Langkah keenam ialah menentukan instrumen asesmen dalam KKTP kelas 6. Instrumen harus sesuai dengan bukti yang ingin diperoleh. Guru bisa menggunakan rubrik, lembar observasi, daftar cek, tes tertulis, atau jurnal refleksi. Rubrik cocok untuk penilaian praktik, observasi untuk perilaku, dan jurnal untuk refleksi murid. Dengan instrumen yang tepat, hasil penilaian menjadi lebih akurat dan konsisten.
Langkah ketujuh ialah mengintegrasikan nilai karakter dalam KKTP kurikulum merdeka. Pelajaran Akidah Akhlak kelas 6 tidak hanya menilai pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap. Guru bisa memasukkan indikator seperti jujur, amanah, tanggung jawab, santun, rendah hati, dan peduli. Nilai-nilai ini dihubungkan dengan kegiatan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah, misalnya kerja kelompok atau tugas proyek (kokurikuler). Guru kemudian mengamati sikap murid selama proses berlangsung.
Langkah kedelapan ialah menyesuaikan KKTP Akidah Akhlak kelas 6 fase C kurikulum merdeka dengan karakteristik murid. Murid pada tahap ini membutuhkan pembelajaran yang konkret dan kontekstual. Guru bisa menggunakan studi kasus seperti kejujuran, tanggung jawab, adab kepada orang tua, atau penggunaan teknologi. Oleh karena itu, murid diminta memberikan solusi atau sikap yang tepat dalam situasi tersebut. Hal ini membantu mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus karakter.
Langkah kesembilan ialah menghubungkan KKTP Akidah Akhlak kelas 6 fase C kurikulum merdeka dengan asesmen formatif dan sumatif. Asesmen formatif digunakan untuk memantau kegiatan belajar di Madrasah Ibtidaiyah melalui kuis, diskusi, atau observasi. Asesmen sumatif digunakan untuk melihat pencapaian akhir pembelajaran. Kombinasi keduanya memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang perkembangan murid.
Langkah kesepuluh ialah menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil KKTP Akidah Akhlak kelas 6 fase C kurikulum merdeka. Selanjutnya, murid yang belum mencapai kriteria bisa mengikuti remedial atau penguatan. Kemudian, murid yang sudah mencapai tujuan bisa diberikan pengayaan. Akhirnya, Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) menjadi dasar untuk perbaikan pembelajaran, bukan sekadar penilaian akhir.
Guru perlu mengevaluasi KKTP Akidah Akhlak kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka setelah digunakan. Jika kriteria terlalu luas, indikator bisa dipersempit. Jika terlalu sulit, mudah disesuaikan dengan kemampuan murid. Guru juga bisa berdiskusi dengan rekan sejawat untuk meningkatkan kualitasnya. Dengan evaluasi berkelanjutan, KKTP kelas 6 akan semakin efektif digunakan.
Download KKTP Akidah Akhlak kelas 6 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Pada akhirnya, cara membuat KKTP Akidah Akhlak kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka dimulai dari analisis CP, penentuan tujuan, indikator, bukti belajar, kriteria, instrumen, hingga tindak lanjut. Semua komponen harus saling terhubung supaya menghasilkan penilaian yang konsisten. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang baik tidak harus rumit, tetapi harus jelas, terukur, dan mudah digunakan. Dengan pembuatan yang tepat, guru mudah memantau perkembangan murid secara objektif, sementara murid bisa memahami capaian dan kegiatan belajar mereka. KKTP kurikulum merdeka pun menjadi alat penting untuk mewujudkan pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah yang bermakna, terarah, dan berpusat pada perkembangan karakter murid.