(Deep Learning) Modul Ajar IPS Kelas 7 Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat SMP/MTs kerap dipandang sebagai salah satu pelajaran yang membosankan, memerlukan banyak hafalan, dan dianggap kurang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Modul ajar deep learning kurikulum merdeka berfungsi sebagai petunjuk pembelajaran yang dibuat guna mengembangkan siswa dalam berpikir kompleks serta keterampilan yang relevan di abad ke-21. Pendekatan Deep Learning disusun sebagai landasan yang sangat sesuai, yang dalam konteks ini mencakup tiga elemen utama: Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran), Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna), dan Joyful Learning (Pembelajaran yang Menyenangkan), memberikan kerangka untuk mengubah pengalaman belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dari sekadar “tahu” menjadi “memahami, menerapkan, serta merasakan”.
Memahami Tiga Elemen dalam Modul Ajar Deep Learning IPS Kelas 7
Sebelum menyusun modul ajar kurikulum merdeka, sangat penting untuk mengenali inti dari setiap elemen Deep Learning serta hubungannya dengan pembelajaran IPS kelas 7 SMP/MTs fase D.
1. Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran)
Mindful Learning berfokus pada peningkatan kesadaran siswa terhadap materi yang mereka pelajari serta kegiatan belajar mereka. Dalam modul ajar deep learning IPS kelas 7 kurikulum merdeka, ini mencakup:
Kesadaran Diri dan Sosial: Siswa diminta untuk berpikir tentang peran mereka dalam keluarga, masyarakat, serta lingkungan. Mereka mulai menyadari bagaimana nilai, norma, dan struktur sosial mempengaruhi kehidupan mereka.
Kesadaran Historis: Siswa tidak hanya sekadar mengingat tahun, tetapi juga memahami cerita, hubungan sebab-akibat, dan berbagai perspektif dalam peristiwa sejarah. Mereka diminta untuk “berinteraksi” dengan masa lalu demi memahami masa kini.
Fokus dan Ketelitian: Dalam menganalisis peta, data demografi, atau teks proklamasi, siswa memerlukan ketelitian serta konsentrasi yang tinggi.
2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Meaningful Learning mengedepankan hubungan antara pengetahuan baru dengan kerangka pemikiran yang dimiliki siswa. Pembelajaran bermakna dalam modul ajar deep learning IPS kelas 7 SMP/MTs fase D ditandai dengan:
Keterkaitan dengan Kehidupan Sehari-hari: Topik tentang keragaman budaya, isu sosial, atau kegiatan ekonomi harus terkait langsung dengan pengalaman para siswa. Misalnya, saat belajar perdagangan, mereka bisa menganalisis kegiatan jual beli di pasar tradisional di dekat sekolah.
Kontekstual: Kegiatan belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Lingkungan sekitar, isu-isu terkini, serta fenomena sosial menjadi sumber pembelajaran utama.
Berpikir Kritis dan Penyelesaian Masalah: Siswa tidak hanya menerima informasi tanpa proses. Mereka dilatih untuk bertanya, menganalisis, mengevaluasi, serta menciptakan solusi untuk masalah sosial sederhana.
3. Joyful Learning (Pembelajaran yang Menyenangkan)
Joyful Learning membuat lingkungan belajar di mana siswa merasa aman, termotivasi, serta bersemangat. “Kesenangan” dalam konteks ini bukan berarti tanpa usaha, melainkan berkaitan dengan rasa puas secara intrinsik dalam proses menemukan dan memahami. Hal ini bisa diwujudkan melalui:
Permainan (Game-based Learning): Kuis interaktif, simulasi permainan peran sebagai pedagang antar pulau, atau “escape room” dengan tema sejarah.
Proyek Kreatif: Membangun maket candi, membuat video dokumenter tentang potensi wisata lokal, atau menyusun poster kampanye mengenai toleransi.
Kolaborasi: Bekerja dalam kelompok untuk mengatasi suatu permasalahan sosial menjadikan pembelajaran sebagai kegiatan sosial yang dinamis dan menyenangkan.
Menyusun Modul Ajar Deep Learning IPS Kelas 7
Berikut contoh modul ajar deep learning IPS kelas 7 kurikulum merdeka dengan Tema “Keberagaman Budaya Indonesia sebagai Identitas Bangsa”.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan keberagaman budaya di Indonesia (dimensi pengetahuan).
Siswa mampu secara kreatif mempresentasikan hasil eksplorasi tentang satu bentuk budaya (tarian, rumah adat, upacara) dari suatu suku bangsa (dimensi keterampilan).
Siswa mampu menunjukkan penghargaan dan rasa ingin tahunya terhadap budaya yang berbeda melalui diskusi dan kerja sama (aspek sikap).
Pemahaman yang Bermakna
“Keberagaman bukanlah sebuah ancaman, melainkan kekuatan yang menyatukan. Memahami budaya sendiri dan budaya orang lain adalah langkah awal untuk menciptakan toleransi dan menghindari konflik sosial di masyarakat.”
Pertanyaan Pemantik
Mengapa di Indonesia terdapat ratusan bahasa dan suku, sementara negara lain mungkin tidak mempunyai keragaman yang serupa?
Bagaimana interaksi nenek moyang kita berkontribusi pada pembentukan budaya yang beragam di kepulauan ini?
Apa konsekuensi jika kita tidak saling menghargai perbedaan budaya?
Apa peran kita sebagai generasi muda dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di tengah globalisasi?
Kegiatan Pembelajaran (Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning)
Pertemuan 1-2: Membangkitkan Kesadaran dan Rasa Ingin Tahu (Mindful dan Joyful Learning)
Aktivitas: “Festival Budaya Mini dalam Kelas”. Guru menyiapkan beberapa stan budaya (berupa gambar, musik, miniatur, dan makanan khas) dari berbagai daerah. Siswa bergerak mengelilingi dan memperhatikan.
Mindful Learning: Siswa didorong untuk mencatat pengamatan dan perasaan mereka. “Apa yang menarik perhatianmu dari stan ini?” “Adakah sesuatu yang baru yang kamu pelajari?”
Joyful Learning: Lingkungan festival menghasilkan antusiasme dan kegembiraan pada siswa. Musik dan visual yang menarik memberikan pengalaman belajar yang mendalam.
Meaningful Learning: Guru menjelaskan bagaimana ketertarikan siswa terkait dengan fakta bahwa ini merupakan kekayaan budaya milik negara mereka sendiri.