Pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 3 menjadi salah satu pilar penting di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Oleh karena itu, guru diharapkan bisa mendesain aktivitas pembelajaran yang bermakna dan mudah diukur. Salah satu instrumen kunci dalam pengukuran ini adalah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

Guru perlu memahami KKTP kurikulum merdeka secara komprehensif dan aplikatif supaya lebih mudah dalam melaksanakan proses asesmen. Asesmen yang dilakukan dengan tepat akan memberikan gambaran yang akurat tentang kemampuan murid.
Kita perlu memahami karakteristik fase B dalam kurikulum merdeka. Fase B ditujukan untuk murid kelas 3 dan 4 sekolah dasar. Pada fase tersebut, anak-anak mulai memasuki tahap berpikir konkret dan mereka mulai dapat memahami konsep yang lebih abstrak, meskipun masih memerlukan bantuan benda atau contoh nyata. Pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah fase B mempunyai tujuan yang jelas, yaitu meliputi kemampuan membaca, menulis, dan menghafal surat pendek.
Selain itu, murid juga diarahkan untuk memahami pesan moral sederhana yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis pilihan. Penting bagi guru untuk tidak memisahkan aspek kognitif dari aspek afektif dan psikomotorik. Ketiga aspek tersebut harus terintegrasi secara harmonis dalam setiap aktivitas. KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 3 fase B kurikulum merdeka didesain untuk mengukur keterpaduan ketiga aspek tersebut secara holistik.
Dalam mendesain KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka, guru di Madrasah Ibtidaiyah harus mempertimbangkan tingkat perkembangan kognitif anak. Anak usia 8-9 tahun sangat responsif terhadap penghargaan dan pujian, sehingga kriteria KKTP kelas 3 perlu dibuat secara bertahap dan menyenangkan.
Bagaimana cara guru merumuskan KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 3 MI? Langkah pertama adalah mengidentifikasi capaian pembelajaran (CP) fase B. Capaian pembelajaran ini merupakan kompetensi yang diharapkan dicapai murid di akhir fase. Selanjutnya, guru perlu menjabarkan CP tersebut menjadi tujuan pembelajaran (TP) yang lebih operasional. TP ini kemudian dirumuskan dalam alur tujuan pembelajaran (ATP) yang sistematis. Setiap TP yang telah dirumuskan memerlukan kriteria pencapaian masing-masing.
Sebagai contoh, TP pertama adalah membaca surat Al-Fatihah dengan tartil. Kriteria pencapaiannya memuat ketepatan makhraj dan panjang pendek bacaan, serta kelancaran membaca tanpa terbata-bata. Kriteria lainnya adalah kemampuan memperhatikan tanda baca dalam mushaf. Semua kriteria ini harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami murid. Melibatkan murid dalam diskusi mengenai kriteria pencapaian tersebut akan meningkatkan rasa tanggung jawab mereka terhadap aktivitas belajar.
Murid akan merasa lebih termotivasi setelah mengetahui target yang harus dicapai. Sebagai tambahan, guru bisa membuat poster sederhana yang berisi daftar kriteria di dalam kelas, sehingga poster tersebut menjadi alat pengingat visual untuk semua murid setiap hari.
Mari kita telusuri contoh penerapan KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka dalam materi menghafal surat pendek. Tujuan Pembelajaran (TP) kedua adalah menghafal surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Dalam konteks KKTP kelas 3, proses menghafal memerlukan kriteria yang lebih dari sekadar mengingat urutan ayat. Kriteria pertama adalah kemampuan mengucapkan setiap ayat dengan fasih.
Berikutnya, kriteria kedua adalah kemampuan menyebutkan arti setiap kata secara sederhana. Kemudian, kriteria ketiga adalah kemampuan mengaitkan isi surat dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, murid bisa menjelaskan bahwa Allah itu Maha Esa, yang merupakan implementasi dari pemahaman surat Al-Ikhlas. Guru juga bisa menambahkan kriteria mengenai sikap murid saat menghafal, yang meliputi konsentrasi, percaya diri, dan ketekunan.
Akhirnya, semua kriteria tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Guru akan mendokumentasikan semua kriteria dalam tabel rubrik penilaian yang jelas dan membagikannya kepada murid sebelum pembelajaran dimulai. Dengan cara tersebut, akibatnya murid mengetahui sasaran yang harus mereka capai dengan jelas, dan mereka mudah berlatih secara mandiri di rumah berdasarkan petunjuk rubrik tersebut.
Aspek penting lainnya adalah penilaian sikap dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah. Sikap spiritual dan sosial merupakan bagian integral dari KKTP kurikulum merdeka. Dalam proses tersebut, guru akan mengamati sikap murid ketika membaca Al-Qur’an di kelas, dengan fokus pada kekhusyukan dan kebersihan tempat membaca. Selain itu, sikap murid saat mendengarkan teman membaca juga diperhatikan. Sikap menghargai dan memberikan dukungan kepada teman sangat penting.
KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka untuk aspek sikap biasanya berupa pernyataan perilaku yang diharapkan. Misalnya “murid menunjukkan ketenangan saat membaca doa” atau “murid mengucapkan salam ketika memasuki ruangan.” Pernyataan-pernyataan tersebut perlu konkret dan mudah untuk diamati. Selanjutnya, guru akan mencatat perilaku murid secara periodik dalam jurnal harian, yang akan menjadi bahan refleksi bagi guru dan orang tua. Refleksi kolaboratif ini akan memperkuat pembiasaan sikap positif di luar lingkungan Madrasah Ibtidaiyah. Selain itu, guru juga memberikan penguatan langsung ketika menyaksikan sikap positif tersebut; penguatan berupa pujian sederhana terbukti sangat efektif untuk anak-anak di kelas 3.
Proses asesmen dalam kurikulum merdeka sangat berhubungan erat dengan KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 3 fase B kurikulum merdeka. Asesmen tidak harus selalu dilakukan melalui ujian tulis di akhir semester, melainkan guru bisa menggunakan berbagai teknik asesmen yang bervariasi. Selain itu, teknik asesmen tersebut bisa berupa unjuk kerja, penugasan, atau portofolio.
Untuk mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 3 MI, unjuk kerja membaca sangat direkomendasikan. Murid mudah dinilai secara individu ketika membaca surat pendek di depan guru. Guru juga bisa merekam bacaan murid untuk dianalisis lebih lanjut. Selain itu, portofolio juga mudah digunakan untuk mengumpulkan karya-karya terbaik murid, baik berupa tulisan Arab maupun gambar yang menggambarkan kandungan ayat. Semua bukti asesmen akan dikumpulkan untuk menilai perkembangan murid dari waktu ke waktu.
Guru kemudian akan membandingkan hasil asesmen dengan kriteria yang telah ditetapkan. Apabila murid belum mencapai kriteria yang diharapkan, guru akan memberikan program remedial yang menyenangkan dengan pendekatan yang berbeda serta lebih kontekstual. Misalnya, guru bisa mengarahkan murid untuk bermain peran tentang isi surat, sehingga remedial terasa seperti petualangan baru yang menarik.
Download KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 3 fase B kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah instrumen yang penting untuk mengukur pencapaian belajar secara holistik. Selanjutnya, KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 3 fase B kurikulum merdeka mencakup tiga ranah utama, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik yang saling terintegrasi. Dengan menggunakan KKTP kurikulum merdeka, kita mendidik anak-anak di Madrasah Ibtidaiyah untuk menjadi pembelajar sejati. Akhirnya, pembelajar yang mencintai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu a’lam bish-shawab.