Kurikulum merdeka memberikan kesempatan kepada guru untuk lebih bebas dalam membuat pendidikan di Indonesia, menjadikan mereka sebagai perancang utama aktivitas belajar mengajar dengan perhatian utama pada murid. Pembelajaran ditujukan untuk mengembangkan kemampuan secara menyeluruh, termasuk dalam pelajaran Fisika kelas 10 SMA/MA fase E, yang menghadapi tantangan dalam transisi dari pengertian dasar ke analisis yang lebih mendalam.

Perencanaan yang baik sangat krusial, dengan Program Semester (Promes) sebagai dokumen penting yang memastikan bahwa penggunaan materi dan waktu tetap efektif. Tanpa adanya Promes kurikulum merdeka, aktivitas pembelajaran bisa menjadi tidak terarah.
Pertama-tama, kita perlu mengetahui definisi dari Program Semester (Promes) itu sendiri. Program Semester merupakan rencana yang menetapkan pembagian waktu. Penetapan tersebut dilakukan selama satu semester penuh. Guru merinci waktu yang dialokasikan untuk setiap bab atau topik. Rincian ini mengacu pada alur tujuan pembelajaran (ATP). Promes kurikulum merdeka berfungsi sebagai jembatan antara program tahunan (Prota) dan modul ajar.
Kedua, Promes kurikulum merdeka mempunyai peranan strategis dalam pengelolaan kelas. Fungsi utamanya adalah untuk mengontrol ritme belajar. Guru bisa memantau apakah aktivitas pembelajaran berlangsung terlalu cepat atau lambat. Dengan adanya Promes kelas 10 SMA/MA, guru bisa mengambil langkah perbaikan sejak awal. Langkah tersebut membantu mencegah terjadinya ketertinggalan yang signifikan dalam materi. Selain itu, rencana tersebut juga berfungsi sebagai sarana komunikasi dengan pihak sekolah. Kepala sekolah bisa dengan mudah memantau kemajuan belajar. Semua elemen di sekolah pun memiliki acuan yang seragam.
Selanjutnya, kurikulum merdeka menawarkan perspektif baru dalam pembuatan Promes kelas 10 SMA/MA. Fase E merupakan fase yang khas bagi murid kelas 10. Di fase ini, murid mulai mempelajari Fisika sebagai mata pelajaran terpisah. Sebelumnya, di fase D, IPA diajarkan dengan pendekatan yang lebih terpadu. Pengajaran tersebut meliputi Biologi, Fisika, dan Kimia. Sekarang, di fase E, pendekatannya menjadi lebih spesifik. Meskipun begitu, semangat integrasi tetap dipertahankan. Pembelajaran Fisika kelas 10 SMA/MA tetap terkait dengan fenomena alam yang nyata. Guru perlu membuat rencana pembelajran yang mencerminkan pendekatan ilmiah tersebut.
Lalu, apa saja yang harus ada dalam Program Semester yang efektif? Promes Fisika kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka yang baik seharusnya menyeluruh namun tetap mudah dipahami.
Komponen pertama adalah identitas. Identitas mencakup nama institusi pendidikan (SMA/MA), kelas (X), semester (Ganjil/Genap), dan tahun ajaran. Pastikan bahwa identitas tersebut lengkap dan tepat. Kesalahan sekecil apapun dapat menyebabkan kebingungan administratif.
Komponen kedua adalah alokasi waktu. Guru harus mencantumkan jumlah minggu efektif. Menghitung minggu efektif sangat penting. Guru harus memperhatikan kalender pendidikan. Kalender pendidikan mencakup hari libur dan kegiatan sekolah. Kegiatan seperti Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) juga mengurangi total waktu efektif. Jangan lupa juga untuk menghitung asesmen sumatif di akhir. Dengan perhitungan yang teliti, total waktu yang tersedia akan akurat.
Komponen ketiga adalah materi inti atau unit bab. Kurikulum merdeka membagi materi ke dalam unit yang lebih fleksibel. Untuk Fisika kelas 10 SMA/MA fase E, materi terdiri dari pengukuran, vektor, gerakan, dan gaya. Setelah itu ada usaha, energi, momentum, dan impuls. Materi juga mencakup tentang getaran, gelombang, dan suara. Di akhir, terdapat materi mengenai suhu, kalor, dan optika sederhana. Setiap materi mempunyai tingkat kedalaman yang berbeda.
Komponen keempat adalah waktu yang dialokasikan untuk masing-masing materi. Pembagian waktu harus seimbang. Materi yang lebih rumit biasanya memerlukan waktu yang lebih panjang. Sebagai contoh, materi vektor dan gerak lurus umumnya membutuhkan lebih banyak waktu. Hal ini karena kedua materi tersebut memerlukan pemahaman matematika yang solid. Sementara itu, materi tentang pengukuran mungkin memerlukan waktu yang lebih singkat. Pertimbangan tersebut harus logis dan didasarkan pada pengalaman mengajar yang ada.
Komponen kelima adalah catatan atau keterangan. Kolom ini sangat krusial dalam kurikulum merdeka. Guru dapat menulis rencana proyek (kokurikuler) untuk memperkuat dimensi profil lulusab. Selain itu, guru juga mencatat rencana kunjungan ke laboratorium atau observasi di lapangan. Catatan tersebut membuat Promes Fisika kelas 10 SMA/MA menjadi lebih fleksibel dan aplikatif.