Strategi pengajaran yang efektif untuk mencapai ATP kelas 1 melibatkan penggunaan media visual dan aktivitas berbasis gerak untuk mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Di samping itu, terlibat dalam diskusi interaktif akan meningkatkan kesan pembelajaran kepada siswa.
Evaluasi pencapaian dijalankan dengan asesmen formatif, yang meliputi pengamatan sikap dan perilaku siswa saat aktivitas pembelajaran berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan pencapaian tujuan pembelajaran berjalan lancar.
Guru memegang peran yang berarti dalam membimbing siswa untuk memahami nilai-nilai keagamaan dan budi pekerti. Diperlukan keahlian dalam menyampaikan materi dan memahami keunikan setiap siswa agar dapat mencapai tujuan ATP PAI dan Budi Pekerti kelas 1 SD dengan baik.
Tantangan yang dihadapi dalam menerapkan ATP kurikulum merdeka termasuk adanya perbedaan dalam pemahaman siswa dan keterbatasan dalam media pembelajaran. Guru bisa mengatasi hal tersebut dengan cara yang kreatif, seperti memanfaatkan media berupa cerita atau alat visual yang sederhana namun menarik untuk menarik perhatian siswa.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang terdapat dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas 1 SD fase A kurikulum merdeka memiliki peran penting dalam membentuk karakter dasar siswa. Dengan penerapan yang tepat, ATP kelas 1 membantu siswa memahami nilai-nilai keagamaan dan budi pekerti sebagai landasan penting dalam kehidupan sehari-hari.