Kegiatan Awal: Menampilkan video singkat mengenai petani ubi jalar dan tantangannya. Diskusi pembuka: “Mengapa kita kurang sering mengonsumsi ubi jalar dibandingkan nasi atau terigu?”
Kegiatan Inti: Penelitian dokumentasi tentang jenis, kandungan gizi, dan manfaat ubi jalar. Siswa bekerja dalam kelompok sebagai “detektif gizi” untuk membandingkan ubi jalar dengan sumber karbohidrat lainnya. Mereka juga diminta untuk menyusun mind map mengenai “Jejak Karbon” dari produksi ubi jalar dibandingkan dengan terigu yang diimpor.
Pertemuan 2-3 (Meaningful dan Joyful):
Kegiatan Inti: “Bootcamp Inovasi Ubi Jalar”. Masing-masing kelompok melakukan brainstorming untuk mengembangkan dua produk olahan. Mereka diberikan kebebasan untuk bereksperimen dengan berbagai rasa (manis, asin, pedas) dan bentuk. Guru mendampingi dengan memberikan prinsip dasar ilmu pangan. Suasana diciptakan seperti perlombaan startup yang penuh energi dan semangat.
Pertemuan 4 (Mindful dan Meaningful):
Kegiatan Inti: Proses produksi. Siswa memasak dengan kesadaran penuh terhadap kebersihan, efisiensi penggunaan bahan, dan pengelolaan limbah (kulit ubi dapat diubah menjadi stik). Mereka mencatat setiap tahap dan tantangan yang dihadapi.
Pertemuan 5 (Meaningful dan Joyful):
Kegiatan Inti: “Laboratorium Bisnis”. Siswa menghitung HPP, mendesain kemasan yang menarik menggunakan alat desain sederhana (Canva), dan membuat elevator pitch untuk mempromosikan produk mereka. Mereka bisa saling memberikan masukan.
Pertemuan 6 (Mindful, Meaningful, Joyful):
Kegiatan Inti: “Pameran dan Bazar Pangan Lokal”. Siswa mempresentasikan dan menjual produk mereka kepada warga sekolah. Ini merupakan puncak dari pengalaman Joyful Learning.
Kegiatan Penutup: Refleksi. Siswa mengevaluasi perjalanan belajar mereka dengan menulis jurnal, mencakup kesadaran akan potensi ubi jalar, makna di balik proses kewirausahaan, hingga kebahagiaan saat produk mereka terjual.
Silahkan download modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 10 kurikulum merdeka klik disini
Penutup
Modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 10 SMA/MA fase E dalam kurikulum merdeka mempunyai kemampuan luar biasa untuk membentuk siswa supaya tidak hanya ahli dalam memasak, tetapi juga menjadi orang yang kritis, kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan mempunyai jiwa kewirausahaan. Dengan menggunakan pendekatan Deep Learning yang dihadirkan melalui Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, penggabungan ketiga pendekatan ini dalam modul ajar deep learning kurikulum merdeka bukanlah sesuatu yang mustahil. Ini memerlukan kreativitas, dedikasi, dan kerja sama dari para guru untuk terus melakukan inovasi. Oleh karena itu, ruang prakarya tidak hanya sekedar menjadi dapur di sekolah, melainkan bertransformasi menjadi laboratorium kehidupan di mana generasi muda bisa mengekspresikan kreativitas dan mempersiapkan diri untuk menjadi problem solver dan pelaku usaha di masa depan.