Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) mempunyai peranan yang sangat vital. Para murid di tingkat tersebut perlu menguasai informasi sejarah sekaligus memahami nilai-nilai dan pelajaran yang terkandung dalam peradaban Islam. Mereka harus bisa menghubungkan materi yang dipelajari dengan situasi saat ini dan masa mendatang. Sayangnya, banyak yang menganggap Sejarah Kebudayaan Islam sekadar sebagai pelajaran menghafal yang kurang menarik dan tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Di sinilah perlunya pembaruan dalam perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 12 MA yang dilandasi oleh Panca Cinta dan Deep Learning, mulai dari Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), hingga Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) menjadi suatu keharusan yang mendesak.
Memahami Fondasi Filosofis: Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning
Sebelum menggali lebih jauh mengenai perangkat ajar KBC SKI kelas 12 Madrasah Aliyah, kita harus memahami dua dasar ini.
Kurikulum berbasis cinta (KBC), dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dilandasi oleh Panca Cinta. Panca Cinta adalah penggambaran dari nilai-nilai universal dalam Islam yang bisa menjadi semangat dalam aktivitas pembelajaran. Kelima aspek cinta tersebut meliputi:
- Cinta kepada Allah (Ḥubbullāh): Mengarahkan pembelajaran untuk mencari tanda-tanda kebesaran, kekuasaan, dan pengaturan Allah dalam sejarah.
- Cinta kepada Rasulullah (Ḥubbur Rasūl): Menginspirasi teladan dan empati terhadap perjuangan, taktik, dan akhlak Nabi Muhammad SAW serta para pengikutnya.
- Cinta kepada Ilmu (Ḥubbul ‘Ilm): Membangkitkan semangat untuk mengeksplorasi, menganalisis, dan menghubungkan berbagai sumber sejarah, serta memahami kontribusi peradaban Islam terhadap pengetahuan global.
- Cinta kepada Sesama (Ḥubbun Nas): Menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kerjasama dalam peristiwa bersejarah, serta belajar dari konflik untuk membuat perdamaian.
- Cinta kepada Lingkungan/Alam Semesta (Ḥubbul ‘Ālam): Mengambil hikmah dari interaksi peradaban Islam dengan lingkungan, pengelolaan sumber daya, dan konsep sebagai khalifah di bumi.
Sementara itu, Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) adalah pendekatan dalam pendidikan yang menekankan pemahaman yang mendalam, kemampuan berpikir yang kompleks, dan relevansi dengan dunia nyata. Dalam kerangka ini, kita operasionalkan melalui tiga pilar:
- Mindful Learning: Aktivitas pembelajaran yang memperhatikan kesadaran, fokus, dan refleksi. Murid diharapkan hadir sepenuhnya, merenungkan makna di balik kejadian, dan menghubungkan dengan kondisi diri mereka.
- Meaningful Learning: Aktivitas pembelajaran yang mempunyai makna dan relevansi dengan kehidupan murid. Materi SKI kelas 12 MA tidak diajarkan sebagai kisah yang telah usang, tetapi menjadi cermin dan peta untuk memahami identitas, permasalahan sosial, dan potensi di masa depan.
- Joyful Learning: Aktivitas pembelajaran yang menggembirakan dan membangkitkan emosi positif. Rasa gembira, bangga, terinspirasi, atau bahkan rasa sedih yang reflektif bisa menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai.
Merancang Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 12 yang Terintegrasi
Berikut adalah cara bagaimana konsep di atas direalisasikan dalam setiap unsur perangkat ajar KBC SKI kelas 12 Madrasah Aliyah.
CP fase F SKI kelas 12 MA tidak lagi terbatas pada “menjelaskan” atau “mendeskripsikan” kejadian. CP harus mencerminkan kedalaman dan nilai. Berikut contoh CP yang terintegrasi:
- “Setelah mengikuti pembelajaran, murid menganalisis (kognitif tinggi) faktor-faktor yang memengaruhi kemajuan dan kemunduran peradaban Islam pada periode tertentu dengan penuh kesadaran (mindful) akan sunnatullah dalam sejarah, serta menunjukkan sikap empati dan keteladanan (cinta kepada Rasul dan sesama) terkait nilai-nilai perjuangan dan keadilan yang ditunjukkan oleh para tokoh.”
- “Murid mengevaluasi relevansi konsep khilafah, masjid sebagai pusat peradaban, atau ijtihad dalam konteks saat ini dengan penuh rasa ingin tahu (cinta ilmu) dan keterhubungan (meaningful) untuk mengidentifikasi peluang kontribusi bagi masyarakat.”
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Program Tahunan/Semester (Prota-Promes): Pengurutan dengan Hati dan Makna
ATP berfungsi sebagai acuan untuk mencapai CP. Proses integrasi dilakukan dalam pemilihan urutan materi dan penekanan nilainya.
- Prota dan Promes: Penyusunan materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) selama satu tahun atau semester mempertimbangkan jalur logis-historis dan jalur nilai. Contohnya, pada semester pertama bisa fokus pada “Puncak Peradaban Islam” untuk menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap ilmu (joyful dan meaningful), dilanjutkan dengan “Tantangan dan Disintegrasi” untuk melatih kemampuan analisis kritis dan refleksi (mindful), dan diakhiri dengan “Kebangkitan dan Kontribusi Modern” untuk mengajak optimisme dan cinta terhadap sesama dan lingkungan (meaningful).
- ATP Setiap Fase: Setiap tujuan pembelajaran dalam ATP dibuat dengan memadukan aspek kognitif (menganalisis, menciptakan) dan afektif (menghayati, mensyukuri, meneladani). Kata kerja operasional seperti “merefleksikan”, “mengkritik”, “mendramatisasi”, dan “mendesain” lebih diutamakan dibandingkan “menyebutkan”.