Kurikulum merdeka muncul sebagai pembaharuan yang menguntungkan dalam sektor pendidikan. Kurikulum tersebuut menawarkan lebih banyak kebebasan bagi para guru. Para guru bisa membuat pengalaman belajar yang fokus pada murid. Salah satu perangkat ajar yang vital dalam kurikulum ini adalah KKTP, yang merupakan singkatan dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran.

Para guru perlu mempunyai pemahaman yang mendalam mengenai KKTP kurikulum merdeka. Pemahaman tersebut sangat krusial khususnya untuk pelajaran Seni Rupa kelas 5 SD/MI fase C.
Pembelajaran Seni Rupa kelas 5 SD/MI fase C, terdapat beberapa tujuan utama. Murid diharapkan bisa mengamati karya seni di sekitar mereka. Mereka juga diharapkan mampu mengenali unsur-unsur seni rupa. Unsur-unsur tersebut termasuk titik, garis, bidang, dan warna. Selain itu, murid juga diharapkan dapat mengekspresikan diri melalui karya seni. Mereka bisa membuat gambar atau lukisan sederhana. Murid juga diajak untuk memahami berbagai teknik seni rupa. Teknik-teknik ini mencakup menggambar, mewarnai, dan memotong.
Selain itu, murid diajarkan untuk menghargai karya seni baik milik mereka sendiri maupun orang lain. Mereka memahami bahwa setiap karya mempunyai ciri khas. Terakhir, murid perlu mampu mempersembahkan karya seni dengan cara yang sederhana. Mereka bisa memamerkan hasil karya mereka di dalam kelas. Semua tujuan pembelajaran harus dicapai dengan cara yang menyenangkan.
Berikutnya, kita akan membuat KKTP Seni Rupa kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka dengan cara yang praktis. Langkah awal adalah menentukan tujuan pembelajaran. Ambil salah satu tujuan sebagai contoh. Misalnya, “Murid dapat menggambar pemandangan alam.” Selanjutnya, tentukan kriteria keberhasilan. Kriteria tersebut harus mencerminkan kualitas karya murid. Berikut adalah contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) untuk menggambar pemandangan.
Pertama, murid bisa menggambar garis horizon dengan akurat. Garis horizon memisahkan langit dari tanah. Kedua, murid harus menggunakan minimal tiga objek alam. Objek tersebut bisa berupa gunung, pohon, dan matahari. Ketiga, murid diharapkan mewarnai gambar dengan rapi. Warna yang digunakan tak boleh keluar dari garis gambar. Keempat, murid perlu menggunakan kombinasi warna yang seimbang. Warna panas dan dingin harus dapat berpadu dengan baik. Kelima, murid harus menyelesaikan gambar dalam waktu yang telah ditentukan. Waktu yang diperbolehkan adalah 60 menit.
Dengan lima kriteria tersebut, guru bisa dengan mudah melakukan penilaian. Setiap kriteria memiliki bobot yang sama. Guru bisa memberikan nilai dari 0 hingga 4 untuk masing-masing kriteria. Nilai 4 menunjukkan sangat baik, dan nilai 0 menunjukkan tidak ada hasil yang terlihat.
Selanjutnya, kita membutuhkan perangkat untuk menilai KKTP Seni Rupa kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka. Rubrik adalah pilihan yang paling cocok. Rubrik mencakup penjelasan untuk setiap tingkatan pencapaian. Umumnya terdapat empat tingkatan: Kurang, Cukup, Baik, dan Sangat Baik. Mari kita buat rubrik untuk kriteria “mewarnai dengan rapi”.
Dengan rubrik tersebut, proses penilaian menjadi lebih konsisten. Guru juga bisa mengikutsertakan murid dalam proses penilaian. Murid bisa menilai karya teman-teman mereka dengan menggunakan rubrik yang ada. Aktivitas tersebut sekaligus melatih pengembangan apresiasi seni sejak dini. Oleh karena itu, rubrik adalah pasangan yang ideal untuk KKTP kurikulum merdeka.
Sangat penting untuk memahami peran KKTP Seni Rupa kelas 5 fase C kurikulum merdeka dalam proses penilaian. Asesmen formatif terjadi pada saat aktivitas belajar berlangsung. Sebaliknya, asesmen sumatif dilaksanakan di akhir aktivitas pembelajaran. KKTP kelas 5 SD/MI bisa diterapkan untuk kedua jenis asesmen tersebut.
Dalam asesmen formatif, guru memanfaatkan perangkat tersebut dengan cara yang fleksibel. Guru bisa memantau perkembangan murid secara berkala. Contohnya, setelah sesi latihan pertama, guru mengevaluasi kriteria 1 dan 2. Selanjutnya, pada sesi latihan kedua, guru menambahkan kriteria 3 dan 4.
Untuk asesmen sumatif, semua kriteria dievaluasi secara bersamaan. Hasil evaluasi ini berupa penjelasan tentang pencapaian murid. Penjelasan tersebut lebih bermakna dibandingkan sekadar angka. Guru bisa menulis, “Ananda telah mampu menggambar garis horizon”. Namun, Ananda perlu lebih berlatih dalam mewarnai dengan baik. Oleh karena itu, perangkat tersebut mendukung penilaian yang komprehensif.