Langkah terakhir adalah menentukan sistem asesmen. Guru perlu membuat asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Asesmen bukan hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mencakup kegiatan belajar murid.
Guru bisa menggunakan asesmen formatif dan sumatif. Asesmen formatif dilakukan selama kegiatan belajar berlangsung. Sementara asesmen sumatif dilakukan di akhir kegiatan pembelajaran. Kedua jenis asesmen tersebut saling melengkapi satu sama lain.
Selain itu, guru juga bisa menggunakan rubrik untuk asesmen. Rubrik tersebut membantu guru dalam melakukan asesmen terhadap karya murid dengan cara yang lebih objektif. Dengan sistem asesmen yang jelas, guru bisa memantau perkembangan murid. Akhirnya, asesmen akan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.
Membuat Prota Seni Rupa kelas 9 fase D kurikulum merdeka tidak boleh dilakukan sembarangan. Guru harus memperhatikan beberapa hal yang signifikan.
Setiap murid mempunyai karakter unik. Oleh karena itu, guru perlu menyesuaikan Prota kurikulum merdeka dengan kebutuhan setiap murid. Hal ini akan membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif.
Dimensi Profil lulusan merupakan bagian krusial dalam kurikulum merdeka. Guru harus mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam Program Tahunan (Prota). Dengan cara tersebut, pembelajaran tidak hanya terfokus pada aspek akademik saja.
Download Prota Seni Rupa kelas 9 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Prota Seni Rupa kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka memegang peranan yang sangat penting. Dokumen tersebut berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus membuatnya secara teliti.
Dengan Prota kelas 9 yang tepat, kegiatan pembelajaran akan menjadi lebih efektif. Murid juga bisa mencapai kompetensi yang diharapkan. Jadi, apakah Anda sudah siap untuk membuat Prota kurikulum merdeka yang lebih baik tahun ini?