dan menulis) dalam konteks yang lebih umum dan bervariasi.
Siswa di kelas 6 SD/MI, yang menjadi puncak dari fase C, diharapkan bisa:
Prota kelas 6 SD/MI harus dibuat untuk mencapai ini secara bertahap, terorganisir, dan menyenangkan.
Sebuah Prota Bahasa Inggris kelas 6 SD/MI fase C yang menyeluruh dan sejalan dengan semangat kurikulum merdeka setidaknya harus mencakup elemen-elemen penting berikut:
Bagian ini menjadi dasar yang penting. Penyusun Prota kurikulum merdeka (guru) harus menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) fase C, karakteristik siswa kelas 6 SD/MI (minat, kemampuan awal, berbagai gaya belajar), fasilitas sekolah, dan lingkungan sosial budaya. Apakah sekolah terletak di daerah perkotaan dengan akses digital yang baik, atau di lokasi terpencil yang memerlukan pendekatan kontekstual yang berbeda?
Tujuan ini merupakan penguraian dari CP. Contoh: “Di akhir tahun ajaran, siswa harus dapat memahami dan merespons instruksi yang melibatkan beberapa langkah di kelas; menceritakan kembali cerita pendek dengan kata-kata mereka sendiri; membaca teks mengenai profesi dan budaya negara lain; serta menulis kartu ucapan dan email sederhana.”
Ini adalah inti dari Program Tahunan (Prota). Materi dibuat dengan cara linear dan spiral dari yang mudah ke yang sulit, dengan memperhatikan hubungan antar materi. Prota kurikulum merdeka memetakan materi inti untuk setiap periode (biasanya bulanan atau semesteran) yang kemudian akan dirinci lebih lanjut dalam Program Semester (Promes) dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Contoh pemetaan:
Prota Bahasa Inggris kelas 6 SD/MI mengatur jumlah jam pelajaran untuk setiap topik berdasarkan tingkat kesulitan dan kedalaman yang ingin dicapai. Kurikulum merdeka memberikan kemudahan, sehingga waktu bisa dialokasikan secara lebih fleksibel, mungkin menggunakan sistem blok untuk proyek tertentu.
Prota kurikulum merdeka menerapkan strategi yang berfokus pada siswa. Metode seperti Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL), Pembelajaran Berbasis Masalah, pembelajaran diferensiasi, serta pemanfaatan teknologi (platform pendidikan, video, audio) seharusnya tercakup dalam kerangka Prota kelas 6.
Program Tahunan (Prota) membuat sistem penilaian yang memprioritaskan asesmen formatif (proses) untuk memberikan umpan balik, bukan hanya asesmen sumatif (akhir). Teknik seperti portofolio, proyek, pengamatan, dan penilaian diri sangatlah penting.