ATP kurikulum merdeka menjadikan tujuan sebagai fokus utama dalam perancangan pembelajaran. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilakukan di kelas akan difokuskan untuk mencapai tujuan tertentu, baik yang berkaitan dengan pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), maupun keterampilan (psikomotorik). Dalam PAI dan Budi Pekerti kelas 2 SD, hal ini mengindikasikan:
Sebagian sekolah dasar di kawasan terpencil mengalami tantangan seperti minimnya sumber daya seperti media dan buku ajar, kondisi ruang kelas yang kurang memadai, serta akses terhadap teknologi yang terbatas. Solusi yang bisa diambil untuk mengatasi masalah ini mencakup pemanfaatan bahan lokal melalui pembuatan media pembelajaran sendiri, kerjasama dengan komunitas untuk menyumbangkan buku atau alat edukasi, serta pengoptimalan ruang terbuka di sekolah guna mendukung aktivitas kelompok dan permainan yang bersifat pendidikan.
Tidak semua guru mempunyai pendidikan agama atau pelatihan khusus mengenai kurikulum merdeka, yang bisa mengakibatkan kesulitan dalam menetapkan tujuan pembelajaran dan penerapan metode yang kurang sesuai. Solusi yang diajukan meliputi pelatihan dan lokakarya rutin yang diadakan oleh Dinas Pendidikan, pendampingan dari guru berpengalaman melalui bimbingan kelas, serta pembelajaran secara daring dan modul mandiri yang mudah diakses mengenai penyusunan tujuan pembelajaran.
Download ATP PAI dan Budi Pekerti kelas 2 SD fase A kurikulum merdeka selengkapnya disini
ATP PAI dan Budi Pekerti kelas 2 SD fase A dalam kurikulum merdeka merupakan dasar yang penting untuk mengembangkan karakter religius, moral, dan sosial pada siswa berusia 7 hingga 8 tahun. Oleh karena itu, diharapkan bahwa siswa tidak hanya memahami pengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap dan keterampilan yang mencerminkan nilai-nilai keimanan dan moralitas dalam aktivitas sehari-hari.