Program Tahunan (Prota) adalah salah satu elemen penting dalam perencanaan pembelajaran yang terstruktur dan terukur. Dalam area Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Prota kurikulum merdeka berfungsi sebagai acuan bagi guru untuk merencanakan materi, waktu, dan metode pembelajaran selama tahun ajaran. Hal ini sangat penting pada kelas 6 SD/MI fase C dalam kurikulum merdeka, di mana siswa tidak hanya diharuskan menguasai keterampilan fisik tetapi juga menyadari pentingnya kesehatan, kerjasama tim, serta nilai-nilai karakter seperti sportivitas dan disiplin.

Penyusunan Prota PJOK kelas 6 SD/MI fase C kurikulum merdeka memerlukan analisis yang mendalam terhadap hasil pembelajaran, konteks sekolah, serta kebutuhan siswa. Prota kelas 6 harus dibuat secara sistematis agar pembelajaran dapat dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan sejalan dengan prinsip kurikulum merdeka. Berikut adalah komponen utama yang perlu diperhatikan:
Analisis CP fase C mencakup penentuan kompetensi PJOK berdasarkan kurikulum merdeka, seperti keterampilan gerak, pemahaman kesehatan, dan nilai-nilai karakter. Contoh kompetensi meliputi: menguasai teknik dasar dalam permainan bola voli, memahami pentingnya asupan gizi yang seimbang bagi remaja, dan menunjukkan sikap toleransi ketika bekerja dalam tim.
Selanjutnya, CP fase C ini harus diuraikan menjadi tujuan pembelajaran (TP) yang terukur dan jelas. Contoh tujuan pembelajaran adalah “Siswa akan bisa melakukan servis bawah bola voli dengan teknik yang benar minimal 5 kali dari 7 kali percobaan. ”
Menyelaraskan kalender akademik dengan menghitung jumlah minggu yang efektif dalam satu semester (misalnya: 16 minggu di Semester 1). Selain itu, perlu membagi waktu pelajaran untuk setiap materi (contoh: 8 jam untuk permainan bola voli, 4 jam untuk kesehatan reproduksi).
Jika tidak tersedia lapangan voli, maka dapat memanfaatkan lapangan futsal dengan net yang bisa dipindah. Modifikasi alat dengan menggunakan botol plastik yang diisi pasir sebagai pembatas area. Siswa yang memiliki keterbatasan fisik dapat diberikan peran sebagai wasit atau pencatat skor. Selain itu, sediakan alternatif aktivitas dalam ruangan apabila cuaca tidak mendukung.
Penyusunan Prota PJOK kelas 6 SD/MI fase C kurikulum merdeka harus meliputi analisis CP, pemetaan materi, pengaturan waktu, dan metode pembelajaran kreatif. Fleksibilitas dalam kurikulum merdeka membolehkan guru untuk menyesuaikan program berdasarkan konteks sekolah dan kebutuhan siswa, tanpa kehilangan fokus pada pencapaian kompetensi secara menyeluruh. Dengan perencanaan yang baik, Prota kurikulum merdeka tidak hanya menjadi sebuah dokumen administratif, tetapi juga menjadi panduan dalam menciptakan pembelajaran PJOK yang dinamis, inklusif, dan bermakna.
Asesmen dalam Prota PJOK kelas 6 SD/MI fase C kurikulum merdeka dirancang untuk memantau perkembangan siswa secara menyeluruh, yang mencakup aspek motorik, kognitif, sosial-emosional, dan literasi kesehatan. Asesmen bertujuan tidak hanya untuk mengukur hasil pembelajaran, tetapi juga untuk mendorong refleksi kepada siswa dan guru demi peningkatan kualitas pembelajaran. Berikut adalah strategi dan contoh penerapannya:
Asesemen dalam Prota PJOK kelas 6 SD/MI fase C kurikulum merdeka perlu dirancang sebagai bagian penting dari kegiatan pembelajaran, bukan hanya alat untuk mengukur di akhir. Dengan menggunakan berbagai teknik yang nyata, guru dapat memastikan bahwa penilaian bersifat adil sekaligus mendorong siswa untuk berkembang secara fisik, mental, dan sosial. Kerjasama dengan siswa dalam refleksi dan umpan balik menjadi elemen penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang berarti dan berkelanjutan.