Program Tahunan (Prota) yang berkualitas tidak sekadar berisi daftar isi pembelajaran. Prota Al-Qur’an Hadis kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) fase A kurikulum merdeka harus mencantumkan beberapa komponen penting supaya bisa berfungsi sebagai petunjuk untuk guru selama tahun ajaran. Setiap komponen saling berhubungan dan mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang terarah.

Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami peran masing-masing bagian sebelum mulai mendesain Prota kurikulum merdeka. Pembuatan yang terstruktur mudah membantu guru dalam mengembangkan Program Semester (Promes), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, dan perangkat penilaian.
Identitas adalah bagian yang merangkum pengantar dalam Prota kurikulum merdeka. Meskipun sederhana, bagian tersebut mempunyai peranan penting karena memberikan kejelasan administratif pada perangkat pembelajaran. Identitas biasanya mencakup nama Madrasah Ibtidaiyah, pelajaran Al-Qur’an Hadis, kelas 1, Fase A, tahun ajaran, serta nama guru yang membuat. Beberapa madrasah juga menyertakan informasi tentang kepala Madrasah Ibtidaiyah dan tanggal persetujuan sebagai bukti legalitas dokumen.
Disarankan bagi guru untuk membuat identitas Prota kelas 1 secara menyeluruh sejak awal. Tindakan tersebut akan memperlancar proses penyimpanan serta pemeriksaan oleh pihak kepala Madrasah Ibtidaiyah atau pengawas. Di samping itu, identitas yang jelas memudahkan guru dalam membedakan dokumen setiap tahun ajaran sehingga kesalahan saat revisi mudah dihindari. Dengan pengelolaan dokumen yang baik, guru bisa lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran ketimbang menghabiskan waktu mencari dokumen yang diperlukan.
Alokasi waktu merupakan salah satu komponen yang paling mempengaruhi kualitas Prota Al-Qur’an Hadis kelas 1 fase A kurikulum merdeka. Guru harus menghitung jumlah minggu efektif berdasarkan kalender pendidikan yang berlaku di lembaga masing-masing. Perhitungan ini harus mempertimbangkan hari libur nasional, cuti keagamaan, kegiatan di Madrasah Ibtidaiyah, ujian, dan berbagai agenda lain yang berpotensi mengurangi waktu belajar. Setelah menetapkan jumlah minggu efektif, guru mudah mendistribusikan materi secara lebih proporsional sepanjang tahun.
Pembagian waktu yang tepat akan membantu guru menghindari penumpukan materi di akhir semester. Sebaliknya, kegiatan pembelajaran bisa berlangsung lebih santai tanpa mengurangi target kompetensi yang harus dicapai. Guru juga mempunyai peluang untuk memberikan remedial, menambah wawasan, latihan membaca Al-Qur’an, serta kegiatan yang mendukung pengembangan karakter murid. Dengan kata lain, alokasi waktu bukan hanya soal jumlah jam pelajaran, tetapi juga berkaitan dengan strategi supaya semua materi Al-Qur’an Hadis kelas 1 MI mudah dipelajari dengan baik.
Distribusi materi adalah komponen utama dari Prota Al-Qur’an Hadis kelas 1 MI fase A kurikulum merdeka. Pada tahap ini, guru membuat semua materi berdasarkan urutan pengajaran yang logis. Materi dasar sebaiknya ditempatkan di awal semester untuk menjadi pondasi untuk materi selanjutnya. Sebagai contoh, pengenalan huruf hijaiyah sebaiknya dilakukan sebelum murid belajar membaca surah pendek. Begitu pula, pembiasaan etika membaca Al-Qur’an perlu dilakukan sebelum murid mulai menghafal ayat atau hadis.
Distribusi materi Al-Qur’an Hadis kelas 1 MI juga harus memperhatikan tingkat perkembangan murid kelas 1. Anak-anak di usia awal pendidikan dasar memerlukan pengulangan yang cukup supaya bisa mengingat pelajaran dengan baik. Oleh karena itu, guru bisa memasukkan minggu penguatan setelah beberapa materi utama selesai dipelajari. Strategi tersebut membuat murid lebih siap menghadapi penilaian sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap nilai-nilai dalam Al-Qur’an dan hadis. Kegiatan pembelajaran pun menjadi lebih bermakna karena murid mendapatkan kesempatan untuk berlatih berulang kali dalam suasana yang menyenangkan.