Kurikulum merdeka mengubah paradigma penilaian pendidikan secara fundamental. Guru menerapkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). KKTP kurikulum merdeka memberikan deskripsi capaian pembelajaran (CP) secara kualitatif. Terlebih, ia menilai proses perkembangan murid secara menyeluruh.

Dengan demikian, KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) fase C kurikulum merdeka menjadi instrumen esensial dalam pembelajaran. Khususnya, kelas 5 fase C membutuhkan pendekatan penilaian ini.
Pertama, murid kelas 5 berada dalam tahap berpikir operasional konkret. Kedua, mereka mulai memahami konsep abstrak seperti pahala dan surga. Ketiga, kemampuan membaca Al-Qur’an mereka pun terus meningkat setiap hari. Berikutnya, yang keempat hafalan surat-surat pendek mulai terbentuk secara bertahap. Oleh karena itu, KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 5 fase C kurikulum merdeka harus memfasilitasi tahapan perkembangan kognitif ini.
Selanjutnya, guru Al-Qur’an Hadis kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah menyesuaikan kriteria dengan tingkat kemampuan murid. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) tidak memberatkan murid secara berlebihan. Akan tetapi, KKTP kelas 5 mengarahkan kemajuan belajar mereka secara terus-menerus. Guru pun perlu memastikan setiap indikator sesuai dengan rentang usia anak. Dengan begitu, penilaian terasa adil dan tidak menimbulkan kecemasan.
Pertama, guru menentukan indikator ketercapaian untuk setiap elemen materi Al-Qur’an Hadis kelas 5 MI. Elemen pertama yaitu kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar. Berikutnya, elemen kedua mencakup hafalan surat-surat pendek juz amma secara runtut. Kemudian, elemen ketiga meliputi pemahaman makna kosakata dan isi kandungan. Selanjutnya, elemen keempat berisi penerapan nilai-nilai hadis dalam kehidupan sehari-hari.
Sesudah itu, guru merumuskan deskripsi untuk kriteria “cukup” dan “baik”. Kemudian, guru juga merumuskan deskripsi untuk kriteria “sangat baik”. Misalnya, kriteria “baik” berarti murid membaca lancar tanpa banyak kesalahan. Selanjutnya, kriteria “sangat baik” menuntut bacaan fasih dan sesuai kaidah ilmu tajwid. Guru pun harus konsisten menggunakan istilah yang sama di seluruh rubrik.
Guru Al-Qur’an Hadis kelas 5 MI menggunakan berbagai teknik untuk mengumpulkan bukti capaian harian. Pertama, guru melakukan tes lisan untuk membaca dan menghafal surat. Kedua, guru memberikan tes tertulis untuk memahami kandungan ayat. Ketiga, guru menjalankan observasi perilaku untuk aspek pengamalan. Keempat, guru menugaskan portofolio catatan hafalan harian murid. Kelima, guru mengadakan penilaian antarteman untuk menumbuhkan kejujuran.
Selanjutnya, semua teknik itu menghasilkan data yang kaya dan valid. Kemudian, guru mengolah data itu ke dalam format KKTP kurikulum merdeka yang sederhana. Proses pengolahan ini membutuhkan ketelitian dan objektivitas tinggi. Akan tetapi, guru tetap mempertimbangkan konteks dan latar belakang murid. Guru pun tidak terburu-buru menyimpulkan capaian akhir murid.