Dalam PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka menekankan kebutuhan untuk mencapai keseimbangan antara aspek fisik, mental, sosial, dan etika lewat kegiatan fisik yang bermakna.

Dengan menyatukan tiga pendekatan utama dalam Deep Learning, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, pendekatan tersebut diharapkan bisa menghadirkan pengalaman belajar yang komprehensif, mendalam, dan menyenangkan.
Mindful Learning adalah kegiatan belajar dengan kesadaran penuh mengenai tubuh, pikiran, dan perasaan. Dalam modul ajar deep learning PJOK kelas 10 kurikulum merdeka, hal ini bisat diimplementasikan melalui kegiatan seperti meditasi singkat sebelum olahraga, latihan pernapasan, atau melakukan refleksi setelah kegiatan fisik.
Dalam pembelajaran PJOK kelas 10 SMA/MA fase E, guru bisa mendorong siswa untuk:
Meaningful Learning merujuk pada kegiatan pembelajaran yang mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh siswa. Dalam modul ajar deep learning PJOK kelas 10 SMA/MA fase E, ini berarti bahwa kegiatan fisik dihubungkan dengan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, saat mempelajari tentang kebugaran, siswa tidak hanya berlari atau melakukan push-up, tetapi juga menyelami bagaimana latihan tersebut berpengaruh pada jantung, otot, dan metabolisme tubuh.
Joyful Learning menekankan pentingnya pembelajaran yang menyenangkan, tidak membebani, serta penuh dengan interaksi positif. Pembelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) yang dilengkapi dengan tawa, permainan, dan kreativitas akan mendorong siswa untuk berpartisipasi dengan semangat.
Guru bisa membuat permainan kompetitif yang tetap menekankan kerja sama, seperti relai, permainan tradisional, atau simulasi olahraga modern yang disesuaikan dengan konteks kelas.
Ketiga pendekatan tersebut saling melengkapi dan membentuk kesatuan yang utuh. Mindful Learning mengembangkan kesadaran dan refleksi diri, Meaningful Learning memperdalam pengetahuan dan relevansi pembelajaran, sedangkan Joyful Learning menciptakan dorongan dan kebahagiaan dalam kegiatan belajar.
Berikut adalah deskripsi integrasinya dalam satu siklus pembelajaran PJOK kelas 10 SMA/MA fase E:
Ketika ketiga pendekatan tersebut diterapkan bersama-sama, pembelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) kelas 10 SMA/MA tidak hanya membentuk siswa yang sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan sosial. Mereka belajar dengan hati, tubuh, dan pikiran yang seimbang.
Dalam penerapan modul ajar deep learning PJOK kelas 10 kurikulum merdeka yang menggabungkan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, sangat penting bagi guru untuk memahami cara menerapkan ketiga pendekatan tersebut dalam kegiatan di kelas maupun lapangan. Berikuth contoh penerapan pembelajaran dalam materi permainan dan olahraga:
Dalam permainan seperti sepak bola, bola voli, atau bulu tangkis, Mindful Learning membantu siswa menyadari dinamika dari tubuh dan emosinya selama pertandingan. Mereka dilatih untuk memperhatikan posisi tubuh, kecepatan reaksi, dan juga sikap mental saat menghadapi tekanan kompetisi. Contoh kegiatan:
Hasil yang diinginkan:
Pendekatan tersebut membangun kesadaran bahwa olahraga bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang pengembangan karakter dan kemampuan mengendalikan diri.
Meaningful Learning diimplementasikan dengan menghubungkan setiap keterampilan permainan dengan nilai-nilai dalam kehidupan nyata, seperti kepemimpinan, kerjasama, dan integritas. Guru mengajak siswa untuk mengerti bahwa olahraga mencerminkan kehidupan sosial yang membutuhkan kerjasama, komunikasi, dan strategi yang baik.
Contoh kegiatan:
Tujuan pembelajaran bermakna:
Dengan pendekatan Meaningful Learning, kegiatan belajar olahraga tidak hanya melatih otot, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat.
Joyful Learning menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga melalui suasana belajar yang ceria dan penuh semangat. Guru bisa memanfaatkan metode kompetisi yang sehat, permainan modifikasi, dan kegiatan kolaboratif untuk menjaga semangat siswa.
Contoh kegiatan:
Tujuan pembelajaran yang menyenangkan:
Joyful Learning dalam olahraga menunjukkan bahwa pengalaman belajar yang terbaik terjadi ketika siswa merasa bahagia, bebas, dan bersemangat untuk mencoba hal-hal baru.
Dalam penerapan praktik, ketiga pendekatan ini sebaiknya tidak diterapkan terpisah, tetapi diintegrasikan dalam satu modul ajar deep learning kurikulum merdeka. Sebagai contoh:
Siklus tersebut bisa diterapkan dalam berbagai materi pembelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan), sehingga kegiatan belajar menjadi bersinambungan antara kesadaran, makna, dan kebahagiaan.
Silahkan download modul ajar deep learning PJOK kelas 10 kurikulum merdeka disini
Modul ajar deep learning PJOK kelas 10 SMA/MA fase E dalam kurikulum merdeka yang menggabungkan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning tidak hanya terpusat pada kegiatan fisik saja, tetapi juga bertujuan untuk membangun karakter, empati, dan kesadaran diri siswa. Dengan pelaksanaan yang sesuai, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) bisa menjadi arena belajar yang sehat, bermakna, dan menyenangkan.